Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Minat Masyarakat Terhadap Ojol Masih Kuat? Simak Data dan Perkembangan Terbarunya

K
Khoirul AnsoriEditor: Dobi Maulana
|14:33 WIB
Bagikan:
Minat Masyarakat Terhadap Ojol Masih Kuat? Simak Data dan Perkembangan Terbarunya
Minat Masyarakat Terhadap Ojol Masih Kuat? Simak Data dan Perkembangan Terbarunya

PASUNDAN EKSPRES.ID – Minat masyarakat terhadap ojol masih menjadi perhatian di tengah perubahan tarif, kebijakan pemerintah, serta perkembangan layanan transportasi berbasis aplikasi sepanjang 2026.

Ojek online tetap digunakan untuk kebutuhan mobilitas harian, meski pengguna disebut cukup sensitif terhadap perubahan harga perjalanan.

Salah satu gambaran mengenai kondisi tersebut datang dari riset Paramadina Public Policy Institute (PPPI) bersama Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) bertajuk Masa Depan Ojek Online. 

Riset tersebut melibatkan 1.000 pengemudi ojol dan 1.000 penumpang.

Hasil survei menunjukkan 71 persen penumpang menyatakan tetap menggunakan ojol meskipun promosi atau diskon dari platform berkurang.

Namun, tarif tetap menjadi salah satu pertimbangan penting bagi pengguna ketika memilih layanan. 

Data tersebut memberikan gambaran bahwa minat masyarakat terhadap ojol tidak hanya dipengaruhi oleh promo.

Kemudahan memperoleh kendaraan, waktu perjalanan, serta kebutuhan mobilitas menjadi bagian dari alasan layanan ini tetap digunakan.

Tarif menjadi salah satu faktor penting

Perubahan tarif menjadi isu yang cukup menonjol dalam ekosistem ojol sepanjang 2026.

Pemerintah sebelumnya menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pengemudi Transportasi Online yang antara lain mengatur batas potongan aplikasi.

Sejumlah platform kemudian menyesuaikan kebijakan bagi hasilnya.

Maxim, misalnya, menyatakan menerapkan komisi aplikasi sebesar 8 persen untuk layanan roda dua mulai 1 Juli 2026. Direktur Pengembangan Maxim Indonesia Dirhamsyah mengatakan kebijakan tersebut dilakukan sebagai penyesuaian terhadap regulasi pemerintah. 

"Kami tetap mempertahankan tarif yang terjangkau bagi pengguna serta memberikan peluang penghasilan yang stabil bagi mitra pengemudi," kata Dirhamsyah dalam keterangan yang dikutip ANTARA.

Sementara itu, riset PPPI-INDEF menunjukkan perubahan tarif dapat memengaruhi pola penggunaan.

Dalam data survei yang dipublikasikan INDEF, sebanyak 43,9 persen responden menyatakan akan mengurangi frekuensi penggunaan apabila tarif ojol naik.

Selain itu, 23,4 persen responden menyatakan akan menggunakan transportasi lain, 16,3 persen akan berpindah aplikasi, sedangkan 16,4 persen tetap menggunakan ojol. 

Angka tersebut menunjukkan bahwa kenaikan tarif tidak otomatis membuat seluruh pengguna berhenti menggunakan ojol.

Sebagian memilih menyesuaikan frekuensi pemesanan atau mencari alternatif lain.

Promo bukan satu-satunya alasan pengguna memilih ojol

Minat masyarakat terhadap ojol juga berkaitan dengan karakter layanan yang praktis.

Pengguna dapat memesan kendaraan melalui aplikasi dan mengetahui estimasi biaya sebelum melakukan perjalanan.

Survei PPPI dan INDEF menunjukkan pengguna mempunyai sejumlah pertimbangan ketika memilih layanan ojek online.

Faktor harga, kualitas layanan, kemudahan, serta karakteristik perjalanan menjadi bagian dari pertimbangan dalam menggunakan layanan tersebut. 

Dengan kondisi itu, berkurangnya promo tidak serta-merta menghilangkan permintaan terhadap ojol. Hasil survei yang menunjukkan 71 persen pengguna tetap menggunakan layanan meski promosi berkurang menjadi salah satu indikatornya. 

Namun, angka tersebut bukan berarti seluruh pengguna tidak terpengaruh harga.

Data yang sama menunjukkan tarif tetap mempunyai pengaruh terhadap keputusan penggunaan.

Layanan ojol terus berkembang

Perkembangan layanan pada 2026 juga terlihat dari masuknya pilihan baru di sektor transportasi online.

Salah satunya adalah Green SM yang mulai beroperasi di Jakarta pada 16 September 2026 dengan menggunakan motor listrik.

VinFast Evo dan VinFast Feliz II digunakan untuk mendukung operasional layanan tersebut.

CEO VinFast E-Motorcycle Indonesia Yordan Satriadi mengatakan tarif penukaran baterai ditetapkan Rp6.000 untuk satu kali swap. 

Perkembangan tersebut menunjukkan layanan transportasi berbasis aplikasi tidak hanya bergerak pada model kendaraan berbahan bakar bensin.

Kendaraan listrik juga mulai masuk ke sektor ojol dan menawarkan model operasional berbeda.

Bagi pengguna, bertambahnya pilihan layanan dapat menjadi faktor lain dalam menentukan aplikasi maupun jenis kendaraan yang digunakan.

Persaingan antar-aplikasi ikut memengaruhi pilihan

Selain tarif, persaingan antar-platform juga menjadi bagian dari dinamika pasar.

Perusahaan aplikasi perlu menjaga keseimbangan antara tarif yang dibayar pengguna dengan pendapatan mitra pengemudi.

Maxim pada September 2026, misalnya, menjelaskan program Turbo yang memberikan prioritas lebih tinggi kepada mitra pengemudi selama periode tertentu.

Direktur Pengembangan Maxim Indonesia Dirhamsyah menegaskan program tersebut bersifat pilihan.

"Program Turbo bersifat opsional dan tidak wajib diikuti oleh mitra pengemudi. Mitra yang tidak mengikuti program Turbo tetap dapat menerima orderan dan memperoleh penghasilan sesuai dengan mekanisme standar distribusi pesanan yang berlaku," kata Dirhamsyah dalam keterangan tertulis pada 17 September 2026. 

Maxim juga menyebut evaluasi jumlah mitra dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan permintaan layanan dan keseimbangan antara jumlah pengemudi dengan kebutuhan pengguna. 

Hal tersebut memperlihatkan bahwa jumlah permintaan pengguna menjadi salah satu faktor dalam pengaturan jumlah mitra dan operasional platform.

Perdebatan soal perlindungan pengemudi masih berjalan

Di sisi lain, perkembangan ojol tidak hanya berkaitan dengan pengguna. Status dan perlindungan pengemudi juga masih menjadi pembahasan.

Pada 21 September 2026, Komisi IX DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum bersama sejumlah serikat pekerja dan komunitas pengemudi untuk menyerap masukan dalam penyusunan RUU tentang Perlindungan Ketenagakerjaan.

Salah satu kelompok yang hadir adalah perwakilan Komunitas Ojol Indonesia. 

Sebelumnya, akademisi Universitas Hasanuddin Rizal Pauzi mengatakan aspirasi pengemudi mengenai status kerja tidak seragam.

Sebagian mendorong status sebagai pekerja atau buruh, sementara sebagian lainnya ingin mempertahankan fleksibilitas kerja. 

Perbedaan pandangan tersebut menjadi bagian dari dinamika industri ojol yang terus berkembang, termasuk ketika pemerintah menyusun kebijakan baru mengenai perlindungan pengemudi.

Pendapatan Pengemudi Juga Menjadi Sorotan

Pada September 2026, pembahasan mengenai pendapatan pengemudi kembali muncul setelah adanya kebijakan pembatasan komisi aplikasi.

Serikat Pengemudi Online Indonesia (Sepoi) membantah anggapan bahwa pendapatan pengemudi otomatis meningkat signifikan setelah komisi aplikator dipangkas menjadi 8 persen.

Sekretaris Jenderal Sepoi Einstein Dialektika mengatakan perhitungan pendapatan pengemudi masih berkaitan dengan aturan tarif dan kondisi operasional di lapangan. 

Perbedaan pandangan antara perusahaan aplikasi dan kelompok pengemudi tersebut menunjukkan bahwa perubahan komisi tidak dapat dilihat hanya dari persentase potongan.

Jumlah pesanan, tarif perjalanan, waktu operasional, biaya kendaraan, dan kondisi permintaan juga ikut memengaruhi pendapatan.

Memasuki 23 September 2026, penggunaan ojol masih ditopang oleh kebutuhan mobilitas harian, sementara pengguna tetap memperhatikan harga layanan.

Data survei PPPI-INDEF mengenai ketahanan pengguna ketika promo berkurang, respons terhadap kenaikan tarif, serta perkembangan layanan baru menjadi sejumlah indikator yang menggambarkan kondisi minat penggunaan ojol pada tahun ini.

Berita Terbaru

Muscab XIII GAPENSI Subang 2026, Kang Asep Dorong Jasa Konstruksi Profesional dan Berintegritas

Muscab XIII GAPENSI Subang 2026, Kang Asep Dorong Jasa Konstruksi Profesional dan Berintegritas

Subang16 menit lalu
Peluang Usaha untuk Masyarakat di Sekitar Kawasan Industri Subang

Peluang Usaha untuk Masyarakat di Sekitar Kawasan Industri Subang

Subang58 menit lalu
Uji Kelayakan 25 Calon Dubes RI Digelar DPR, Ini Nama dan Negara Penugasannya

Uji Kelayakan 25 Calon Dubes RI Digelar DPR, Ini Nama dan Negara Penugasannya

Nasional1 jam lalu
Cara Edit Chat yang Sudah Terkirim di WhatsApp, Klik Ini!

Cara Edit Chat yang Sudah Terkirim di WhatsApp, Klik Ini!

Lifestyle1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Bukan di Pusat Kota, Ini Alamat PT BYD Auto Indonesia Subang Beserta Aksesnya

Bukan di Pusat Kota, Ini Alamat PT BYD Auto Indonesia Subang Beserta Aksesnya

Subang1 jam lalu
339 Inovasi Dilombakan di SIF 2026, AKSARA SMPN 3 Blanakan Jadi Juara Umum

339 Inovasi Dilombakan di SIF 2026, AKSARA SMPN 3 Blanakan Jadi Juara Umum

Headline2 jam lalu
7 Rekomendasi Cafe untuk Pekerja dan Karyawan di Subang, Bisa WFA atau Ngopi Sore

7 Rekomendasi Cafe untuk Pekerja dan Karyawan di Subang, Bisa WFA atau Ngopi Sore

Lifestyle2 jam lalu
Minat Masyarakat Terhadap Ojol Masih Kuat? Simak Data dan Perkembangan Terbarunya

Minat Masyarakat Terhadap Ojol Masih Kuat? Simak Data dan Perkembangan Terbarunya

Nasional3 jam lalu
Rumah Warga Patokbeusi Terbakar, BAZNAS Subang Turun Bantu Perbaikan

Rumah Warga Patokbeusi Terbakar, BAZNAS Subang Turun Bantu Perbaikan

Subang3 jam lalu
Wajib Tahu! Cara Buka Blokir BRImo Tanpa ke Bank dan Tips Agar Akun Tetap Aman

Wajib Tahu! Cara Buka Blokir BRImo Tanpa ke Bank dan Tips Agar Akun Tetap Aman

Lifestyle3 jam lalu