Penanganan Pasca Gempa NTT, BNPB Percepat Pengiriman Bantuan untuk Pengungsi

PASUNDANEKSPRES.ID - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat pengiriman bantuan kemanusiaan untuk mendukung penanganan darurat bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui jalur udara dan laut.
Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Dra. Andi Eviana, M.Si., bersama Plt. Direktur Optimasi Jaringan Logistik dan Peralatan BNPB Brigjen TNI Herry berkoordinasi dengan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di Posko TNI AU Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma terkait dukungan operasi penanggulangan bencana gempa di NTT pada Senin (17/8/2026).
Melalui jalur udara, distribusi bantuan dilakukan dari Bandara Halim Perdanakusuma menuju Labuan Bajo dan Maumere.
Sementara distribusi melalui jalur laut dilakukan dari Pelabuhan Tanjung Priok menggunakan KRI menuju sejumlah pelabuhan di NTT, di antaranya Pelabuhan Laurentius di Maumere, Pelabuhan Soekarno-Hatta di Ende, dan Pelabuhan Reo di Manggarai.
Pelaksanaan operasi melalui berbagai moda transportasi tersebut terus diperkuat selama masa tanggap darurat.
Pengiriman bantuan ini diharapkan dapat memperkuat memperkuat pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat yang terdampak, terutama di tengah keterbatasan akses pascagempa.
Tinjau Lokasi Pengungsi Gempa NTT, Kepala BNPB Pastikan Kebutuhan Pengungsi Terpenuhi
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan seluruh kebutuhan dasar pengungsi selama masa darurat terpenuhi dengan baik.
Hal ini disampaikan Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno ketika meninjau langsung lokasi pengungsian warga terdampak gempa bumi M 7,7 Flores di Lapangan Pendidikan Barangkolong, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Senin (17/8/2026).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat selama berada di pengungsian terpenuhi, mulai dari tenda keluarga, tenda serbaguna, peralatan penunjang hingga logistik, segera dilengkapi.
Untuk kebutuhan pangan, BNPB telah berkoordinasi dengan Kementerian Sosial untuk mendukung operasional dapur umum yang akan dikelola oleh Taruna Siaga Bencana (Tagana).
"Kami sudah berkoordinasi dengan Kemensos. Nanti dapur umum akan menyuplai kebutuhan makanan para pengungsi sehari-hari selama di pengungsian,” ucap Suharyanto pada Senin (17/8), dikutip dari pers rilis.
Dukungan pelayanan kesehatan juga diperkuat dengan menambah tenaga kesehatan, obat-obatan serta peralatan medis yang berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan.
Sementara itu, BNPB mencatat jumlah korban meninggal sebanyak 68 orang serta korban luka sebanyak 213 orang pasca gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026).
(inm)
