Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Pernyataan Resmi UNPAR Mengenai Dosen yang Lakukan Pelecehan Seksual

P
Paramitha AuliaEditor: Paramitha Aulia
|16:00 WIB
Bagikan:
Pernyataan Resmi UNPAR Mengenai Dosen yang Lakukan Pelecehan Seksual
Pernyataan Resmi UNPAR Mengenai Dosen yang Lakukan Pelecehan Seksual (Image From: Illustration/Pexels/MART PRODUCTION)

PASUNDAN EKSPRES - Pernyataan resmi UNPAR mengenai dosen yang lakukan pelecehan seksual.

Kabar mengejutkan datang dari ranah pendidikan, di mana media sosial dihebohkan dengan dugaan kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh salah satu oknum dosen Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) berinisial SM.

Adapun kabar tersebut viral di media sosial X. Dalam cuitan yang beredar, SM diduga melakukan pelecehan sampai kekerasan seksual. 

Pernyataan Resmi UNPAR Mengenai Dosen yang Lakukan Pelecehan Seksual

Dilansir dari Instagram @pikiranrakyat, Selasa (14/5), dalam postingan tersebut, beberapa mahasiswi dari Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) mengungkapkan bahwa mereka telah mengalami pelecehan seksual berupa pesan-pesan cabul dan ajakan untuk melakukan hubungan seksual dari pelaku.

Hal ini juga dikonfirmasi oleh pelaku, SM yang dengan tegas mengakui telah melakukan sejumlah tindakan yang diduga sebagai pelecehan seksual.

Terungkap bahwa SM juga merupakan seorang dosen luar biasa di Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR). Tim Satuan Tugas Penanggulangan Kekerasan Seksual (PPKS) UNPAR ikut merespons kasus yang menjadi viral ini.

BACA JUGA: Sopir Bus Putera Fajar Ditetapkan Sebagai Tersangka Kecelakaan Maut di Subang

BACA JUGA: Bocoran Formasi Kabinet Prabowo Gibran Terungkap ke Publik, Menkeu Bukan Sri Mulyani?

"Pada tanggal 9 Mei, unggahan media sosial X melaporkan beragam kasus kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh SM, dosen luar biasa dari Fakultas Filsafat Unpar. Kekerasan seksual tersebut terjadi dalam konteks komunitas kelas filsafat daring (kelas isolasi) yang didirikan oleh yang bersangkutan. Berdasarkan laporan media sosial tersebut, SM diduga melakukan kekerasan seksual di berbagai kelas yang diampunya. Oleh karena itu, kami menghimbau kepada semua pihak, baik sivitas akademika UNPAR (alumni/mahasiswa aktif) maupun masyarakat umum, yang mengalami kekerasan seksual oleh yang bersangkutan untuk segera melaporkannya kepada kami, Satgas PPKS UNPAR," tulis Satgas PPKS UNPAR dalam postingan Instagram resminya, Selasa (14/5). 

Hingga hari ini, dalam postingan terbarunya, Satgas PPKS UNPAR telah mengeluarkan sanksi yang bersangkutan mengenai dugaan kasus kekerasan seksual. 

Dalam pernyataan tertulisnya, Unpar mengumumkan bahwa SM telah dilarang melakukan kegiatan apapun di lingkungan universitas sejak tanggal 13 Mei 2024.

Tindakan ini diambil oleh Unpar dengan tujuan memberikan ruang bagi pelaporan terkait dugaan kasus yang melibatkan dosen mata kuliah Filsafat Sosial dan Politik tersebut.

Satgas PPKS UNPAR juga menuliskan bahwa mereka akan mengawal kasus ini sesuai dengan komitmen UNPAR dalam menjamin keamanan kampus tanpa adanya kekerasan seksual.

Apabila diperlukan, UNPAR juga akan memberikan pendampingan bagi sivitas akademika UNPAR yang menjadi korban tindakan kekerasan seksual yang mencakup pemberian layanan konseling, layanan kesehatan, dan bantuan hukum. 

(ipa)

Berita Terbaru

Kemendagri Siapkan Insentif Rp1 Triliun, MBG Bisa Pengaruhi Penilaian Pemda

Kemendagri Siapkan Insentif Rp1 Triliun, MBG Bisa Pengaruhi Penilaian Pemda

Nasional4 menit lalu
Satreskrim Polres Purwakarta Bongkar Kasus Pemalsuan SLHS SPPG, Pelaku Terancam 15 Tahun Penjara

Satreskrim Polres Purwakarta Bongkar Kasus Pemalsuan SLHS SPPG, Pelaku Terancam 15 Tahun Penjara

Headline14 menit lalu
Jangan Berhenti pada Angka Investasi

Jangan Berhenti pada Angka Investasi

Opini14 menit lalu
Polemik Ijazah Gibran di PTUN: Denny Indrayana Cabut Gugatan hingga Walk Out

Polemik Ijazah Gibran di PTUN: Denny Indrayana Cabut Gugatan hingga Walk Out

Nasional15 menit lalu
ADVERTISEMENT
Daftar HP Samsung Terbaru 2026 Lengkap dengan Spesifikasi dan Harga Oktober

Daftar HP Samsung Terbaru 2026 Lengkap dengan Spesifikasi dan Harga Oktober

Lifestyle11 jam lalu
Mantan Kepala SMPN 2 Ngamprah Wajib Kembalikan Rp 159 Juta dalam 60 Hari

Mantan Kepala SMPN 2 Ngamprah Wajib Kembalikan Rp 159 Juta dalam 60 Hari

Bandung Barat13 jam lalu
Dede Hidayat, Cakades Cijambe Nomor 4 Usung Visi Cijambe Bermartabat

Dede Hidayat, Cakades Cijambe Nomor 4 Usung Visi Cijambe Bermartabat

Subang13 jam lalu
Panitia Pilkades Cibogo Segera Tetapkan DPS

Panitia Pilkades Cibogo Segera Tetapkan DPS

Subang13 jam lalu
BAZNAS dan BPBD Subang Bersinergi, Perkuat Penanganan Bencana dan Bantuan Kemanusiaan

BAZNAS dan BPBD Subang Bersinergi, Perkuat Penanganan Bencana dan Bantuan Kemanusiaan

Subang13 jam lalu
Manfaatkan Waktu Istirahat, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang Bermain Bola Bersama Siswa SDN Bukanagara

Manfaatkan Waktu Istirahat, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang Bermain Bola Bersama Siswa SDN Bukanagara

Subang13 jam lalu