Presiden Prabowo Minta Ungkap Modus Karhutla yang Diduga Diubah Menjadi Kebun Sawit

PASUNDANEKSPRES.ID - Lahan yang sebelumnya terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan diduga sengaja dibakar untuk kemudian dialihkan menjadi area perkebunan kelapa sawit. Dugaan modus karhutla tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas mengenai penanganan bencana yang digelar secara daring.
Suharyanto menyebut modus karhutla berupa pembakaran hutan secara sengaja terpantau cukup jelas di lapangan. Selain menemukan dugaan perubahan fungsi lahan pascakebakaran menjadi perkebunan sawit di Kalimantan Barat, aparat juga mengamankan pelaku pembakaran lahan di Jambi. Pelaku tersebut mengaku mendapat bayaran sebesar Rp500 ribu untuk melakukan pembakaran.
"Dan memang di lapangan betul sekali memang ada upaya-upaya kesengajaan dengan cara membakar. Kami menangkap di Jambi ada pelaku pembakaran hutan dan memang disuruh dengan uang hanya Rp500 ribu. Diberi uang, dan kemudian di Kalimantan Barat terlihat di gambar lokasi yang baru saja terbakar, belum selesai kebakarannya di tempat lain, lokasi itu sudah berubah jadi rencana penanaman pohon sawit," ujar Suharyanto dikutip dari idntimes.com (8/9/2026).
Menanggapi laporan mengenai modus karhutla tersebut, Presiden Prabowo meminta agar informasi lengkap mengenai perusahaan yang diduga terlibat segera disampaikan kepadanya. Ia juga menegaskan akan mengambil tindakan tegas terhadap korporasi yang terbukti melakukan perusakan lingkungan demi kepentingan bisnis.
Berdasarkan catatan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), sejumlah laporan mengenai karhutla telah ditindaklanjuti dan ratusan orang telah ditetapkan sebagai tersangka.
"200 laporan yang kami proses, ada 138 tersangka yang kita amankan, 119 sengaja dan 18 lalai, kemudian ada 8 korporasi yang kami proses kemudian kami juga sedang melakukan pendalaman terhadap 18 perushaan dan 42 perusahaan yang saat ini diberikan sanksi administrasi pembekuan atau pencabutan izin apakah mereka melakukan pidana, kalau memang nanti mereka melakukan pidana, maka kami akan proses, jadi angka ini akan terus bergerak, bertambah disesuaikan dengan tim yang terus bergerak di lapangan," ucap dia.
Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo juga meminta agar identitas perusahaan yang diduga terlibat dalam modus karhutla segera dilaporkan kepadanya.
"Saya tertarik juga habis kebakaran langsung jadi lahan perkebunan dalam waktu yang sangat singkat, jadi ini benar-benar kesenagajaan, apakah ini rakyat atau korporasi?" kata Prabowo.
"Tolong diselidiki terus dan saya minta segera nama-nama korporasi itu sampai ke saya, 8 maupun yang 18," sambungnya.
Prabowo mengatakan dirinya akan meminta Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, serta Satgas PKH untuk mengevaluasi perusahaan yang terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan. Jika ditemukan pelanggaran, izin usaha perusahaan tersebut dapat dicabut.
"Dan nanti akan saya mnta mungkin Menteri Kehutanan, ATR dan juga Satgas PKH untuk menilai, kalau perlu kita segera cabut semuanya, semua izin-izinnya kita cabut, HGU-nya, dan sebagainya, ini sudah kelewatan, saay ingin tahu benar-benar korporasi itu milik siapa," ujar Prabowo.
