Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Presiden Prabowo Minta Ungkap Modus Karhutla yang Diduga Diubah Menjadi Kebun Sawit

D
Dobi MaulanaEditor: Dobi Maulana
|13:48 WIB
Bagikan:
Presiden Prabowo Minta Ungkap Modus Karhutla yang Diduga Diubah Menjadi Kebun Sawit
Presiden Prabowo Subianto didampingi Mendagri Tito Karnavian meninjau langsung penanganan karhutla di Desa Limbung, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu (22/8/2026). (Foto: Dok. Kemendagri)

PASUNDANEKSPRES.ID - Lahan yang sebelumnya terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan diduga sengaja dibakar untuk kemudian dialihkan menjadi area perkebunan kelapa sawit. Dugaan modus karhutla tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas mengenai penanganan bencana yang digelar secara daring.

Suharyanto menyebut modus karhutla berupa pembakaran hutan secara sengaja terpantau cukup jelas di lapangan. Selain menemukan dugaan perubahan fungsi lahan pascakebakaran menjadi perkebunan sawit di Kalimantan Barat, aparat juga mengamankan pelaku pembakaran lahan di Jambi. Pelaku tersebut mengaku mendapat bayaran sebesar Rp500 ribu untuk melakukan pembakaran.

"Dan memang di lapangan betul sekali memang ada upaya-upaya kesengajaan dengan cara membakar. Kami menangkap di Jambi ada pelaku pembakaran hutan dan memang disuruh dengan uang hanya Rp500 ribu. Diberi uang, dan kemudian di Kalimantan Barat terlihat di gambar lokasi yang baru saja terbakar, belum selesai kebakarannya di tempat lain, lokasi itu sudah berubah jadi rencana penanaman pohon sawit," ujar Suharyanto dikutip dari idntimes.com (8/9/2026).

Menanggapi laporan mengenai modus karhutla tersebut, Presiden Prabowo meminta agar informasi lengkap mengenai perusahaan yang diduga terlibat segera disampaikan kepadanya. Ia juga menegaskan akan mengambil tindakan tegas terhadap korporasi yang terbukti melakukan perusakan lingkungan demi kepentingan bisnis.

Berdasarkan catatan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), sejumlah laporan mengenai karhutla telah ditindaklanjuti dan ratusan orang telah ditetapkan sebagai tersangka.

"200 laporan yang kami proses, ada 138 tersangka yang kita amankan, 119 sengaja dan 18 lalai, kemudian ada 8 korporasi yang kami proses kemudian kami juga sedang melakukan pendalaman terhadap 18 perushaan dan 42 perusahaan yang saat ini diberikan sanksi administrasi pembekuan atau pencabutan izin apakah mereka melakukan pidana, kalau memang nanti mereka melakukan pidana, maka kami akan proses, jadi angka ini akan terus bergerak, bertambah disesuaikan dengan tim yang terus bergerak di lapangan," ucap dia.

Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo juga meminta agar identitas perusahaan yang diduga terlibat dalam modus karhutla segera dilaporkan kepadanya.

"Saya tertarik juga habis kebakaran langsung jadi lahan perkebunan dalam waktu yang sangat singkat, jadi ini benar-benar kesenagajaan, apakah ini rakyat atau korporasi?" kata Prabowo.

"Tolong diselidiki terus dan saya minta segera nama-nama korporasi itu sampai ke saya, 8 maupun yang 18," sambungnya.

Prabowo mengatakan dirinya akan meminta Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, serta Satgas PKH untuk mengevaluasi perusahaan yang terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan. Jika ditemukan pelanggaran, izin usaha perusahaan tersebut dapat dicabut.

"Dan nanti akan saya mnta mungkin Menteri Kehutanan, ATR dan juga Satgas PKH untuk menilai, kalau perlu kita segera cabut semuanya, semua izin-izinnya kita cabut, HGU-nya, dan sebagainya, ini sudah kelewatan, saay ingin tahu benar-benar korporasi itu milik siapa," ujar Prabowo.

Berita Terbaru

Gelar Aksi Peduli Sesama, Kementerian ATR/BPN Selenggarakan HANTARU Peduli Lewat Donor Darah

Gelar Aksi Peduli Sesama, Kementerian ATR/BPN Selenggarakan HANTARU Peduli Lewat Donor Darah

Nasional48 menit lalu
Bukan Cuma Gaspol! Honda Bawa CRF150L ke TRABAS Merdeka 23, Jalur Tanah Jadi Panggung Adventure

Bukan Cuma Gaspol! Honda Bawa CRF150L ke TRABAS Merdeka 23, Jalur Tanah Jadi Panggung Adventure

Nasional52 menit lalu
Leo/Daniel Sumbang Emas, Ini Total Raihan Medali Badminton Indonesia di Asian Games 2026

Leo/Daniel Sumbang Emas, Ini Total Raihan Medali Badminton Indonesia di Asian Games 2026

Olahraga1 jam lalu
Hendra Purnawan Ungkap Kriteria Sekda Subang Ideal, Integritas dan Kemampuan Manajerial Jadi Sorotan

Hendra Purnawan Ungkap Kriteria Sekda Subang Ideal, Integritas dan Kemampuan Manajerial Jadi Sorotan

Subang1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Ketua TP PKK Subang Hadiri HKG PKK ke-54 Tingkat Jawa Barat di Gedung Pakuan

Ketua TP PKK Subang Hadiri HKG PKK ke-54 Tingkat Jawa Barat di Gedung Pakuan

Subang1 jam lalu
Kasomalang Pride Tembus Persib U-18, Taofik Kaka Jadi Penjaga Gawang Maung Ngora

Kasomalang Pride Tembus Persib U-18, Taofik Kaka Jadi Penjaga Gawang Maung Ngora

Subang1 jam lalu
Unit PPA Polres Subang Lakukan Pemeriksaan pada Dugaan Oknum Guru Rekam Bagian Rok Siswi di Sekolah

Unit PPA Polres Subang Lakukan Pemeriksaan pada Dugaan Oknum Guru Rekam Bagian Rok Siswi di Sekolah

Subang1 jam lalu
Mobil Eropa Rp170 Jutaan Bikin Geger, Mesin Turbo Tapi Klaim BBM Tembus 21 Km/L

Mobil Eropa Rp170 Jutaan Bikin Geger, Mesin Turbo Tapi Klaim BBM Tembus 21 Km/L

Nasional1 jam lalu
Tak Banyak Jeda, Program Ambulans Udara Prabowo Mulai Diuji Coba di Pesisir Barat

Tak Banyak Jeda, Program Ambulans Udara Prabowo Mulai Diuji Coba di Pesisir Barat

Nasional2 jam lalu
Bansos Beras 30 kg Bakal Cair Periode Oktober - Desember 2026, Ini Cara Cek Penerimanya

Bansos Beras 30 kg Bakal Cair Periode Oktober - Desember 2026, Ini Cara Cek Penerimanya

Lifestyle2 jam lalu