Program Digitalisasi Bansos Bakal Meluncur Oktober 2026, Ini Skemanya

PASUNDANEKSPRES.ID - Pemerintah tengah menyiapkan skema baru penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui digitalisasi bansos yang akan diluncurkan pada Oktober 2026.
Selama ini, data bansos belum terintegrasi secara optimal, sehingga masih terjadi duplikasi data dan ketidaktepatan sasaran penerima bantuan. Melalui sistem digital, penyaluran bansos diharapkan lebih transparan, cepat, dan adil.
Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah. Luhut Binsar Pandjaitan, memastikan sebanyak 50 juta warga miskin akan terdata dalam sistem perlindungan sosial (perlinsos) berbasis digital.
"Masyarakat termiskin yang ada tadi 50 juta ya, 50 juta itu sudah pasti akan diberikan," ucap Luhut dalam konferensi pers di kantor Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Jakarta pada Kamis (10/9/2026).
Luhut menerangkan, pihaknya masih melakukan penyempurnaan sebelum sistem diresmikan secara luas kepada masyarakat. Ia menargetkan program digitalisasi bansos akan diluncurkan secara nasional pada Oktober 2026.
"Kami sudah rancang pada bulan Oktober, minggu ketiga kami akan bisa roll out. Saya berharap pada waktu Presiden (Prabowo Subianto) roll out bulan Oktober, hampir tidak ada masalah yang serius," ujarnya.
Menurut Luhut, digitalisasi bansos diharapkan dapat mengatasi persoalan ketidaktepatan sasaran penerima bantuan atau exclusion error dalam penyaluran bantuan sosial di Indonesia.
Jika sebelumnya penyaluran bantuan menggunakan skema subsidi berbasis produk, sistem bansos digital ini direncanakan akan disalurkan ke penerima bantuan melalui rekening yang nantinya dibuatkan pemerintah.
"Mereka harus (penerima bantuan) punya bank account, karena nanti kami tidak subsidi produk lagi, tapi subsidi langsung diberikan kepada rakyat, ke bank account dari rakyat," tambah Luhut.
Luhut menargetkan uji coba digitalisasi bansos atau bansos digital akan direalisasikan pada kuartal I tahun 2027 mendatang.
"Pendistribusian kami uji coba nanti pada kuartal I tahun depan. Jadi, tahun ini kami menyelesaikan semua data ini supaya lebih tertib. Karena selama ini banyak sekali, 50 persen, itu off target sebenarnya," katanya.
Apa Itu Perlinsos Digital?
Sebagai informasi, pemerintah membangun Perlinsos Digital yang merupakan sistem bansos digital terintegrasi pertama di Indonesia berbasis Digital Public Infrastructure (DPI).
Sistem ini memungkinkan warga untuk mendaftar bantuan sosial, memverifikasi kelayakan mereka, dan mengajukan sanggah atas data yang tidak sesuai.
Melalui sistem ini, masyarakat dapat melakukan pengecekan atau mengajukan bantuan secara mandiri menggunakan NIK (Nomor Induk Kependudukan).
Selain itu, masyarakat juga dapat mengajukan sanggahan jika diperlukan dalam sistem yang sama serta terhubung langsung ke data nasional secara real-time.
(inm)
