Respons SBY soal Politik Indonesia Usai Isu Penyadapan, Prabowo Diingatkan Amanah Rakyat

PASUNDANEKSPRES.ID - Respons SBY soal politik Indonesia muncul di tengah polemik dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto. Mantan Presiden ke-6 Republik Indonesia tersebut menyampaikan kegelisahannya melihat kondisi politik nasional yang dinilai semakin liar.
Ia bahkan mengkhawatirkan masyarakat akan merasa takut dan tidak tenteram hidup di negaranya sendiri. SBY menilai upaya mendapatkan kekuasaan politik seolah dapat dilakukan melalui berbagai cara tanpa mempertimbangkan nilai moral.
Baginya, persaingan politik tidak seharusnya membuat tindakan yang baik dan buruk, maupun yang bermoral dan tidak bermoral, diperlakukan sama demi mencapai tujuan tertentu.
Kegelisahan tersebut disampaikan SBY melalui pesan yang berisi kritik terhadap kondisi kehidupan politik di Indonesia. Ia mempertanyakan bagaimana perebutan kekuasaan bisa berjalan tanpa batas etika, terlebih jika situasi itu berpotensi mengganggu rasa aman masyarakat.
"Kok jadi begini negara kita. Kok begini liar politik kita. Sepertinya untuk mendapatkan kekuasaan (political power) cara apapun dibenarkan. Tidak peduli baik atau buruk. Bermoral atau tidak bermoral. Saya khawatir kalau akhirnya rakyat merasa takut dan tidak tenteram hidup di negaranya sendiri," tulis SBY.
Pernyataan SBY soal politik Indonesia tersebut juga memperlihatkan kekhawatirannya terhadap dampak persaingan politik yang tidak sehat. Ia tidak ingin masyarakat menjadi pihak yang ikut menanggung akibat ketika etika dan tanggung jawab justru dikesampingkan dalam upaya mempertahankan atau memperoleh kekuasaan.
Respons SBY soal Politik Indonesia, Sampaikan Permohonan kepada Prabowo
Respons SBY soal politik Indonesia kemudian berlanjut pada pesan khusus untuk Presiden Prabowo. Ia meminta kepala negara menghidupkan kembali politik yang berkeadaban agar kehidupan politik nasional tetap menjunjung moral dan kepatutan.
Sebagai warga negara yang mencintai Indonesia, SBY menyampaikan permohonan tersebut secara terbuka. Ia menyebut upaya mengembalikan politik yang beradab sebagai panggilan sejarah sekaligus amanah rakyat yang perlu dijalankan oleh Prabowo.
"Sebagai warga bangsa yang sangat mencintai negeri ini, seperti juga warga negara Indonesia yang lain, saya bermohon kepada Presiden Prabowo untuk menghidupkan kembali politik yang berkeadaban. Ini panggilan sejarah. Ini amanah rakyat," tulisnya.
SBY juga mendoakan agar Tuhan memberikan kekuatan dan tuntunan kepada Prabowo dalam menjalankan misi tersebut. Pesan ini menempatkan persoalan etika politik sebagai salah satu hal yang perlu mendapat perhatian dalam kepemimpinan nasional.
Warganet Singgung MBG hingga Harga Kebutuhan
Pesan SBY turut mendapat beragam tanggapan dari pengguna media sosial. Sebagian warganet mengaitkan pembicaraan mengenai politik dengan persoalan lain yang dianggap lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, terutama kebijakan pemerintah dan kondisi ekonomi.
Salah satu pengguna menuliskan sejumlah tuntutan masyarakat, mulai dari penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes), penyelesaian karhutla serta bencana lainnya, penurunan harga kebutuhan, kelancaran pasokan BBM, hingga penyediaan lapangan kerja.
Komentar lain mempertanyakan mengapa SBY tidak menyampaikan pernyataan serupa ketika terjadi kebakaran hutan dan lahan maupun kasus keracunan massal yang dikaitkan dengan program MBG. Mereka menilai persoalan tersebut juga menyangkut keselamatan masyarakat.
"Kok ga ngetweet Pak saat kejadian pembakaran hutan (karhutla) ?? Kejadian Keracunan massal MBG?? Apa isu-isu ini tidak sepenting yg skrg???" @**m**i**dam**
Kritik berbeda datang dari pengguna yang menghubungkan pernyataan SBY tentang perebutan kekuasaan dengan dukungannya terhadap pasangan Prabowo-Gibran pada Pilpres sebelumnya. Komentar itu menyinggung polemik batas usia pencalonan wakil presiden yang sempat menjadi perdebatan publik.
"Maaf Pak, saya garis bawahi kalimat Anda "untuk mendapatkan kekuasaan (political power) cara apapun dibenarkan". Anda juga termasuk ikut bersalah.
Sudah jelas² Gibran gak lolos umurnya tapi dgn kekuatan paman, akhirnya bisa nyalon dan Anda jadi pendukungnya Pra-Gib di Pilpres." @**mn**
Beragam respons tersebut memperlihatkan bahwa pesan SBY diterima melalui sudut pandang yang berbeda. Ada yang menanggapi persoalan etika politik, sementara lainnya mengangkat kebijakan pemerintah, harga kebutuhan, dan penanganan bencana.
Pernyataan SBY soal politik Indonesia pun kembali mengarah pada pesan utamanya kepada Prabowo: menghidupkan politik yang berkeadaban. Ia berharap kekuasaan tidak dijalankan dengan mengabaikan moral, sehingga rakyat dapat hidup aman dan tenteram di negaranya sendiri.
(pm)
