Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Ribuan Titik Panas Berkurang, Hotspot Karhutla di Indonesia Masih Perlu Diwaspadai

P
Putri MelaniaEditor: Putri Melania
|09:45 WIB
Bagikan:
Ribuan Titik Panas Berkurang, Hotspot Karhutla di Indonesia Masih Perlu Diwaspadai
Gambar: Peta hotspot karhutla di Indonesia dengan tingkat kepercayaan tertinggi. (Sumber: SiPongi, Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan - Kementerian Kehutanan)

PASUNDANEKSPRES.ID - Peta kebakaran hutan dan lahan di Indonesia memperlihatkan perubahan cukup besar dalam pemantauan terbaru. Setelah sempat mencatat lebih dari seribu titik panas, jumlah hotspot karhutla di Indonesia kini berada di bawah 400 titik.

Namun, penurunan secara nasional ini tidak terjadi secara merata karena Sumatera Selatan justru mengalami peningkatan. 

Catatan Sistem Pemantauan Karhutla (SiPongi) Kementerian Kehutanan menunjukkan terdapat 317 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi hingga Sabtu (24/10/2026) pukul 21.00 WIB.

Jumlah tersebut jauh lebih rendah dibandingkan data sehari sebelumnya yang mencapai 1.336 titik. Artinya, terdapat pengurangan sebanyak 1.019 titik panas dalam rentang satu hari.

Meski demikian, kondisi antardaerah masih berbeda. Sejumlah provinsi di Kalimantan dan Sumatera mencatat penurunan, sementara Sumatera Selatan bergerak ke arah sebaliknya.

Data SiPongi tersebut dihimpun melalui pengamatan satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20. Hasil pemantauan ini memberikan gambaran mengenai persebaran indikasi panas yang perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan di lokasi.

Perubahan jumlah hotspot di beberapa provinsi tercatat sebagai berikut:

  • Kalimantan Tengah: dari 785 menjadi 60 titik.
  • Kalimantan Barat: dari 184 menjadi 55 titik.
  • Jambi: dari 46 menjadi 9 titik.
  • Sumatera Selatan: dari 58 meningkat menjadi 102 titik.
  • Kalimantan Selatan: tidak mencatat hotspot berkepercayaan tinggi.
  • Riau: tidak mencatat hotspot berkepercayaan tinggi.

Kenaikan di Sumatera Selatan menjadi kondisi yang berbeda di tengah penurunan angka dari sejumlah wilayah lain. Sebanyak 102 titik panas tercatat di provinsi tersebut, lebih tinggi dibandingkan hasil pemantauan sebelumnya.

Penurunan Hotspot Karhutla di Indonesia

Angka yang lebih rendah dalam laporan hotspot karhutla nasional belum cukup untuk menyimpulkan bahwa kebakaran telah sepenuhnya terkendali. 

Pemantauan satelit masih perlu dicocokkan dengan keadaan sebenarnya di lapangan. Titik panas yang terdeteksi harus diperiksa petugas melalui pengecekan langsung atau groundcheck.

Pemeriksaan ini membantu memastikan kondisi lokasi, termasuk apakah masih terdapat api aktif maupun bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Kawasan gambut menjadi salah satu wilayah yang membutuhkan penanganan lebih teliti. Api dapat bertahan di lapisan bawah permukaan tanah sehingga proses pemadaman tidak cukup hanya dilakukan pada bagian yang terlihat terbakar.

Untuk mengantisipasi kebakaran berulang, Manggala Agni Kementerian Kehutanan melanjutkan operasi bersama TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, Masyarakat Peduli Api, dan pelaku usaha. Kegiatan di lapangan mencakup pemadaman, pembasahan area terdampak, pendinginan, hingga patroli di kawasan rawan.

Dukungan udara juga disiapkan melalui 49 unit armada. Rinciannya terdiri dari:

  • 32 unit pesawat untuk operasi pengeboman air atau *water bombing.
  • 17 unit untuk patroli udara dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Penanganan tidak hanya diarahkan untuk menghentikan api. Kementerian Kehutanan juga memperkuat perlindungan satwa liar yang habitatnya terdampak kebakaran.

Perubahan data terbaru memperlihatkan bahwa penurunan hotspot karhutla di Indonesia masih menyisakan pekerjaan di sejumlah daerah. Sumatera Selatan yang mencatat kenaikan 44 titik dibandingkan hari sebelumnya menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapat pemantauan lanjutan.

(pm)

Berita Terbaru

Izin Tambang Subang Selatan Dihentikan, Bupati Reynaldy Soroti Krisis Air Bersih

Izin Tambang Subang Selatan Dihentikan, Bupati Reynaldy Soroti Krisis Air Bersih

Subang9 menit lalu
Mahakam Investment Forum 2026 Kembali Digelar di IKN, Hadirkan Sharing Session Investor Pelopor dan Delegasi Internasional

Mahakam Investment Forum 2026 Kembali Digelar di IKN, Hadirkan Sharing Session Investor Pelopor dan Delegasi Internasional

Nasional19 menit lalu
Wartawan dari Bandung hingga Papua Ikuti UKW Kompas dan Google, 28 Orang Lulus

Wartawan dari Bandung hingga Papua Ikuti UKW Kompas dan Google, 28 Orang Lulus

Jawa Barat21 menit lalu
Cara Mendapatkan Hidup Lebih Tenang dengan Melepaskan 5 Beban Ini

Cara Mendapatkan Hidup Lebih Tenang dengan Melepaskan 5 Beban Ini

Lifestyle27 menit lalu
ADVERTISEMENT
KAI Siapkan GAPEKA Baru, Perubahan Grafik Perjalanan Kereta Api Pengaruhi Jadwal Desember

KAI Siapkan GAPEKA Baru, Perubahan Grafik Perjalanan Kereta Api Pengaruhi Jadwal Desember

Nasional32 menit lalu
Satlantas Polres Subang Gelar Operasi Patuh Lodaya 2026, Catat Tanggalnya!

Satlantas Polres Subang Gelar Operasi Patuh Lodaya 2026, Catat Tanggalnya!

Subang36 menit lalu
Jadwal Persib Bandung vs Melbourne Victory di ACL Two 2026, Catat Tanggal dan Jam Kick-Off!

Jadwal Persib Bandung vs Melbourne Victory di ACL Two 2026, Catat Tanggal dan Jam Kick-Off!

Olahraga46 menit lalu
Progres Pekerjaan Bidang SDA PUPR Subang Capai 95 Persen

Progres Pekerjaan Bidang SDA PUPR Subang Capai 95 Persen

Headline54 menit lalu
RI Pangkas Ekspor Gas, Singapura Minta Komitmen Kontrak Tetap Dipenuhi

RI Pangkas Ekspor Gas, Singapura Minta Komitmen Kontrak Tetap Dipenuhi

Nasional58 menit lalu
Ribuan Titik Panas Berkurang, Hotspot Karhutla di Indonesia Masih Perlu Diwaspadai

Ribuan Titik Panas Berkurang, Hotspot Karhutla di Indonesia Masih Perlu Diwaspadai

Nasional1 jam lalu