Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Serba-serbi Kasus Korupsi Pakan Satwa Kebun Binatang Surabaya Rp10,2 M

D
Dobi MaulanaEditor: Dobi Maulana
|18:17 WIB
Bagikan:
Serba-serbi Kasus Korupsi Pakan Satwa Kebun Binatang Surabaya Rp10,2 M
Mantan Direktur Utama Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PD TS KBS) Choirul Anwar (CA) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi anggaran perusahaan sebesar Rp10,2 M pada periode 2016-2024 oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim).

PASUNDANEKSPRES.ID - Mantan Direktur Utama Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PD TS KBS) Choirul Anwar (CA) telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi anggaran perusahaan sebesar Rp10,2 M pada periode 2016-2024 oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim).

Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jatim I Gede Punia Atmaja mengatakan penetapan tersangka itu berdasarkan Surat Perintah Penetapan Tersangka Nomor TAP-863/M.5/Fd.2/07/2026 tanggal 21 Juli 2026.

"Kami menetapkan satu orang tersangka, yaitu atas nama inisial CA selaku Direktur Utama Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya," kata Gede di Kejati Jatim, Selasa (21/7) malam.

Modus korupsi pakan ternak

Gede menjelaskan CA menjabat sebagai Direktur Utama PD TS KBS periode 2016 hingga 2024.

Selama menjabat, tersangka diduga menyalahgunakan kewenangan dengan menggunakan uang anggaran perusahaan buat pengeluaran yang tidak sesuai peruntukan dan bersifat fiktif, termasuk untuk kepentingan pribadi.

"Perbuatan ini telah mengakibatkan kerugian keuangan negara yaitu PD TS KBS kurang lebih sebesar Rp10.209.664.735,60. Hal ini adalah berdasarkan hasil perhitungan sementara dengan BPKP Provinsi Jawa Timur," ujarnya.

Dalam melancarkan dugaan kejahatan kerah putihnya, CA disebut melakukan modus penggelembungan (mark up) anggaran pakan satwa.

Dari total kerugian negara sekitar Rp10,2 miliar, Gede menyebut sekitar Rp7,4 miliar di antaranya digunakan CA untuk kepentingan pribadi.

"Ya, dari Rp10,2 miliar ini ada sekitar Rp7,4 miliar dipergunakan untuk kepentingan pribadi. Nanti kami sampaikan tapi kita bisa sudah dapatkan bukti-bukti, kita sudah drive, nah itu juga digunakan untuk kepentingan pribadi," ujarnya.

Dampak terhadap hewan di KBS

Atas dugaan perbuatan rasuash itu, selain merugikan keuangan negara, dugaan korupsi yang dilakukan CA itu juga berdampak pada kondisi Kebun Binatang Surabaya yang tidak terawat dengan baik.

"Selain merugikan kerugian keuangan negara juga ini membuat wahana Kebun Binatang Surabaya yang kita cintai ini menjadi tidak berkembang karena yaitu dalam pengelolaan keuangannya yang mengakibatkan bahwa fasilitas tidak terawat dengan baik, kotor, rusak, kemudian hewan-hewan juga berdampak pada kurang sehat, kemudian kurus, cenderung mati, dan tidak terdapat perawatan yang baik," ujar dia.

Terpisah, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengonfirmasi dugaan korupsi anggaran perusahaan yang dilakukan CA ini ternyata sampai berdampak ke kesehatan satwa di KBS.

Politikus PDIP ini pun memastikan tidak ada satwa yang mengalami masalah kesehatan atau kematian akibat dugaan korupsi tersebut sejak 2024.

"Jadi, alhamdulillah sejak tahun 2024 itu tidak terjadi [kematian satwa]. 2023 akhir, 2024, 2025 tidak terjadi. Karena apa, karena sudah diawasi ya," katanya di Balai Kota Surabaya, Rabu kemarin.

22 saksi diperiksa

Gede menyebut dalam proses penyelidikan dan penyidikan, Kejati Jatim telah memeriksa 22 orang saksi. Kini pihaknya pun masih mendalami dugaan keterlibatan pihak lain dalam kasus ini.

Gede mengakui proses penyelidikan kasus ini berlangsung cukup lama karena mencakup rentang waktu sembilan tahun.

"Jadi ini dari 2017 kan kita laksanakan pemeriksaan untuk 2024 ini kan. Ini dari 2016 sampai 2024. Jadi untuk sementara ya, nanti kita update lagi nanti," ucapnya.

Jeratan pasal

Atas perbuatannya, CA disangkakan melanggar Pasal 603 primair dan Pasal 604 subsidair KUHP sebagaimana diubah dengan UU 1/2026 tentang Penyesuaian Pidana, juncto Pasal 20 huruf a dan huruf c juncto Pasal 126 ayat (1) UU KUHP, juncto Pasal 18 UU Tipikor.

CA saat ini telah ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Klas I Surabaya cabang Kejaksaan Tinggi Jawa Timur selama 20 hari, terhitung sejak 21 Juli 2026 hingga 9 Agustus 2026. (ALAZIS)

Berita Terbaru

Daftar Drama Korea Tayang Oktober 2026, Ada Doctor X

Daftar Drama Korea Tayang Oktober 2026, Ada Doctor X

Lifestyle1 jam lalu
Gelar Aksi Peduli Sesama, Kementerian ATR/BPN Selenggarakan HANTARU Peduli Lewat Donor Darah

Gelar Aksi Peduli Sesama, Kementerian ATR/BPN Selenggarakan HANTARU Peduli Lewat Donor Darah

Nasional1 jam lalu
Bukan Cuma Gaspol! Honda Bawa CRF150L ke TRABAS Merdeka 23, Jalur Tanah Jadi Panggung Adventure

Bukan Cuma Gaspol! Honda Bawa CRF150L ke TRABAS Merdeka 23, Jalur Tanah Jadi Panggung Adventure

Nasional1 jam lalu
Leo/Daniel Sumbang Emas, Ini Total Raihan Medali Badminton Indonesia di Asian Games 2026

Leo/Daniel Sumbang Emas, Ini Total Raihan Medali Badminton Indonesia di Asian Games 2026

Olahraga2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Hendra Purnawan Ungkap Kriteria Sekda Subang Ideal, Integritas dan Kemampuan Manajerial Jadi Sorotan

Hendra Purnawan Ungkap Kriteria Sekda Subang Ideal, Integritas dan Kemampuan Manajerial Jadi Sorotan

Subang2 jam lalu
Ketua TP PKK Subang Hadiri HKG PKK ke-54 Tingkat Jawa Barat di Gedung Pakuan

Ketua TP PKK Subang Hadiri HKG PKK ke-54 Tingkat Jawa Barat di Gedung Pakuan

Subang2 jam lalu
Kasomalang Pride Tembus Persib U-18, Taofik Kaka Jadi Penjaga Gawang Maung Ngora

Kasomalang Pride Tembus Persib U-18, Taofik Kaka Jadi Penjaga Gawang Maung Ngora

Subang2 jam lalu
Unit PPA Polres Subang Lakukan Pemeriksaan pada Dugaan Oknum Guru Rekam Bagian Rok Siswi di Sekolah

Unit PPA Polres Subang Lakukan Pemeriksaan pada Dugaan Oknum Guru Rekam Bagian Rok Siswi di Sekolah

Subang2 jam lalu
Mobil Eropa Rp170 Jutaan Bikin Geger, Mesin Turbo Tapi Klaim BBM Tembus 21 Km/L

Mobil Eropa Rp170 Jutaan Bikin Geger, Mesin Turbo Tapi Klaim BBM Tembus 21 Km/L

Nasional3 jam lalu
Tak Banyak Jeda, Program Ambulans Udara Prabowo Mulai Diuji Coba di Pesisir Barat

Tak Banyak Jeda, Program Ambulans Udara Prabowo Mulai Diuji Coba di Pesisir Barat

Nasional3 jam lalu