Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Tak Hanya Bertemu Putin, Hasil Kunjungan Prabowo ke Rusia Buka Peluang Kerja Sama Baru

P
Putri MelaniaEditor: Putri Melania
|15:00 WIB
Bagikan:
Tak Hanya Bertemu Putin, Hasil Kunjungan Prabowo ke Rusia Buka Peluang Kerja Sama Baru
Foto: Presiden Prabowo bertemu secara bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026). (Foto: BPMI Setpres)

PASUNDANEKSPRES.ID - Hasil kunjungan Prabowo ke Rusia pada awal September 2026 terlihat dari sejumlah peluang kerja sama yang dibahas langsung bersama Vladimir Putin.

Lawatan Presiden Prabowo ke Vladivostok pada 1-4 September 2026 bukan sekadar menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperluas hubungan Indonesia-Rusia di sejumlah sektor strategis.

Pertemuan Prabowo dan Putin pada 3 September menjadi salah satu agenda utama dalam lawatan tersebut. Keduanya membicarakan berbagai kepentingan, mulai dari perdagangan, energi, teknologi, industri, pertanian hingga maritim.

Rangkaian agenda itu membuat kunjungan Prabowo kali ini tidak berhenti pada pertemuan diplomatik. 

Sejumlah peluang investasi dan kerja sama turut dijajaki, termasuk rencana Pupuk Indonesia mempelajari peluang pembangunan pabrik pupuk urea di Vladivostok.

Hasil Kunjungan Prabowo ke Rusia

Lantas, apa saja hasil kunjungan Prabowo ke Rusia dan kerja sama apa yang berpotensi ditindaklanjuti Indonesia?

1. Rusia Sebut Indonesia sebagai Mitra Penting

Hubungan Indonesia dan Rusia menjadi salah satu topik utama ketika Prabowo bertemu Putin di sela agenda EEF ke-11.

Putin menyebut Indonesia sebagai salah satu mitra penting Rusia di kawasan Asia-Pasifik. 

Putin juga menyoroti pertumbuhan perdagangan Rusia dan Indonesia. Menurutnya, nilai perdagangan kedua negara meningkat sekitar 12 persen sepanjang 2025.

Pertumbuhan itu menjadi modal bagi kedua negara untuk membuka ruang kerja sama yang lebih besar. 

2. Prabowo Ingin Nilai Perdagangan Digandakan

Prabowo juga mendorong agar perdagangan Indonesia-Rusia tidak berhenti pada capaian yang sudah ada.

Mengutip keterangan Sekretariat Kabinet RI, nilai perdagangan kedua negara disebut telah mendekati US$5 miliar pada 2025.

Presiden kemudian mendorong agar angka tersebut dapat ditingkatkan hingga dua kali lipat.

Target tersebut dikaitkan dengan periode peninjauan pertama Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Eurasian Economic Union atau Indonesia-EAEU Free Trade Agreement.

Bagi Indonesia, peningkatan perdagangan bukan sekadar mengejar angka. Perjanjian perdagangan diharapkan membuka akses pasar yang lebih luas sekaligus memberi ruang bagi produk Indonesia untuk masuk ke kawasan Eurasia.

Di sisi lain, Rusia juga memiliki kepentingan terhadap pasar Indonesia yang besar. Hubungan dagang kedua negara pun masih mempunyai ruang untuk dikembangkan, terutama jika jenis produk dan sektor yang terlibat semakin beragam.

3. Energi Jadi Salah Satu Pembahasan Utama

Indonesia dan Rusia melihat peluang untuk memperluas kerja sama energi, termasuk pengembangan energi nuklir.

Pemerintah membutuhkan sumber energi yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Rusia sendiri memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan teknologi nuklir. Karena itu, kerja sama yang dibicarakan tidak hanya berkaitan dengan sumber energi, tetapi juga dapat menyentuh aspek teknologi dan pengembangan kapasitas.

Meski demikian, pembahasan energi nuklir masih membutuhkan kajian lebih lanjut. Pengembangan sektor tersebut memiliki banyak aspek yang harus dipertimbangkan, mulai dari teknologi, keselamatan, regulasi, sumber daya manusia hingga keekonomian.

4. Teknologi dan Industri Ikut Dibidik

Kedua pihak membahas peluang kerja sama yang dapat membuka transfer pengetahuan sekaligus meningkatkan kapasitas industri.

Bagi Indonesia, kerja sama semacam ini menjadi penting karena pemerintah sedang mendorong penguatan industri nasional.

Hubungan perdagangan diharapkan tidak hanya membuat Indonesia membeli produk dari luar negeri, tetapi juga membuka peluang produksi, investasi, dan pengembangan teknologi di dalam negeri.

Rusia memiliki pengalaman di berbagai bidang industri dan teknologi. Sementara Indonesia mempunyai pasar domestik yang besar serta kebutuhan industri yang terus berkembang.

5. Ada Tawaran Kapal Canggih untuk Indonesia

Salah satu bagian paling menarik dari pertemuan bilateral Prabowo dan Putin datang dari sektor maritim.

Putin menawarkan kapal berteknologi mutakhir dengan panjang lebih dari 102 meter yang dapat digunakan untuk mendukung pengolahan hasil perikanan secara langsung.

Tawaran tersebut memiliki relevansi tersendiri bagi Indonesia sebagai negara kepulauan. Wilayah laut yang luas membuat kebutuhan terhadap armada, teknologi perikanan, serta industri pengolahan hasil laut menjadi cukup besar.

Namun, pemerintah belum langsung mengambil keputusan atas tawaran tersebut.

Prabowo akan mengirimkan tim untuk mempelajari teknologi kapal tersebut sekaligus melihat kemungkinan pemanfaatannya bagi Indonesia.

Pemerintah perlu melihat apakah teknologi tersebut sesuai kebutuhan, bagaimana biaya pengoperasiannya, serta sejauh mana manfaatnya bagi industri perikanan nasional.

6. Peluang Investasi Pabrik Pupuk di Vladivostok

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, menyebut adanya penjajakan investasi Pupuk Indonesia untuk pengembangan pabrik pupuk urea di Vladivostok.

Rencana tersebut menarik karena membuka arah kerja sama yang berbeda. Indonesia tidak hanya menjadi pembeli produk, tetapi berpeluang terlibat dalam investasi dan pengembangan industri di Rusia.

Pupuk menjadi salah satu komponen penting dalam sektor pertanian. Karena itu, pengembangan industri pupuk juga berkaitan erat dengan rantai pasok dan kebutuhan pangan.

Rencana tersebut masih berada pada tahap penjajakan. Tindak lanjutnya akan menentukan apakah peluang investasi tersebut dapat berkembang menjadi proyek nyata.

7. Pertanian dan Perdagangan Masih Bisa Diperluas

Pertumbuhan perdagangan yang disampaikan Putin menunjukkan masih terdapat ruang untuk memperluas hubungan ekonomi.

Tantangannya adalah mencari sektor baru agar perdagangan tidak terlalu bergantung pada sejumlah komoditas tertentu.

Indonesia memiliki kebutuhan terhadap berbagai produk energi, bahan baku industri, teknologi, dan pupuk. Rusia memiliki sumber daya serta kapasitas produksi yang dapat menjadi bagian dari rantai pasok tersebut.

Sebaliknya, Indonesia juga mempunyai produk yang berpotensi dikembangkan untuk pasar Rusia dan kawasan sekitarnya.

(pm)

Berita Terbaru

PLN UID Jabar Raih Rekor MURI, Pemeliharaan Listrik Tanpa Padam Jaga Aktivitas Masyarakat Tetap Jalan

PLN UID Jabar Raih Rekor MURI, Pemeliharaan Listrik Tanpa Padam Jaga Aktivitas Masyarakat Tetap Jalan

Bandung Barat6 jam lalu
Perpani Bakal Gelar Latihan Gabungan Panahan di Subang

Perpani Bakal Gelar Latihan Gabungan Panahan di Subang

Subang7 jam lalu
Talenta Muda, Taofik Kaka Tembus Persib U-18

Talenta Muda, Taofik Kaka Tembus Persib U-18

Subang7 jam lalu
Bukan Hanya Seorang Kades, Dunengsih Jadi Sosok Sebagai Ibu

Bukan Hanya Seorang Kades, Dunengsih Jadi Sosok Sebagai Ibu

Subang7 jam lalu
ADVERTISEMENT
Merasa Lupa Password? Ini Cara Login Instagram dengan Metode Lain

Merasa Lupa Password? Ini Cara Login Instagram dengan Metode Lain

Lifestyle8 jam lalu
Dahan Pohon Patah di Jalan Soklat Subang, Pengendara Ojol Jadi Korban

Dahan Pohon Patah di Jalan Soklat Subang, Pengendara Ojol Jadi Korban

Subang8 jam lalu
Kasus Influenza di Indonesia Meningkat, Kemenkes Beberkan Cara Cegah Anak Tertular

Kasus Influenza di Indonesia Meningkat, Kemenkes Beberkan Cara Cegah Anak Tertular

Lifestyle9 jam lalu
Skill yang Wajib Dimiliki Fresh Graduate untuk Kerja

Skill yang Wajib Dimiliki Fresh Graduate untuk Kerja

Lifestyle9 jam lalu
Daftar Drama Korea Tayang Oktober 2026, Ada Doctor X

Daftar Drama Korea Tayang Oktober 2026, Ada Doctor X

Lifestyle10 jam lalu
Gelar Aksi Peduli Sesama, Kementerian ATR/BPN Selenggarakan HANTARU Peduli Lewat Donor Darah

Gelar Aksi Peduli Sesama, Kementerian ATR/BPN Selenggarakan HANTARU Peduli Lewat Donor Darah

Nasional11 jam lalu