Tarif Grab Terbaru Hari Ini, Ada Selisih 23,33% antara Bayaran Penumpang dan Pendapatan Driver

PASUNDAN EKSPRES.ID - Perbedaan antara tarif grab terbaru yang dibayar penumpang dan pendapatan yang diterima driver GrabBike kembali menjadi perbincangan hangat di wilayah Subang pada 15 September 2026.
Dari data tim lapangan yang menulusuri data real, beberapa bukti pembayaran yang hari ini mulai dari jam 12 tadi siang adanya kenaikan.
Pada salah satu perjalanan, layanan yang digunakan adalah GrabBike Hemat dengan jarak 3,98 kilometer. Penumpang membayar Rp13.000 melalui pembayaran kode QR. Dalam rincian pendapatan, driver tercatat memperoleh pendapatan bersih Rp12.000.
Sementara itu, pada perjalanan lainnya dengan jarak 4 kilometer menggunakan GrabBike, penumpang membayar total Rp12.000 secara tunai. Namun, pendapatan bersih driver yang tercatat hanya Rp9.200.
"Saya juga heran, ini kok bisa beda-beda gitu, ko lebih untung grabhemat daripada grabike biasa" Ujar febrie saat di wawancarai tim lapangan 15/09.
Perbedaan tersebut memperlihatkan bahwa istilah “tarif” perlu dilihat lebih detail.
Ada tarif perjalanan, biaya platform, hingga bagian pendapatan yang diterima driver.
Rincian tarif GrabBike yang terlihat pada 15 September 2026
Berdasarkan dua bukti transaksi yang tersedia, berikut rincian tarif Grab terbaru yang terlihat di wilayah Subang:
- GrabBike Hemat
* Jarak perjalanan: 3,98 kilometer.
* Total tarif yang dibayar penumpang: Rp13.000.
* Pendapatan dasar driver: Rp12.000.
* Pendapatan bersih driver: Rp12.000.
* Selisih antara pembayaran penumpang dan pendapatan driver: Rp1.000.
* Metode pembayaran: kode QR.
- GrabBike
* Jarak perjalanan: 4 kilometer.
* Tarif perjalanan: Rp10.000.
* Biaya platform: Rp2.000.
* Total yang dibayar penumpang: Rp12.000.
* Pendapatan bersih driver: Rp9.200.
* Selisih antara total pembayaran penumpang dan pendapatan driver: Rp2.800.
* Metode pembayaran: tunai.
Angka tersebut merupakan transaksi nyata pada tanggal 15 September 2026, bukan daftar tarif baku yang berlaku untuk seluruh perjalanan Grab di Indonesia.
Grab sendiri menjelaskan bahwa pengguna dapat mengetahui biaya perjalanan sebelum melakukan pemesanan, sedangkan tarif perjalanan dihitung berdasarkan detail perjalanan yang dipesan.
Kenapa Rp12.000 yang dibayar penumpang tidak semuanya masuk ke driver?
Bagian ini menjadi salah satu hal yang cukup menarik dari dua bukti transaksi tersebut.
Pada perjalanan GrabBike biasa sejauh 4 kilometer, penumpang mengeluarkan Rp12.000.
Namun, rincian aplikasi menunjukkan tarif perjalanan hanya Rp10.000 dan terdapat biaya platform Rp2.000.
Setelah perjalanan selesai, driver memperoleh pendapatan bersih Rp9.200.
Artinya, jika hanya melihat nominal yang dibayar penumpang, seolah-olah tarifnya adalah Rp12.000.
Tetapi dari sisi driver, pendapatan yang benar-benar tercatat justru Rp9.200.
Dengan kata lain, Rp12.000 di sisi penumpang tidak sama dengan Rp12.000 di sisi pengemudi.
Selisihnya bahkan cukup terlihat, dari total Rp12.000 yang dibayar penumpang, pendapatan bersih driver berada di angka Rp9.200.
Perhitungan pada bukti tersebut juga sejalan dengan skema komisi maksimal 8 persen yang mulai diterapkan Grab untuk layanan transportasi penumpang roda dua sejak 1 Juli 2026.
Kebijakan tersebut muncul setelah pemerintah mendorong pembatasan potongan aplikator menjadi maksimal 8 persen.
Jika tarif perjalanan Rp10.000 dikenakan komisi 8 persen, nilainya Rp800.
Maka bagian driver menjadi Rp9.200. Sementara Rp2.000 lainnya tercantum secara terpisah sebagai biaya platform yang dibayar penumpang.
Apakah berarti Grab mendapat keuntungan 23,33 persen?
Nah salahsatu hal yang sering di tanyakan oleh para driver adalah kenapa potongannya sangat besar?
Angka Rp9.200 tersebut persis 92 persen dari tarif Rp10.000, sehingga sangat masuk akal jika dikaitkan dengan skema bagi hasil maksimal 8 persen.
Sementara Rp2.000 adalah biaya platform yang dibebankan kepada penumpang, bukan potongan tambahan 20 persen dari pendapatan driver.
Grab sendiri dalam ketentuan resminya memang membedakan antara “Biaya Konsumen”, “Biaya Platform”, dan “Biaya Layanan Mitra”.
Biaya Platform didefinisikan sebagai biaya yang dibebankan kepada konsumen untuk penggunaan dan pengembangan platform.
Dari dua transaksi 15 September 2026 tersebut, terlihat jelas bahwa perjalanan sekitar 4 kilometer tidak otomatis membuat pendapatan driver sama dengan uang yang dikeluarkan penumpang.
Pada GrabBike Hemat, penumpang membayar Rp13.000 dan driver memperoleh Rp12.000.
Sedangkan pada GrabBike biasa, penumpang membayar Rp12.000, tetapi driver memperoleh Rp9.200 karena terdapat rincian tarif perjalanan Rp10.000 dan biaya platform Rp2.000.
Perbedaan inilah yang membuat pembahasan tarif Grab terbaru tidak cukup hanya melihat nominal di halaman pemesanan.
Angka di sisi penumpang dan angka di rincian pendapatan driver memang bisa memiliki cerita yang berbeda.
