Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Tritura Belum Jelas Kelanjutannya, Mahasiswa Trisakti Datangi Kantor Setneg Siang Ini

P
Putri MelaniaEditor: Putri Melania
|15:19 WIB
Bagikan:
Tritura Belum Jelas Kelanjutannya, Mahasiswa Trisakti Datangi Kantor Setneg Siang Ini
Foto: Sejumlah perwakilan mahasiswa Universitas Trisakti mendatangi Kantor Sekretariat Negara (Setneg) di Jakarta Pusat. (Sumber: X @RA_leather)

PASUNDANEKSPRES.ID - Kesepakatan dalam sebuah demonstrasi tidak otomatis mengakhiri tuntutan mahasiswa. Setelah aksi pada 29 Oktober 2026, perwakilan Universitas Trisakti kembali mendatangi pemerintah untuk meminta kejelasan. 

Pada Kamis (5/11/2026) siang, sejumlah mahasiswa Trisakti datangi kantor Setneg di Jakarta Pusat guna menagih komitmen yang sebelumnya disampaikan Menteri Sekretaris Negara.

Agenda tersebut berkaitan dengan Tri Tuntutan Rakyat (Tritura) dan penanganan kebakaran hutan serta lahan (karhutla). 

Mahasiswa ingin mengetahui perkembangan dari tuntutan yang telah mereka sampaikan, terutama karena belum ada penjelasan lanjutan mengenai pelaksanaannya.

Tujuan Mahasiswa Trisakti Datangi Kantor Setneg

Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti, Muhammad Putra, mengatakan kedatangan mereka bertujuan menyampaikan kembali tuntutan secara langsung kepada pihak terkait.

"Kami akan follow up terkait dengan tuntutan dan juga janji oleh Mensesneg khususnya. Kami dari Kepresma akan datang langsung ke sana untuk menyampaikan apa yang menjadi tuntutan kami dan meminta janji dari Sesneg," kata Putra.

Salah satu isu yang secara khusus dibawa adalah layanan kesehatan gratis bagi masyarakat kurang mampu. 

Putra menilai warga yang mengalami kesulitan ekonomi tetap harus memperoleh akses pengobatan, terlebih ketika sejumlah wilayah sedang menghadapi bencana.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak seharusnya membuat masyarakat semakin terbebani untuk memenuhi kebutuhan kesehatan pribadi. Pemerintah diminta memastikan pelayanan medis dapat dijangkau oleh kelompok yang tidak memiliki kemampuan finansial memadai.

Tritura hingga Penanganan Karhutla Kembali Diminta Kejelasannya

Dalam agenda kali ini, mahasiswa membawa beberapa persoalan yang sebelumnya telah disampaikan kepada pemerintah. Fokus tuntutan mereka mencakup:

  • Pelaksanaan Tri Tuntutan Rakyat (Tritura).
  • Penyediaan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat kurang mampu.
  • Penanganan kebakaran hutan dan lahan.
  • Transparansi perkembangan komitmen pemerintah setelah aksi 29 Oktober 2026.

Putra menyebut tuntutan tersebut sebelumnya telah mendapat persetujuan pemerintah. Namun, mahasiswa mengaku belum memperoleh informasi mengenai langkah konkret yang telah dilakukan.

"Memang sudah diiyakan oleh pemerintah, makanya kami tagih terkait dengan hal tersebut. Karena sampai sekarang tidak ada transparansi dari pemerintah dan juga tidak ada follow up terkait dengan apa yang menjadi tuntutan kami," tuturnya.

Kedatangan mahasiswa Trisakti kali ini tidak dirancang sebagai demonstrasi dengan pengerahan massa besar. 

Putra memastikan hanya sekitar 10 hingga 15 perwakilan Kepresma yang akan hadir untuk menyampaikan tuntutan dan menggelar konferensi pers.

Menteri Luar Negeri Kepresidenan Mahasiswa Trisakti, Arief Rizquna, menjelaskan agenda tersebut turut melibatkan keluarga besar mahasiswa, perwakilan organisasi mahasiswa (ormawa), serta BEM fakultas Universitas Trisakti.

Arief juga mengungkapkan belum ada komunikasi lanjutan dari pihak Istana sejak demonstrasi pekan sebelumnya. Aksi pada 29 Oktober itu sempat diwarnai perdebatan antara mahasiswa dan Staf Khusus Wakil Menteri Sekretaris Negara, Bin Bin Firman Tresnadi.

"Hari ini bentuk agendanya kami datang untuk menagih janji yang disampaikan saat aksi kemarin, bersama perwakilan ormawa," ujar Arief.

Ia berharap kehadiran berbagai unsur organisasi mahasiswa dapat membuka jalur komunikasi dengan pihak Istana. Kepastian hukum dan administratif atas tuntutan yang diajukan menjadi salah satu hal yang ingin diperoleh.

(pm)

Berita Terbaru

Daftar Lengkap Pemenang AMI Awards 2026, Tulus Borong Piala Utama

Daftar Lengkap Pemenang AMI Awards 2026, Tulus Borong Piala Utama

Lifestyle15 menit lalu
Tritura Belum Jelas Kelanjutannya, Mahasiswa Trisakti Datangi Kantor Setneg Siang Ini

Tritura Belum Jelas Kelanjutannya, Mahasiswa Trisakti Datangi Kantor Setneg Siang Ini

Nasional32 menit lalu
6 Pemanis Alami Pengganti Gula Pasir, Lebih Sehat dan Cocok untuk Pilihan Sehari-hari

6 Pemanis Alami Pengganti Gula Pasir, Lebih Sehat dan Cocok untuk Pilihan Sehari-hari

Lifestyle1 jam lalu
Pengamat Duga Alat Sadap Rp 1 Triliun Milik Listyo Sigit Bersumber dari Judol hingga Tambang Ilegal

Pengamat Duga Alat Sadap Rp 1 Triliun Milik Listyo Sigit Bersumber dari Judol hingga Tambang Ilegal

Nasional1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Kemenangan Persib di ACL Two Bawa Maung Bandung Lewati Catatan Buruk di Australia

Kemenangan Persib di ACL Two Bawa Maung Bandung Lewati Catatan Buruk di Australia

Olahraga1 jam lalu
Viral! Tak Mempan Lapor Polisi, Warga Tebo Viralkan Aktivitas Tambang Emas Ilegal Jambi

Viral! Tak Mempan Lapor Polisi, Warga Tebo Viralkan Aktivitas Tambang Emas Ilegal Jambi

Nasional2 jam lalu
Jokowi Pamerkan Ijazah SD hingga UGM di Hadapan Roy Suryo dalam Sidang Kasus Fitnah Ijazah

Jokowi Pamerkan Ijazah SD hingga UGM di Hadapan Roy Suryo dalam Sidang Kasus Fitnah Ijazah

Nasional2 jam lalu
Potret Pendidikan di Bandung Barat, Siswa dan Guru Bertaruh Keselamatan Demi Berangkat Sekolah

Potret Pendidikan di Bandung Barat, Siswa dan Guru Bertaruh Keselamatan Demi Berangkat Sekolah

Bandung Barat3 jam lalu
Di Tengah Seruan Boikot, D MASIV Akhiri Kerja Sama dengan RANS Entertainment untuk Tur Asia

Di Tengah Seruan Boikot, D MASIV Akhiri Kerja Sama dengan RANS Entertainment untuk Tur Asia

Lifestyle3 jam lalu
Sidang Ijazah Jokowi di PN Jaktim: Jaksa Gali Riwayat Pendidikan dan Mata Kuliah saat di UGM

Sidang Ijazah Jokowi di PN Jaktim: Jaksa Gali Riwayat Pendidikan dan Mata Kuliah saat di UGM

Nasional4 jam lalu