Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Update Anak Krakatau September 2026: Daratan Baru Dekat Anak Krakatau Seluas 32,8 Hektare Muncul

K
Khoirul AnsoriEditor: Dobi Maulana
|14:01 WIB
Bagikan:
Update Anak Krakatau September 2026: Daratan Baru Dekat Anak Krakatau Seluas 32,8 Hektare Muncul
Update Anak Krakatau September 2026: Daratan Baru Seluas 32,8 Hektare Muncul

PASUNDAN EKSPRES.ID – Fenomena daratan baru dekat Anak Krakatau menjadi perhatian setelah Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendeteksi adanya penambahan daratan serta dua gumuk yang terlihat seperti pulau kecil di sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda.

Kemunculan tersebut terjadi setelah rangkaian aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau pada awal September 2026.

Berdasarkan analisis citra satelit Sentinel dan laporan dari pelaut serta relawan, Badan Geologi mendeteksi dua daratan baru di sektor barat laut dan tenggara Gunung Anak Krakatau.

Plt. Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Lana Saria menyampaikan lokasi kedua daratan tersebut berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan hingga 23 September 2026.

"Pulau baru terdeteksi di sektor barat laut sejauh 760 meter dari pesisir Anak Krakatau dan di sektor tenggara sejauh 495 meter dari pesisir. Jika ditarik garis lurus, keduanya membentuk kelurusan berarah barat laut-tenggara dengan kawah utama berada di antaranya," kata Lana, seperti diberitakan ANTARA pada 24 September 2026. 

Daratan bertambah 32,8 hektare

Bukan hanya dua gumuk yang menjadi perhatian. Badan Geologi juga menghitung adanya penambahan luasan tubuh Gunung Anak Krakatau hingga 32,8 hektare.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, SS Rita Susilawati, menjelaskan bahwa berdasarkan citra satelit Sentinel terdapat penambahan daratan pada sektor barat laut-barat-barat daya.

Penambahan tersebut berkaitan dengan pengendapan material hasil erupsi yang terjadi pada 4-6 September 2026.

Material yang dimaksud berupa material piroklastik dan aliran lava.

"Badan Geologi menghitung penambahan luasan sebesar 32,8 ha," kata Rita dalam keterangan Badan Geologi yang dikutip sejumlah media pada 24 September 2026. 

Erupsi pada awal September memang berlangsung cukup lama.

Kementerian ESDM mencatat episode erupsi menerus Gunung Anak Krakatau berlangsung sekitar 25 jam, mulai 4 September 2026 pukul 23.07 WIB sampai 6 September 2026 pukul 00.04 WIB.

Kepala PVMBG Siti Sumilah Rita Susilawati sebelumnya mengatakan, "Berdasarkan rekaman instrumental kami, episode gempa erupsi menerus mulai terekam sejak Jumat, 4 September 2026 pukul 23.07 WIB dan resmi berhenti pada Minggu, 6 September 2026 pukul 00.04 WIB."

Apakah muncul pulau atau gunung api baru?

Kemunculan daratan baru dekat Anak Krakatau kemudian menimbulkan pertanyaan apakah kawasan tersebut merupakan gunung api baru.

Badan Geologi belum menetapkan kedua gumuk tersebut sebagai gunung api baru.

Berdasarkan interpretasi sementara, kemunculan dua gumuk berkaitan dengan material erupsi yang keluar selama episode erupsi menerus. 

Rita menjelaskan bahwa magma encer yang keluar ketika erupsi diduga mencapai permukaan melalui jalur bukaan yang memanjang dari arah barat laut ke tenggara.

Material tersebut kemudian membentuk daratan di lokasi lain yang terlihat sebagai dua gumuk seperti pulau. 

Namun, Badan Geologi masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

Citra satelit sebelum dan sesudah erupsi akan dibandingkan, kemudian dilakukan verifikasi lapangan untuk memastikan karakteristik daratan tersebut.

"Tapi sekali lagi ini masih dugaan, yang perlu dikonfirmasi melalui pengecekan lapangan. Badan Geologi akan mencocokkan citra satelit sebelum dan sesudah erupsi serta melakukan verifikasi lapangan," ujar Rita.

Dengan demikian, penyebutan dua daratan tersebut sebagai pulau baru ataupun gunung api baru masih harus menunggu hasil kajian dan verifikasi lebih lanjut dari Badan Geologi.

Lokasi daratan baru dekat Anak Krakatau

Berdasarkan laporan Badan Geologi, dua daratan yang terdeteksi berada di sekitar tubuh Gunung Anak Krakatau.

  • Daratan di sektor barat laut berjarak sekitar 760 meter dari pesisir Anak Krakatau.
  • Daratan di sektor tenggara berjarak sekitar 495 meter dari pesisir Anak Krakatau.
  • Kedua lokasi tersebut berada pada kelurusan berarah barat laut-tenggara.
  • Kawah utama Gunung Anak Krakatau berada di antara kedua lokasi tersebut.
  • Penambahan luas tubuh gunung api yang terdeteksi mencapai 32,8 hektare.

ANTARA melaporkan bahwa keberadaan kedua daratan tersebut dikonfirmasi melalui kombinasi laporan pelaut, relawan dan analisis citra satelit Sentinel per 23 September 2026. 

Status Gunung Anak Krakatau per September 2026

Kemunculan daratan baru juga terjadi dalam periode perubahan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Badan Geologi menurunkan status Gunung Anak Krakatau dari Level III atau Siaga menjadi Level II atau Waspada.

Perubahan tersebut berlaku sejak 21 September 2026 pukul 18.30 WIB setelah dilakukan analisis dan evaluasi terhadap aktivitas gunung api. 

Sebelumnya, Gunung Anak Krakatau berada pada Level III sejak 2 Juli 2026.

Badan Geologi mencatat peningkatan kegempaan vulkanik dan deformasi sebelum status tersebut ditetapkan.

Dalam periode peningkatan aktivitas tersebut, tercatat 224 kali erupsi hingga 3 September 2026. Setelah itu, Gunung Anak Krakatau mengalami episode erupsi menerus sekitar 25 jam pada 4-6 September 2026. 

Setelah periode erupsi tersebut, aktivitas gunung api menunjukkan kecenderungan menurun hingga 20 September 2026. Data deformasi juga menunjukkan deflasi.

Radius bahaya di sekitar Anak Krakatau

Meski status aktivitas sudah turun menjadi Level II, Badan Geologi tetap menerapkan batas keselamatan bagi warga, wisatawan maupun pendaki.

Berdasarkan keterangan Kementerian ESDM, aktivitas tidak diperbolehkan dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau. 

Untuk dua gumuk yang baru terdeteksi, Badan Geologi juga memberikan imbauan khusus agar tidak ada aktivitas dalam radius 1 kilometer dari lokasi tersebut.

"Untuk keselamatan, masyarakat juga diimbau untuk tidak mendekat pada radius 1 km dari lokasi kedua gumuk pulau yang terlihat di dekat Gunung Anak Krakatau," ujar Rita. 

Badan Geologi juga meminta warga di kawasan pesisir Banten dan Lampung tetap tenang serta tidak mempercayai informasi yang belum terverifikasi mengenai potensi tsunami.

Pemantauan aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap dilakukan dan evaluasi dapat berubah apabila terjadi perkembangan signifikan. 

Sementara itu, keberadaan daratan baru dekat Anak Krakatau masih menjadi objek pemantauan.

Badan Geologi perlu melakukan verifikasi lapangan dan kajian lanjutan untuk mengetahui secara lebih pasti karakter kedua gumuk tersebut serta bagaimana perubahan bentuknya setelah rangkaian erupsi pada awal September 2026.

Berita Terbaru

3 Nama Masuk Tiga Besar Calon Sekda Subang, Ini Daftarnya

3 Nama Masuk Tiga Besar Calon Sekda Subang, Ini Daftarnya

Subang12 menit lalu
PLN UID Jabar Raih Rekor MURI, Pemeliharaan Listrik Tanpa Padam Jaga Aktivitas Masyarakat Tetap Berjalan

PLN UID Jabar Raih Rekor MURI, Pemeliharaan Listrik Tanpa Padam Jaga Aktivitas Masyarakat Tetap Berjalan

Jawa Barat36 menit lalu
Antisipasi BMKG, Awal Musim Hujan Mundur ke November: Apa yang Perlu Disiapkan?

Antisipasi BMKG, Awal Musim Hujan Mundur ke November: Apa yang Perlu Disiapkan?

Nasional55 menit lalu
Perkuat Silaturahmi Warga Desa Rangdu Tawasullan Malam Jum'at Kliwon

Perkuat Silaturahmi Warga Desa Rangdu Tawasullan Malam Jum'at Kliwon

Subang1 jam lalu
ADVERTISEMENT
495 Prestasi Terkurasi Puspresnas, As-Syifa Wanareja Subang Tembus 25 Besar Nasional

495 Prestasi Terkurasi Puspresnas, As-Syifa Wanareja Subang Tembus 25 Besar Nasional

Subang1 jam lalu
Jumat Curhat, Kapolsek Pagaden Ajak Warga Jaga Persatuan dan Kerukunan Jelang Pilkades Serentak

Jumat Curhat, Kapolsek Pagaden Ajak Warga Jaga Persatuan dan Kerukunan Jelang Pilkades Serentak

Subang1 jam lalu
Jumat Curhat di Masjid Jamie Nurul Iman, Kapolsek Pusakanagara Ajak Warga Perkuat Kamtibmas

Jumat Curhat di Masjid Jamie Nurul Iman, Kapolsek Pusakanagara Ajak Warga Perkuat Kamtibmas

Subang1 jam lalu
Desa Wisata di Subang yang Berpotensi Berkembang di Tengah Pesatnya Industrialisasi

Desa Wisata di Subang yang Berpotensi Berkembang di Tengah Pesatnya Industrialisasi

Subang1 jam lalu
Film Animasi Galeo of the Seawalkers Jadi Proyek Indonesia di Forum Film Vancouver

Film Animasi Galeo of the Seawalkers Jadi Proyek Indonesia di Forum Film Vancouver

Lifestyle2 jam lalu
Cara Menonaktifkan Centang Biru di WhatsApp, Jaga Privasi dengan Aman

Cara Menonaktifkan Centang Biru di WhatsApp, Jaga Privasi dengan Aman

Lifestyle2 jam lalu