Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Pemerintah Ubah Mekanisme Pembayaran Utang Pajak, Pokok Utang Kini Diprioritaskan

P
Paramitha AuliaEditor: Paramitha Aulia
|14:14 WIB
Bagikan:
Pemerintah Ubah Mekanisme Pembayaran Utang Pajak, Pokok Utang Kini Diprioritaskan
Pemerintah Ubah Mekanisme Pembayaran Utang Pajak, Pokok Utang Kini Diprioritaskan (Image From: Markus Winkler on Unsplash)

PASUNDANEKSPRES.ID - Pemerintah mengubah mekanisme pembayaran utang pajak dengan memprioritaskan pelunasan pokok utang sebelum sanksi administratif.

Kebijakan ini diharapkan dapat membantu wajib pajak menyelesaikan kewajiban pokoknya lebih cepat sekaligus membuka peluang untuk memanfaatkan fasilitas pengurangan atau penghapusan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Pemerintah Ubah Mekanisme Pembayaran Utang Pajak

Perubahan tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 71 Tahun 2026 tentang Perubahan atas PMK Nomor 118 Tahun 2024 mengenai Tata Cara Pembetulan, Keberatan, Pengurangan, Penghapusan, dan Pembatalan di Bidang Perpajakan. Aturan ini mulai berlaku sejak diundangkan pada 2 Oktober 2026.

Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Bimo Wijayanto, mengatakan penyesuaian mekanisme pembayaran tersebut dilakukan untuk memudahkan wajib pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakannya.

“Melalui penyesuaian ini, pembayaran wajib pajak dapat terlebih dahulu digunakan untuk melunasi pokok utang pajak sehingga wajib pajak memiliki kesempatan untuk menyelesaikan kewajiban pokoknya sekaligus memanfaatkan fasilitas pengurangan atau penghapusan sanksi administratif sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Bimo dalam keterangan resmi, dikutip MetroTVNews, Selasa (13/10/2026).

Sebelum ketentuan baru diterapkan, pembayaran yang dilakukan wajib pajak diperhitungkan secara proporsional antara pokok utang pajak dan sanksi administratif. Melalui PMK 71/2026, pembayaran kini diprioritaskan untuk melunasi pokok utang pajak terlebih dahulu.

Dengan mekanisme tersebut, wajib pajak memiliki kesempatan untuk menuntaskan kewajiban pokoknya tanpa harus membagi pembayaran secara proporsional dengan sanksi administratif sejak awal. Adapun pengurangan atau penghapusan sanksi tetap bergantung pada pemenuhan persyaratan yang ditetapkan dalam peraturan perpajakan.

PMK 71/2026 juga atur keberatan dan sanksi administratif

Selain mengubah mekanisme pembayaran utang dan pajak, PMK 71/2026 menyempurnakan sejumlah ketentuan administratif di bidang perpajakan. Salah satunya adalah penyesuaian jangka waktu penyampaian surat tanggapan atas hasil penelitian keberatan.

Peraturan tersebut juga memperjelas ketentuan mengenai pengurangan atau penghapusan sanksi administratif. Namun, tidak semua sanksi dapat diajukan untuk memperoleh fasilitas tersebut.

Sanksi administratif yang timbul akibat proses keberatan, banding, maupun peninjauan kembali tidak dapat diajukan untuk pengurangan atau penghapusan melalui mekanisme yang diatur dalam PMK tersebut.

Ketentuan ini menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan wajib pajak sebelum mengajukan permohonan pengurangan atau penghapusan sanksi administratif.

Bukan kebijakan pemutihan pajak

Bimo menegaskan perubahan mekanisme pembayaran utang pajak tersebut bukan merupakan kebijakan pemutihan pajak. Wajib pajak tetap memiliki kewajiban untuk melunasi pokok utang pajak yang masih tertunggak.

Fasilitas pengurangan atau penghapusan sanksi administratif juga tidak diberikan secara otomatis. Wajib pajak harus memenuhi persyaratan dan ketentuan yang berlaku agar permohonannya dapat dipertimbangkan.

Pemerintah berharap penyesuaian ini dapat mempercepat penyelesaian tunggakan pokok pajak sekaligus memberikan kepastian bagi wajib pajak dalam menuntaskan kewajibannya.

Dari sisi fiskal, kebijakan tersebut diharapkan turut mendorong kepatuhan sukarela wajib pajak. Dengan pembayaran yang lebih dahulu diarahkan pada pokok utang, penyelesaian kewajiban perpajakan diharapkan dapat berjalan lebih efektif.

Diharapkan bantu jaga arus kas UMKM

Pemerintah juga berharap perubahan mekanisme pembayaran ini dapat membantu wajib pajak menjaga ketahanan arus kas atau cash flow resilience, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Prioritas pelunasan pokok utang pajak diharapkan memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk mengatur pembayaran kewajiban perpajakan secara lebih terarah, dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku.

Bimo menuturkan, penyempurnaan aturan ini diharapkan dapat membantu wajib pajak menyelesaikan kewajibannya dengan lebih baik sekaligus mendukung keberlangsungan dan perkembangan usaha.

Pada akhirnya, penerapan PMK 71/2026 diharapkan dapat mempercepat pelunasan pokok utang pajak, memperjelas mekanisme administrasi perpajakan, serta mendukung terwujudnya sistem perpajakan yang lebih adil dan efektif. Meski demikian, kewajiban membayar pokok utang tetap berlaku dan fasilitas pengurangan atau penghapusan sanksi hanya dapat dimanfaatkan sesuai persyaratan yang ditetapkan.

(ipa)

Berita Terbaru

Bantuan Iuran BPJS Kesehatan Diperluas, Kelompok Desil 7-8 Bakal Ditanggung Pemerintah

Bantuan Iuran BPJS Kesehatan Diperluas, Kelompok Desil 7-8 Bakal Ditanggung Pemerintah

Nasional49 menit lalu
Hujan Deras Disertai Angin Kencang Melanda Sejumlah Desa di Kecamatan Bojong, Pohon Tumbang Putus Jaringan Listrik

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Melanda Sejumlah Desa di Kecamatan Bojong, Pohon Tumbang Putus Jaringan Listrik

Purwakarta50 menit lalu
Respons SBY soal Politik Indonesia Usai Isu Penyadapan, Prabowo Diingatkan Amanah Rakyat

Respons SBY soal Politik Indonesia Usai Isu Penyadapan, Prabowo Diingatkan Amanah Rakyat

Nasional1 jam lalu
Pengecekan pH Tanah pada Tanaman Padi di Desa Kumpay Jalancagak Kabupaten Subang

Pengecekan pH Tanah pada Tanaman Padi di Desa Kumpay Jalancagak Kabupaten Subang

Riset dan Inovasi1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Kenali Tanah nya Panenpun Melimpah: Analisis pH Tanah Kebun Buah Naga Kiwari Farm

Kenali Tanah nya Panenpun Melimpah: Analisis pH Tanah Kebun Buah Naga Kiwari Farm

Riset dan Inovasi1 jam lalu
Kasus Penyadapan Presiden oleh Perwira Tinggi Polri, Yusril: Ini Masalah Serius bagi Negara

Kasus Penyadapan Presiden oleh Perwira Tinggi Polri, Yusril: Ini Masalah Serius bagi Negara

Nasional2 jam lalu
Konflik Timur Tengah Picu Piala Asia 2027 Ditunda hingga Akhir Tahun

Konflik Timur Tengah Picu Piala Asia 2027 Ditunda hingga Akhir Tahun

Olahraga2 jam lalu
Buruh Subang Minta Bupati Teken SK Dewan Pengupahan , Kejar Waktu Bahas Upah Buruh 2027

Buruh Subang Minta Bupati Teken SK Dewan Pengupahan , Kejar Waktu Bahas Upah Buruh 2027

Headline2 jam lalu
DP2KBP3A Subang Kejar Target KB Pria

DP2KBP3A Subang Kejar Target KB Pria

Headline2 jam lalu
Harga BBM per 4 November 2026 di Seluruh Provinsi Indonesia, Cek Daftar Lengkapnya

Harga BBM per 4 November 2026 di Seluruh Provinsi Indonesia, Cek Daftar Lengkapnya

Nasional2 jam lalu