Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Masalah Asian Games 2026 Bermunculan, Atlet Keluhkan Kamar hingga Transportasi

P
Putri MelaniaEditor: Putri Melania
|10:45 WIB
Bagikan:
Masalah Asian Games 2026 Bermunculan, Atlet Keluhkan Kamar hingga Transportasi
Foto: Tim sepak takraw Thailand dilaporkan beristirahat di lobi kapal pesiar setelah tiba di Nagoya karena masalah akomodasi (kiri), Unit kontainer kayu untuk akomodasi atlet Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang (kanan). (Sumber: The Khel India (kiri) dan Anushree Fadnavis/Reuters (kanan))

PASUNDANEKSPRES.ID - Media sosial diramaikan kabar soal masalah Asian Games 2026 yang ternyata tidak hanya berkaitan dengan pertandingan di arena.

Sejumlah kontingen peserta dilaporkan menghadapi berbagai kendala sejak tiba di Aichi-Nagoya, mulai dari kamar yang belum siap, transportasi yang terlambat, makanan, hingga fasilitas tempat tinggal yang dinilai kurang nyaman.

Rangkaian keluhan tersebut kemudian banyak dibagikan melalui X dan menjadi bahan pembicaraan di kalangan penggemar olahraga.

Sebagian di antaranya sudah mendapat laporan dari media internasional maupun pernyataan resmi kontingen, sementara beberapa detail lain masih berupa klaim yang beredar di media sosial dan belum terverifikasi secara independen.

Masalah Asian Games 2026 Banyak Berkaitan dengan Akomodasi

Salah satu persoalan terbesar berada di sektor akomodasi. Aichi-Nagoya 2026 tidak menggunakan satu Athletes' Village konvensional.

Para atlet dan ofisial ditempatkan di hotel, kapal pesiar Costa Serena, serta unit akomodasi sementara berbentuk kontainer. Sekitar 17.000 peserta harus ditampung melalui skema tersebut. (Reuters)

Berikut rangkumah masalah Asian Games 2026 yang muncul dan tercantum dalam rangkuman X:

  • Atlet India dan Thailand dilaporkan harus menunggu berjam-jam setelah tiba di Nagoya karena kamar belum siap.
  • Atlet India bahkan ada yang menunggu lebih dari 12 jam, sementara beberapa laporan menyebut sebagian atlet harus mencari akomodasi alternatif.
  • Tim sepak takraw Thailand sempat menunggu di lantai lobi kapal pesiar karena informasi kamar mereka belum tersedia di sistem.
  • Pesenam China Zhang Boheng menceritakan waktu tunggu panjang setelah tiba di Jepang.
  • Sebagian atlet disebut memilih memesan hotel sendiri karena persoalan kamar.
  • Delegasi India akhirnya memesan kamar hotel tambahan setelah sekitar 30–35 atlet menghadapi persoalan dalam daftar akomodasi.
  • Tim rowing India juga dilaporkan menunggu berjam-jam untuk mendapatkan kamar di kapal pesiar. (Business Standard)
  • Pemain basket Korea Selatan mengeluhkan ukuran tempat tidur di unit akomodasi yang dinilai terlalu pendek untuk pemain bertubuh tinggi.
  • Muncul pula laporan mengenai kebocoran kamar tim basket Korea Selatan. Salah satu pemain bahkan membagikan video air yang keluar dari area bawah wastafel. 
  • Rangkuman di X juga menyinggung klaim mengenai tempat tidur yang sempit, tidak kedap suara, serta material kasur yang dianggap kurang nyaman. Detail seperti material kasur tersebut belum terkonfirmasi secara independen.

Panitia dan Olympic Council of Asia menyatakan bahwa seluruh peserta yang telah terdaftar sebelum batas akhir pendaftaran sudah mendapatkan akomodasi yang sesuai untuk Asian Games. Pernyataan tersebut muncul setelah berbagai laporan mengenai masalah kamar beredar.

Makanan dan Transportasi Ikut Jadi Keluhan

Beberapa kontingen dilaporkan menghadapi persoalan makanan dan transportasi ketika tiba di Nagoya.

Beberapa poin yang ramai dibagikan antara lain:

  • Sejumlah atlet disebut hanya mendapatkan waktu makan yang cukup jauh, termasuk klaim mengenai jadwal makan sekitar pagi dan malam.
  • Atlet yang menunggu lama di kapal pesiar atau bandara dilaporkan harus membeli makanan sendiri.
  • Rombongan India disebut menghadapi perjalanan panjang menuju sejumlah venue latihan karena tempat tinggal mereka tersebar.
  • Transportasi beberapa kontingen mengalami keterlambatan.
  • Ada kendaraan yang disebut mengantar atlet ke lokasi yang keliru.
  • Tim Korea Selatan U-23 pernah mengalami masalah perjalanan ketika bus membawa mereka menuju lokasi yang tidak sesuai sebelum akhirnya diarahkan ke venue pertandingan.
  • Tim basket putra Korea Selatan bahkan batal menjalani latihan karena bus yang dijadwalkan membawa mereka tidak datang. Delegasi Korea Selatan kemudian menyatakan akan mengajukan protes kepada panitia dan OCA. 
  • Atlet China juga mengalami kendala transportasi setelah tiba di Nagoya. Dalam laporan yang beredar, sejumlah atlet harus menunggu lama sebelum dapat melanjutkan perjalanan.
  • Tim bulu tangkis China disebut mengalami persoalan tiket dan antar-jemput. Rangkuman X menyebut Konsulat China di Nagoya sampai meminta bantuan warga China setempat untuk membantu transportasi tim.
  • Sun Yingsha dan sejumlah atlet China terlihat melakukan peregangan ketika masih menunggu di area bandara.
  • Ada pula keluhan mengenai jarak antara tempat tinggal dengan venue yang dianggap cukup jauh karena tidak adanya satu kawasan kampung atlet
  • Kondisi tersebut membuat persoalan logistik ikut memengaruhi rutinitas kontingen. Bagi atlet yang jadwal pertandingannya padat, perjalanan panjang dan ketidakpastian transportasi dapat menjadi kendala tersendiri.
  • Rangkuman X juga memasukkan klaim bahwa atlet yang ditempatkan di kapal pesiar sempat menghadapi kekhawatiran terkait cuaca buruk dan potensi topan.  Poin ini sebaiknya tidak disamakan dengan laporan resmi mengenai dampak cuaca terhadap seluruh penghuni kapal karena skalanya masih perlu dikonfirmasi.
  • Untuk makanan, keluhan mengenai porsi dan kualitas memang muncul dalam sejumlah laporan terkait akomodasi. Namun, klaim bahwa makanan secara keseluruhan hanya layak atau hanya bermasalah untuk negara tertentu belum cukup kuat untuk disimpulkan sebagai kondisi seluruh Asian Games.

Salah Lagu Kebangsaan hingga Kontroversi Pembukaan

Insiden yang paling jelas terjadi ketika lagu kebangsaan Korea Utara diputar untuk tim Korea Selatan sebelum pertandingan hoki putra melawan Bangladesh.

Panitia kemudian menyadari kesalahan tersebut dan menggantinya dengan lagu kebangsaan Korea Selatan. Pertandingan akhirnya tetap berlangsung dan Korea Selatan menang 5-0. 

Rangkuman yang beredar juga menyinggung sejumlah kejadian lain:

  • Kemunculan sosok yang menggambarkan Toyotomi Hideyoshi dalam rangkaian acara pembukaan memicu keberatan dari pihak Korea Selatan karena kaitannya dengan invasi Jepang ke Korea pada abad ke-16.
  • Beberapa unggahan mengkritik tata barisan atlet Jepang ketika parade kontingen.
  • Ada kritik di media sosial terhadap penggunaan musik yang disebut dibuat atau dibantu AI dalam acara pembukaan. Klaim spesifik mengenai bagian musik mana yang dibuat menggunakan AI masih membutuhkan verifikasi tersendiri.
  • Sebagian pengguna X mempertanyakan minimnya pemberitaan mengenai persoalan penyelenggaraan di media Jepang. Namun, klaim bahwa media Jepang sengaja tidak memberitakan masalah untuk menjaga citra Jepang merupakan kesimpulan yang membutuhkan bukti lebih kuat dan tidak dapat dianggap sebagai fakta.
  • Rangkuman tersebut juga menyebut Thailand, India, Korea Selatan, dan China sebagai kontingen yang paling banyak mengalami persoalan. Data yang tersedia saat ini belum cukup untuk menyimpulkan bahwa negara-negara tersebut sengaja menjadi sasaran perlakuan tertentu.
  • Ada klaim bahwa atlet Jepang mendapatkan lokasi penginapan yang lebih dekat dengan venue dibandingkan kontingen lain. Poin tersebut belum cukup terverifikasi untuk menyatakan adanya perlakuan khusus.
  • Klaim mengenai kualitas makanan yang lebih baik khusus untuk atlet Jepang juga belum memiliki bukti yang cukup untuk digeneralisasi.
  • Ada pula klaim mengenai pertandingan kriket yang terganggu karena lapangan tergenang. Detail pertandingan dan penyebabnya perlu diverifikasi berdasarkan laporan cabang olahraga terkait.
  • Rangkuman X memasukkan persoalan fasilitas yang dianggap tidak sebanding dengan penyelenggaraan Asian Games sebelumnya, terutama karena tidak adanya Athletes' Village terpusat.
  • Tim Indonesia sendiri ditempatkan melalui Rumah Indonesia di Nagoya sebagai bagian dari pengaturan akomodasi dan koordinasi kontingen. Informasi ini berbeda konteks dengan klaim bahwa seluruh kontingen Indonesia mengalami masalah akomodasi.

Berbagai kejadian tersebut membuat masalah Asian Games 2026 menjadi cerita yang tidak hanya berkutat pada perebutan medali.

Persoalan akomodasi, makanan, transportasi dan seremoni menunjukkan sisi lain dari penyelenggaraan ajang olahraga internasional yang melibatkan ribuan peserta.

Pada saat yang sama, penting membedakan laporan yang sudah dikonfirmasi dengan klaim yang masih beredar di media sosial. 

(pm)

Berita Terbaru

Cara Cek Keaslian Emas Antam yang Benar, Bisa Pakai Aplikasi CertiEye

Cara Cek Keaslian Emas Antam yang Benar, Bisa Pakai Aplikasi CertiEye

Lifestyle7 menit lalu
Persib Bandung Comeback, Taklukkan Persijap Jepara 2-1

Persib Bandung Comeback, Taklukkan Persijap Jepara 2-1

Olahraga32 menit lalu
Maganghub Batch 2 Angkatan II Dimulai Hari Ini, Kemnaker Ingatkan Hal Ini

Maganghub Batch 2 Angkatan II Dimulai Hari Ini, Kemnaker Ingatkan Hal Ini

Nasional45 menit lalu
Patroli Udara Pantau Titik Karhutla, Otorita IKN: Padam Bukan Berarti Selesai

Patroli Udara Pantau Titik Karhutla, Otorita IKN: Padam Bukan Berarti Selesai

Nasional1 jam lalu
ADVERTISEMENT
5 Ide Peluang Usaha Kuliner di Kawasan Industri Subang, Cocok untuk Karyawan dan Pekerja

5 Ide Peluang Usaha Kuliner di Kawasan Industri Subang, Cocok untuk Karyawan dan Pekerja

Subang1 jam lalu
Entry dan Exit Meeting PPS, Otorita IKN dan Kejaksaan Agung Kawal Pembangunan Infrastruktur Jalan Nusantara

Entry dan Exit Meeting PPS, Otorita IKN dan Kejaksaan Agung Kawal Pembangunan Infrastruktur Jalan Nusantara

Nasional1 jam lalu
Masalah Asian Games 2026 Bermunculan, Atlet Keluhkan Kamar hingga Transportasi

Masalah Asian Games 2026 Bermunculan, Atlet Keluhkan Kamar hingga Transportasi

Olahraga1 jam lalu
Korupsi Pegawai BRI, 8 Terdakwa Didakwa Bobol Keuangan Bank Rp2,66 Miliar dengan Manipulasi Data 104 Nasabah

Korupsi Pegawai BRI, 8 Terdakwa Didakwa Bobol Keuangan Bank Rp2,66 Miliar dengan Manipulasi Data 104 Nasabah

Jawa Barat1 jam lalu
Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Nasional2 jam lalu
Jule Diduga Terkait Vape Narkoba, Kenali Perbedaan Vape Biasa dan Vape Berisi Zat Berbahaya

Jule Diduga Terkait Vape Narkoba, Kenali Perbedaan Vape Biasa dan Vape Berisi Zat Berbahaya

Lifestyle2 jam lalu