Mental Baja Swiss! Tahan Gempuran Kolombia 120 Menit

PASUNDANEKSPRES.ID - Gempuran Kolombia 120 Menit. Swiss memastikan diri menjadi salah satu dari delapan tim terbaik di Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Kolombia dalam duel penuh ketegangan di babak 16 besar. Bermain di BC Place, Vancouver, Rabu (8/7/2026) WIB, La Nati menang dramatis 4-3 melalui adu penalti setelah kedua tim bermain imbang tanpa gol selama 120 menit.
Pertandingan sejak awal berlangsung terbuka. Swiss tampil lebih dominan dalam penguasaan bola dan berusaha membongkar pertahanan rapat Kolombia. Sementara Los Cafeteros mengandalkan serangan balik cepat yang dipimpin Luis Diaz untuk mengancam gawang Gregor Kobel.
Meski saling menciptakan peluang, penyelesaian akhir menjadi masalah bagi kedua tim. Kolombia memperoleh kesempatan emas pada menit ke-20 melalui Gustavo Puerta, tetapi Kobel tampil sigap dengan penyelamatan gemilang yang menjaga gawang Swiss tetap steril.
Swiss membalas lewat Fabian Rieder yang melepaskan tembakan keras dari dalam kotak penalti. Namun, Camilo Vargas juga menunjukkan kualitasnya dengan menggagalkan peluang tersebut. Hingga turun minum, papan skor masih menunjukkan angka 0-0.
Babak kedua berjalan semakin panas. Swiss terus menekan melalui Djibril Sow, Fabian Rieder, dan Breel Embolo, tetapi rapatnya lini belakang Kolombia membuat setiap peluang selalu kandas.
Di sisi lain, Luis Diaz berkali-kali menjadi ancaman serius. Aksinya menusuk dari sisi sayap beberapa kali memaksa Gregor Kobel bekerja keras. Kiper Borussia Dortmund itu tampil luar biasa sepanjang pertandingan dengan menggagalkan sejumlah peluang berbahaya yang dimiliki Kolombia.
Setelah 90 menit berlalu tanpa gol, laga harus berlanjut ke babak tambahan waktu. Kolombia mencoba mengambil alih kendali permainan dan lebih sering menekan pertahanan Swiss.
Peluang terbaik hadir pada menit ke-98 saat Jhon Lucumi menyambut sepak pojok dengan sundulan keras. Namun sekali lagi, Gregor Kobel menunjukkan refleks luar biasa untuk menepis bola dan menjaga asa Swiss tetap hidup.
Swiss juga beberapa kali mencoba mencuri gol kemenangan, tetapi kedua tim tetap gagal memecahkan kebuntuan hingga wasit meniup peluit akhir extra time. Pertandingan pun harus ditentukan melalui adu penalti.
Drama sesungguhnya terjadi dari titik putih. Juan Quintero sukses membawa Kolombia unggul lebih dulu sebelum Granit Xhaka menyamakan kedudukan untuk Swiss.
Momentum berubah ketika Davinson Sanchez gagal mencetak gol setelah bola membentur mistar. Zeki Amdouni memanfaatkan kesempatan itu dengan sempurna dan membawa Swiss berbalik unggul.
Kolombia sempat menjaga harapan lewat gol Jaminton Campaz, tetapi Cucho Hernández gagal menjalankan tugasnya setelah tendangannya berhasil dibaca Gregor Kobel.
Cedric Itten kemudian mencetak gol penting untuk Swiss. Luis Diaz masih mampu memperkecil ketertinggalan lewat eksekusi penalti terakhir Kolombia, namun Rubén Vargas menjadi pahlawan La Nati setelah dengan tenang menyarangkan bola ke gawang Camilo Vargas dan memastikan kemenangan Swiss 4-3.
Keberhasilan ini mengantarkan Swiss ke babak perempat final Piala Dunia 2026 sekaligus mengakhiri perjuangan Kolombia yang tampil gigih sepanjang pertandingan. Penampilan gemilang Gregor Kobel di bawah mistar menjadi salah satu faktor utama keberhasilan La Nati menjaga mimpi mereka tetap hidup di panggung sepak bola terbesar dunia
