Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

APBD Bertambah, PC PMII: Manfaatnya Harus Terasa

M
MaldiansyahEditor: Asep
|10:19 WIB
Bagikan:
APBD Bertambah, PC PMII: Manfaatnya Harus Terasa
UNJUKRASA: PC PMII Purwakarta saat melakukan aksi unjukrasa di depan kantor Bupati Purwakarta, beberapa waktu lalu. Maldiansyah/Pasundan Ekspres

PURWAKARTA-Besarnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak otomatis menunjukkan pemerintah semakin dekat dengan kebutuhan rakyat. Persoalan yang lebih penting adalah ke mana uang publik diarahkan dan seberapa besar manfaatnya kembali kepada masyarakat.

Hal itu disampaikan Ketua PC PMII Purwakarta, Aldi Wiguna, merespons komposisi APBD Kabupaten Purwakarta tahun 2026 yang masih menunjukkan dominasi belanja rutin dibandingkan belanja pembangunan.
Pada APBD Murni 2026 senilai sekitar Rp2,458 triliun, belanja rutin dan kepegawaian berada di kisaran 60 persen atau sekitar Rp1,474 triliun. Sementara belanja pembangunan atau belanja publik berada di kisaran 40 persen atau sekitar Rp983,2 miliar.

Dalam APBD Perubahan, anggaran meningkat menjadi sekitar Rp2,542 triliun. Namun komposisinya masih berada di kisaran yang sama. Belanja rutin mencapai sekitar Rp1,525 triliun, sedangkan belanja pembangunan sekitar Rp1,016 triliun.

Menurut Aldi, angka tersebut perlu dibaca sebagai bahan evaluasi terhadap arah kebijakan fiskal daerah. "APBD itu uang publik. Ukurannya bukan seberapa besar anggaran yang berhasil dikelola pemerintah, tetapi seberapa besar persoalan masyarakat yang bisa diselesaikan melalui anggaran tersebut," ujar Aldi.

Ia menegaskan, PMII Purwakarta tidak mempersoalkan keberadaan belanja aparatur. Pemerintahan tetap membutuhkan aparatur, pelayanan administrasi, serta biaya operasional agar roda pemerintahan berjalan.
Namun, kata Aldi, belanja rutin yang terus mengambil porsi besar harus diimbangi dengan manfaat pembangunan yang dapat dirasakan masyarakat secara langsung. "Kami tidak sedang memusuhi birokrasi. Aparatur tetap dibutuhkan. Yang perlu dikritisi adalah ketika biaya menjalankan pemerintahan terus besar, sementara masyarakat masih berhadapan dengan persoalan jalan, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, air bersih, dan kebutuhan dasar lainnya," katanya.

Aldi menilai peningkatan APBD seharusnya diikuti peningkatan kualitas pelayanan dan penyelesaian persoalan publik. Pertambahan anggaran yang tidak disertai perubahan signifikan dalam struktur belanja, menurutnya, patut menjadi ruang evaluasi bersama. "Jangan sampai pertumbuhan APBD hanya berarti pertumbuhan biaya pemerintahan. Yang harus ikut tumbuh adalah kualitas jalan, pendidikan, kesehatan, air bersih, lapangan kerja, dan pelayanan publik," tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar perdebatan mengenai APBD tidak berhenti pada persoalan serapan anggaran. Pemerintah daerah perlu membuka ruang evaluasi terhadap kualitas belanja, dampaknya terhadap masyarakat, serta ukuran keberhasilan setiap program. "Rakyat tidak membutuhkan APBD yang besar hanya untuk terlihat besar. Rakyat membutuhkan APBD yang terasa manfaatnya," ujar Aldi.

Bagi PMII Purwakarta, kritik terhadap kebijakan pemerintah merupakan bagian dari kontrol sosial. Aldi menyebut posisi tersebut tidak berarti menempatkan pemerintah sebagai musuh. "Oposisi bagi kami bukan berarti anti-pemerintah. Kami akan mendukung kebijakan yang berpihak kepada masyarakat dan mengingatkan ketika ada kebijakan yang perlu dievaluasi. Loyalitas kami ada pada kemaslahatan masyarakat," katanya.

Aldi berharap pembahasan APBD Purwakarta ke depan semakin menempatkan kebutuhan masyarakat sebagai titik utama. Setiap rupiah yang masuk ke kas daerah, menurutnya, harus dapat dipertanggungjawabkan manfaatnya kepada publik. "Pemerintahan itu alat untuk melayani rakyat. Jangan sampai rakyat terus menjadi sumber pendapatan daerah, tetapi manfaat pembangunan justru terasa jauh dari mereka," pungkasnya.(mas/sep)

Berita Terbaru

Pemkab Siapkan Berita Acara Penyerahan Aset Sari Ater, Tim Sudah Melakukaan Pendataan

Pemkab Siapkan Berita Acara Penyerahan Aset Sari Ater, Tim Sudah Melakukaan Pendataan

Headline4 menit lalu
Dampak Kemarau, Air Situ Buleud Purwakarta Menyusut Drastis

Dampak Kemarau, Air Situ Buleud Purwakarta Menyusut Drastis

Headline3 jam lalu
Refleksi Hari Santri Nasional, KH. Anwar Nasihin: Masa Depan Bangsa Tergantung SDM Santri

Refleksi Hari Santri Nasional, KH. Anwar Nasihin: Masa Depan Bangsa Tergantung SDM Santri

Purwakarta3 jam lalu
Salurkan Air Bersih, FIFGROUP dan Kodim Kirim Dua Water Tank ke Nagri Tengah dan Sindangkasih

Salurkan Air Bersih, FIFGROUP dan Kodim Kirim Dua Water Tank ke Nagri Tengah dan Sindangkasih

Purwakarta3 jam lalu
ADVERTISEMENT
Momen Hari Santri Nasional 2026, Santri Diajak Menabung Haji Sejak Dini, Melalui Program Goes To School

Momen Hari Santri Nasional 2026, Santri Diajak Menabung Haji Sejak Dini, Melalui Program Goes To School

Purwakarta3 jam lalu
Dampingi Audit, Kemenag Subang Perkuat Tata Kelola Madrasah yang Akuntabel

Dampingi Audit, Kemenag Subang Perkuat Tata Kelola Madrasah yang Akuntabel

Subang3 jam lalu
Meriah dengan Sisingaan dan Kereta Kencana, SAE Wedding Organizer Rayakan Satu Dekade

Meriah dengan Sisingaan dan Kereta Kencana, SAE Wedding Organizer Rayakan Satu Dekade

Subang3 jam lalu
Hari Santri Nasional 2026, Ketua F-PKB DPRD Subang Zaenal Mutaqin Dorong Pembentukan Dewan Pesantren

Hari Santri Nasional 2026, Ketua F-PKB DPRD Subang Zaenal Mutaqin Dorong Pembentukan Dewan Pesantren

Subang3 jam lalu
Alhamdulillah, Hasil Zakat Warga Bisa Bantu Rumah Korban Tanah Longsor di Pagaden

Alhamdulillah, Hasil Zakat Warga Bisa Bantu Rumah Korban Tanah Longsor di Pagaden

Subang10 jam lalu
Distrik Viking Ganas Kunjungi Sub dan Kowil Subang Selatan, Tekankan KTA dan Ketertiban

Distrik Viking Ganas Kunjungi Sub dan Kowil Subang Selatan, Tekankan KTA dan Ketertiban

Headline11 jam lalu