Baznas Perkuat Penanganan Stunting Melalui Program PKMK Tahap V

PASUNDANEKSPRES.ID - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Purwakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting melalui penyaluran Pangan Olahan Kebutuhan Medis Khusus (PKMK) Tahap V kepada anak-anak penerima manfaat.
Program tersebut dilaksanakan di RSUD Bayu Asih Purwakarta sebagai bentuk kolaborasi berkelanjutan antara Baznas Kabupaten Purwakarta dan RSUD Bayu Asih dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak, belum lama ini.
Selain menyalurkan bantuan nutrisi medis, Baznas bersama tim medis juga melakukan pemeriksaan dan pemantauan perkembangan kesehatan para peserta program.
Pemeriksaan dilakukan oleh dokter spesialis anak dan dokter spesialis tumbuh kembang untuk mengevaluasi kondisi gizi serta memastikan efektivitas intervensi yang diberikan.
Ketua Baznas Kabupaten Purwakarta, Rika Ristiawati, melalui Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Andri Hendrawan Sudjana, menjelaskan bahwa Program PKMK merupakan salah satu bentuk pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang difokuskan pada sektor kesehatan, khususnya untuk membantu pemenuhan kebutuhan nutrisi anak-anak yang mengalami stunting.
"Program ini merupakan wujud nyata kepedulian Baznas terhadap masa depan generasi bangsa. Melalui pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah secara amanah dan tepat sasaran, kami berupaya membantu anak-anak penderita stunting memperoleh asupan nutrisi sesuai kebutuhan medisnya, sehingga proses pertumbuhan dan pemulihan kesehatannya dapat berlangsung lebih optimal," kata Andri kepada wartawan, Rabu (22/7/2026).
Menurutnya, setiap peserta program tidak hanya menerima bantuan pangan olahan kebutuhan medis khusus, tetapi juga memperoleh pendampingan intensif melalui evaluasi kesehatan secara berkala. Pemeriksaan meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, hingga penilaian status gizi sebagai dasar dalam menentukan langkah intervensi lanjutan bagi masing-masing anak.
Program PKMK telah dilaksanakan secara berkesinambungan sejak 2024. Tahap I berlangsung pada Februari–Mei 2024, dilanjutkan Tahap II pada Agustus–November 2024, Tahap III pada Februari–Juni 2025, Tahap IV pada September–Desember 2025, dan kini memasuki Tahap V sebagai bagian dari upaya berkelanjutan menekan prevalensi stunting di Kabupaten Purwakarta.
Andri mengungkapkan, hasil evaluasi dari empat tahap pelaksanaan sebelumnya menunjukkan capaian yang menggembirakan. Pada Tahap I, terjadi peningkatan status gizi berdasarkan indikator berat badan menurut umur (BB/U), tinggi badan menurut umur (TB/U), dan berat badan menurut tinggi badan (BB/TB). Dari 10 peserta, empat anak berhasil mencapai kategori tinggi badan normal.
Pada Tahap II, sebanyak 10 dari 11 peserta mengalami perbaikan status gizi berdasarkan ketiga indikator tersebut. Selain itu, tiga anak berhasil keluar dari kategori tinggi badan pendek menjadi normal.
Perkembangan yang lebih signifikan terlihat pada Tahap III. Dari 24 peserta, sembilan anak mengalami peningkatan status gizi berdasarkan indikator BB/U, delapan anak mengalami perbaikan TB/U, dua anak mengalami peningkatan BB/TB, dan tujuh anak berhasil mencapai status gizi normal.
Sementara itu, Wakil Ketua I Baznas Kabupaten Purwakarta, Yudi Sirojuddin, menyampaikan bahwa pada pelaksanaan Tahap IV, empat anak mengalami peningkatan status gizi berdasarkan indikator BB/U dan TB/U, sedangkan tiga anak lainnya berhasil beralih dari kategori tinggi badan pendek menjadi normal. Capaian tersebut menunjukkan bahwa intervensi gizi yang dilakukan secara berkelanjutan mampu memberikan hasil yang positif.
"Penanganan stunting memerlukan komitmen bersama dan kesinambungan. Ketika bantuan nutrisi diberikan secara tepat, disertai pendampingan medis dan pemantauan rutin, hasilnya dapat terlihat secara nyata. Karena itu, Baznas akan terus memperkuat sinergi dengan RSUD Bayu Asih, Pemerintah Kabupaten Purwakarta, dan seluruh pemangku kepentingan agar manfaat program ini dapat dirasakan oleh lebih banyak anak," ujar Yudi.
Baznas Kabupaten Purwakarta juga menyampaikan apresiasi kepada RSUD Bayu Asih, para dokter spesialis, tenaga kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta, Pemerintah Kabupaten Purwakarta, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan Program PKMK.
Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada para muzakki, munfik, dan donatur yang telah mempercayakan penyaluran zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas Kabupaten Purwakarta.
Melalui Program PKMK, Baznas Kabupaten Purwakarta berharap semakin banyak anak yang terbebas dari stunting sehingga dapat tumbuh sehat, cerdas, produktif, dan memiliki daya saing di masa depan.
Program ini menjadi bukti bahwa pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah secara profesional tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga menjadi investasi sosial dalam mencetak generasi unggul untuk Kabupaten Purwakarta.(add/sep)
