Boyke Keturunan Pendiri Purwakarta Rencanakan Gelar Haul Dalem Santri

PASUNDANEKSPRES.ID - Wadah silaturahmi lintas elemen masyarakat, Bela Purwakarta, mendampingi Rd. Boyke Pranata Soerianata yang merupakan keturunan ke-7 Dalem Santri, sang Pendiri Purwakarta, saat melaksanakan napak tilas kesejarahan, beberapa waktu lalu.
Boyke sendiri belum lama pulang ke Tanah Air setelah selama hampir 30 tahun berkarir sebagai Master Technician Harley Davidson Company, di Sacramento, California, Amerika Serikat. Boyke juga menjadi satu-satunya dari wilayah Asia Tenggara yang mengemban jabatan tersebut.
Pada momentum pulang kampung kali ini, Boyke tidak hanya menziarahi makam leluhurnya, tetapi juga berencana akan menggelar Haul Dalem Santri di Kecamatan Wanayasa. Rencana ini mendapat sambutan hangat dari berbagai pihak.
Saat berziarah, Boyke juga didampingi Kabag Protokol Pemda Purwakarta, Hilman Nugraha, yang notabene sepupunya. Turut mendampingi, Camat Wanayasa Heru Agus Riyanto, dan Kepala Desa Wanayasa, Makmur Hidayat.
Haul Dalem Santri
Dikonfirmasi terkait rencana digelarnya Haul Dalem Santri, Founder Bela Purwakarta, Aa Komara, mengaku menyambut baik rencana tersebut. Ia menegaskan bahwa sejarah keberadaan Kabupaten Purwakarta tidak lepas dari para perintis yang telah memulai segala sesuatunya dari awal.
Ia menjelaskan bahwa dalam literasi sejarah Purwakarta, nama Dalem Sholawat atau Raden Adipati Aria Soeriawinata, Bupati Karawang (1828 - 1849), tercatat sebagai sosok sentral di balik lahirnya nama Purwakarta.
Berdasarkan catatan Surat Keputusan/Besluit pemerintah kolonial Belanda tertanggal 20 Juli 1831 No. 2, yaitu tentang pengukuhan nama Purwakarta yang kemudian dijadikan landasan peringatan Hari Jadi Purwakarta pada setiap tanggal 20 Juli.
Akan tetapi, keberadaaan Dalem Sholawat, di Purwakarta, yang saat itu berstatus sebagai Ibukota Kabupaten Karawang, tak lepas dari peranan kakak kandungnya, yaitu Dalem Santri atau Raden Adipati Aria Soerianata, Bupati Karawang di era kolonial (1820 - 1827) yang terlebih dahulu memimpin.
"Jika pada 1821, Dalem Santri tidak memindahkan Ibukota Kabupaten Karawang yang semula berpusat di Bunut Kertajaya ke Wanayasa maka cikal bakal berdirinya Purwakarta, tidak akan pernah terjadi," kata Aa kepada wartawan, Selasa (27/10/2026).
Aa mengatakan, Dalem Santri memerintah di Wanayasa sekitar enam tahun. Setelah beliau wafat, estafet kepemimpinan dilanjutkan oleh Dalem Sholawat, adik kandungnya, sosok yang memindahkan ibukota Karawang dari Wanayasa ke wilayah Sindang Kasih pada tahun 1830, yang setahun kemudian bernama Purwakarta.(add/sep)
