Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Cegah Pemerasan Oknum Wartawan ke Sekolah, Om Zein tegaskan Usir Pengganggu Prosese Belajar Mengajar

A
Adam SumartoEditor: Yusup Suparman
|10:11 WIB
Bagikan:
Cegah Pemerasan Oknum Wartawan ke Sekolah, Om Zein tegaskan Usir Pengganggu Prosese Belajar Mengajar
USIR: Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, akrab disapa Om Zein, menegaskan bahwa siapa pun oknum yang datang ke sekolah dan mengganggu proses belajar mengajar maka langsung usir saja. Adam Sumarto/Pasundan Ekspres

PURWAKARTA-Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, akrab disapa Om Zein, menegaskan bahwa siapa pun oknum wartawan yang datang ke sekolah dan mengganggu proses belajar mengajar maka langsung usir saja. "Usir! Kalau ada apa-apa, biar Om Zein yang tanggung jawab," kata Om Zein di hadapan ribuan peserta dan penonton saat membuka kegiatan Gala Siswa Indonesia di Stadion Purnawarman Purwakarta, Rabu (2/9/2026).

Kegeraman Om Zein tersebut berkaitan dengan adanya oknum yang mengaku wartawan berinisial AS yang diduga melakukan pemerasan dan intimidasi terhadap pihak SDN Sukaraja 2, Kabupaten Sukabumi, yang videonya viral belakangan ini. 

Ada Oknum Wartawan Pungli, Usir Saja

Pernyataan tegas Om Zein juga dimaksudkan untuk mencegah terjadinya hal serupa di Kabupaten Purwakarta. Kalau pun sampai terjadi, maka pihak sekolah agar jangan ragu untuk mengusirnya.

Sebelumnya, kecaman serupa juga disampaikan Ketua PWI Jawa Barat, Tantan Sulthon Bukhawan. Ia menegaskan bahwa profesi wartawan memiliki kode etik dan aturan hukum yang harus dipatuhi. "PWI Jabar mengecam keras tindakan oknum yang mengaku sebagai wartawan tersebut. Perilaku seperti itu tidak dapat dibenarkan dan sama sekali tidak mencerminkan profesionalitas seorang wartawan," ujar Tantan.

Menurutnya, pekerjaan jurnalistik bukan profesi yang memberikan kebebasan tanpa batas. Wartawan memang memiliki tugas untuk mencari, memperoleh dan menyampaikan informasi kepada publik, tetapi pelaksanaannya tetap harus berada dalam koridor etika serta hukum. "Wartawan bukan profesi yang bebas melakukan apa saja atas nama kebebasan pers. Ada Kode Etik Jurnalistik yang harus ditaati, ada Undang-Undang Pers yang menjadi payung hukum, dan ada aturan hukum lainnya yang tetap berlaku bagi setiap warga negara," ucap Tantan.(add/sep)

Berita Terbaru

Semifinal Perorangan Badminton Asian Games 2026: Ini Jadwal 4 Wakil Indonesia

Semifinal Perorangan Badminton Asian Games 2026: Ini Jadwal 4 Wakil Indonesia

Olahraga21 menit lalu
Tiga Atlet Panahan Subang Bersinar di PAKSI Archery Championship III Bandung

Tiga Atlet Panahan Subang Bersinar di PAKSI Archery Championship III Bandung

Subang9 jam lalu
Ruwat Laut ke-59 Blanakan, Kapolres Tekankan Jaga Tradisi dan Kamtibmas

Ruwat Laut ke-59 Blanakan, Kapolres Tekankan Jaga Tradisi dan Kamtibmas

Subang10 jam lalu
17 Tahun Menambang, Haji Goceng Klaim Sulap 11 Hektare Eks Galian

17 Tahun Menambang, Haji Goceng Klaim Sulap 11 Hektare Eks Galian

Subang10 jam lalu
ADVERTISEMENT
Prioritas Pembangunan Infrastruktur Selain Jalan Menurut DPRD Subang

Prioritas Pembangunan Infrastruktur Selain Jalan Menurut DPRD Subang

Subang10 jam lalu
12 Tips Meningkatkan Skill untuk Bekerja di Kawasan Industri Subang

12 Tips Meningkatkan Skill untuk Bekerja di Kawasan Industri Subang

Lifestyle11 jam lalu
Anggota DPRD Jabar Andhika Jadi Pembina Apel Pembukaan Trip Observasi SMA Labschool Jakarta di Banceuy, Soroti Pentingnya Pendidikan Karakter

Anggota DPRD Jabar Andhika Jadi Pembina Apel Pembukaan Trip Observasi SMA Labschool Jakarta di Banceuy, Soroti Pentingnya Pendidikan Karakter

Headline12 jam lalu
Otorita IKN Gelar Festival Cabai Nusantara, Dorong Pangan Lokal dan Akses Pasar Petani

Otorita IKN Gelar Festival Cabai Nusantara, Dorong Pangan Lokal dan Akses Pasar Petani

Nasional12 jam lalu
Otorita Ibu Kota Nusantara Gunakan Pendekatan Humanis, Fasilitasi Warga Tinggalkan Tahura Bukit Soeharto

Otorita Ibu Kota Nusantara Gunakan Pendekatan Humanis, Fasilitasi Warga Tinggalkan Tahura Bukit Soeharto

Nasional12 jam lalu
Pojokan 324: Ah, Surya!

Pojokan 324: Ah, Surya!

Opini13 jam lalu