Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Data Center AI Jatiluhur: Seberapa Besar Dampaknya untuk Warga dan Ekonomi Jawa Barat?

F
Fahrizal Abdul MEditor: Dobi Maulana
|10:18 WIB
Bagikan:
Data Center AI Jatiluhur: Seberapa Besar Dampaknya untuk Warga dan Ekonomi Jawa Barat?
Proyek data center AI Jatiluhur di Kabupaten Purwakarta menjadi perhatian seiring pembahasan dampaknya terhadap ekonomi, tenaga kerja, kebutuhan air, dan lingkungan. (Ilustrasi: magnific.com)

PASUNDANEKSPRES.ID - Rencana pembangunan data center berbasis kecerdasan buatan (AI) di Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, menjadi salah satu investasi infrastruktur digital berskala besar yang tengah mendapat perhatian.

Proyek AI Campus 2 (CGK4) milik BDx Data Centers tersebut dirancang memiliki kapasitas hingga 640 megawatt (MW) dan dikembangkan secara bertahap. Fasilitas pertama dengan kapasitas 120 MW ditargetkan mulai beroperasi pada awal 2027.

Namun, besarnya proyek juga memunculkan pertanyaan penting: seberapa besar manfaatnya bagi masyarakat dan ekonomi Jawa Barat?

Sebab, data center bukan hanya membutuhkan investasi dan teknologi. Fasilitas komputasi AI juga membutuhkan listrik, sistem pendingin, air, jaringan, tenaga ahli, serta berbagai layanan pendukung.

Investasi Triliunan Rupiah dan Ribuan Lapangan Kerja

Dari sisi ekonomi, kehadiran data center AI berpotensi memberikan dampak langsung maupun tidak langsung bagi wilayah sekitar.

Proyek BDx di Jatiluhur sebelumnya disebut memiliki nilai investasi sekitar Rp3,5 triliun. Pembangunan hingga operasional fasilitas diproyeksikan dapat menyerap sekitar 2.000 hingga 3.000 tenaga kerja.

Pada tahap konstruksi, kebutuhan tenaga kerja terutama berasal dari sektor pembangunan infrastruktur. Sementara setelah fasilitas beroperasi, kebutuhan bergeser ke tenaga teknis dan profesional yang memiliki keahlian dalam pengoperasian data center.

Pemerintah Jawa Barat juga menyebut adanya peluang peningkatan keterampilan bagi tenaga kerja lokal, termasuk teknisi dan lulusan perguruan tinggi maupun politeknik di sekitar Purwakarta.

Artinya, dampak ekonominya tidak hanya bergantung pada jumlah pekerja yang direkrut.

Jika tenaga kerja lokal mendapatkan pelatihan dan mampu mengisi posisi teknis, proyek tersebut dapat menciptakan transfer pengetahuan dan peningkatan kualitas SDM digital di daerah.

Bukan Hanya Soal Pekerjaan

Manfaat ekonomi data center juga dapat muncul dari aktivitas pendukung di sekitar kawasan.

BDx menyatakan manfaat proyek dapat mencakup kebutuhan barang dan jasa, peluang bagi tenaga kerja, serta keterlibatan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok operasional.

Kebutuhan tersebut dapat mencakup berbagai sektor, mulai dari makanan dan katering pekerja, logistik, seragam, jasa pemeliharaan, transportasi hingga layanan pendukung lainnya.

Dengan demikian, multiplier effect proyek tidak harus berhenti pada pekerja yang berada di dalam gedung data center.

Ekosistem bisnis di sekitar kawasan juga berpotensi ikut tumbuh apabila pelaku usaha lokal mendapatkan akses menjadi pemasok maupun mitra.

Hal tersebut menjadi salah satu poin yang ditekankan dalam pembahasan AMDAL proyek di Purwakarta.

CEO BDx Indonesia Agus Hartono Wijaya mengatakan perusahaan siap menindaklanjuti masukan pemerintah dan pemangku kepentingan, termasuk mengenai manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Ada Peluang Memperkuat Ekosistem AI Jawa Barat

Dari sisi teknologi, proyek ini juga mempunyai arti lebih luas daripada sekadar membangun gedung berisi server.

BDx menyebut CGK4 dikembangkan untuk menangani kebutuhan komputasi AI berkapasitas tinggi, termasuk kebutuhan perusahaan, penyedia cloud, dan hyperscaler.

Fasilitas tersebut dirancang menggunakan teknologi direct-to-chip liquid cooling untuk menangani kepadatan daya tinggi pada server AI. Kapasitas listrik yang telah diamankan dari jaringan PLN mencapai 845 MVA.

Ketersediaan infrastruktur komputasi lokal dapat membantu perusahaan dan pengembang menjalankan beban kerja AI di dalam negeri, tanpa seluruh kebutuhan komputasi harus bergantung pada fasilitas di luar Indonesia.

Peneliti BRIN Dini Fronitasari juga mendorong agar manfaat proyek tidak berhenti pada pembangunan fasilitas, tetapi berkembang menjadi ekosistem AI di Purwakarta, termasuk peluang bagi anak daerah untuk memperoleh keahlian teknis dan akses terhadap perkembangan teknologi tersebut.

Jika terealisasi, hal ini berpotensi menjadi salah satu manfaat jangka panjang yang lebih penting dibanding sekadar jumlah tenaga kerja konstruksi.

Tetapi Ada Harga Infrastruktur yang Harus Diperhitungkan

Di sisi lain, proyek dengan skala hingga 640 MW memiliki kebutuhan sumber daya yang besar.

Salah satu isu utama adalah air.

Dalam pembahasan Pemkab Purwakarta pada 5 Oktober 2026, kebutuhan air yang dibahas untuk operasional BDx diperkirakan mencapai 27 liter per detik pada skenario yang sedang dikaji.

Pemkab menyebut kapasitas izin pengambilan air Perumda Air Minum Gapura Tirta Rahayu mencapai 120 liter per detik, dengan sekitar 70 liter per detik telah digunakan. Secara hitungan awal, masih terdapat 50 liter per detik yang belum dimanfaatkan.

Namun, Pemkab menegaskan perhitungan tersebut masih harus diuji, termasuk dalam kondisi musim kemarau.

Angka kebutuhan air juga perlu dibaca sesuai tahap dan skenario proyek. IESR sebelumnya menyoroti proyeksi kebutuhan air hingga 384 liter per detik ketika pengembangan berjalan pada kapasitas penuh.

Karena itu, kebutuhan air menjadi salah satu faktor penting dalam kajian lingkungan proyek.

Bagaimana dengan Listrik?

Tantangan lainnya adalah kebutuhan energi.

Dengan kapasitas hingga 640 MW, data center AI membutuhkan pasokan listrik dalam jumlah sangat besar dan harus tersedia secara andal karena server beroperasi sepanjang waktu.

IESR memperkirakan jika beban 640 MW beroperasi penuh sepanjang tahun, konsumsi listriknya dapat mencapai sekitar 5,6 terawatt-jam (TWh) per tahun.

Karena itu, manfaat ekonomi proyek harus berjalan bersama dengan kajian mengenai kemampuan jaringan listrik, sumber energi, dan dampaknya terhadap sistem kelistrikan.

BDx sendiri telah mengamankan kapasitas jaringan sebesar 845 MVA untuk CGK4 dan menjajaki pasokan energi dari sumber pembangkit listrik tenaga air.

Warga Harus Mendapat Manfaat Nyata

Inilah bagian penting dari pembangunan data center AI di Jatiluhur.

Investasi bernilai triliunan rupiah tidak cukup hanya menghasilkan gedung besar dan server berkapasitas tinggi.

Masyarakat sekitar perlu mendapatkan manfaat yang dapat dirasakan secara nyata.

Misalnya:

  • tenaga kerja lokal mendapat kesempatan bekerja;

  • teknisi lokal mendapatkan pelatihan dan peningkatan kompetensi;

  • UMKM sekitar masuk ke rantai pasok;

  • kebutuhan air masyarakat dan pertanian tetap terlindungi;

  • infrastruktur kawasan ikut berkembang;

  • terdapat peluang pendidikan dan pengembangan talenta AI;

  • dampak lingkungan dapat dipantau secara terbuka.

Dengan pendekatan tersebut, proyek data center dapat menciptakan hubungan yang lebih luas antara investasi teknologi dan ekonomi lokal.

AMDAL Jadi Penentu Masa Depan Data Center AI Jatiluhur

Saat ini, pembangunan proyek masih menghadapi proses perizinan lingkungan.

Pemprov Jawa Barat sebelumnya menghentikan sementara pembangunan karena dokumen AMDAL dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) belum diterbitkan.

Pemerintah kemudian menyiapkan lima tim ahli dari BRIN dan kalangan akademisi untuk mendampingi Pemkab Purwakarta dalam pembahasan AMDAL.

Pemkab Purwakarta juga menegaskan bahwa pembahasan AMDAL belum final dan keputusan mengenai kelayakan proyek akan bergantung pada hasil kajian teknis.

Artinya, pertanyaan mengenai masa depan data center AI Jatiluhur bukan hanya “berapa besar investasinya?”

Tetapi juga:

berapa besar manfaat yang benar-benar tinggal di Jawa Barat, siapa yang mendapatkan manfaatnya, dan apakah sumber daya yang digunakan tetap mampu memenuhi kebutuhan masyarakat?

Jika aspek tersebut dapat dipenuhi, data center AI Jatiluhur berpotensi menjadi lebih dari sekadar fasilitas teknologi.

Proyek tersebut dapat berkembang menjadi bagian dari ekosistem ekonomi digital Jawa Barat, dengan lapangan kerja, rantai pasok lokal, peningkatan kompetensi SDM, dan infrastruktur komputasi yang mendukung perkembangan AI di Indonesia.

Namun, manfaat tersebut tetap harus berjalan berdampingan dengan perlindungan sumber daya air, keandalan energi, serta kepastian bahwa kepentingan masyarakat sekitar tidak terabaikan.

Berita Terbaru

Kronologi Ledakan di San Antonio Pakuwon City Surabaya, Dipicu Kebocoran Gas

Kronologi Ledakan di San Antonio Pakuwon City Surabaya, Dipicu Kebocoran Gas

Nasional11 menit lalu
Impor Mobil CBU Indonesia Anjlok 47,8 Persen, Apa Dampaknya ke Pasar Mobil?

Impor Mobil CBU Indonesia Anjlok 47,8 Persen, Apa Dampaknya ke Pasar Mobil?

Nasional26 menit lalu
Data Center AI Jatiluhur: Seberapa Besar Dampaknya untuk Warga dan Ekonomi Jawa Barat?

Data Center AI Jatiluhur: Seberapa Besar Dampaknya untuk Warga dan Ekonomi Jawa Barat?

Purwakarta41 menit lalu
Prakiraan Cuaca Subang Hari Ini,Hujan Ringan Mengintai Sejumlah Wilayah

Prakiraan Cuaca Subang Hari Ini,Hujan Ringan Mengintai Sejumlah Wilayah

Subang42 menit lalu
ADVERTISEMENT
Kapan BSU Kemnaker 2026 Cair? Cek Jadwal, Penerima, dan Nominal Bantuannya di Sini!

Kapan BSU Kemnaker 2026 Cair? Cek Jadwal, Penerima, dan Nominal Bantuannya di Sini!

Nasional52 menit lalu
Manoe Coffee, Pilihan Tempat Meeting Nyaman di Tengah Kota Subang

Manoe Coffee, Pilihan Tempat Meeting Nyaman di Tengah Kota Subang

Lifestyle52 menit lalu
Fakta Terbaru Kasus Dugaan Perundungan Siswa SD Pemalang: Pemkab Evaluasi Kepala Sekolah

Fakta Terbaru Kasus Dugaan Perundungan Siswa SD Pemalang: Pemkab Evaluasi Kepala Sekolah

Nasional55 menit lalu
Rona Mairansyah Jadi Sekda, Posisi Kepala Bapenda Definitif Kosong

Rona Mairansyah Jadi Sekda, Posisi Kepala Bapenda Definitif Kosong

Headline59 menit lalu
DPRD Karawang Dorong BPD Sinergis dengan Kades

DPRD Karawang Dorong BPD Sinergis dengan Kades

Karawang1 jam lalu
Putusan MK soal Ijazah Gibran Jadi Sorotan, Ahli Minta KPU Diperiksa

Putusan MK soal Ijazah Gibran Jadi Sorotan, Ahli Minta KPU Diperiksa

Nasional1 jam lalu