Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Dispangtan Pastikan Abu Vulkanik Tak Berikan Dampak Signifikan terhadap Pertanian

A
Adam SumartoEditor: Asep
|08:00 WIB
Bagikan:
Dispangtan Pastikan Abu Vulkanik Tak Berikan Dampak Signifikan terhadap Pertanian
AMAN: Kepala UPTD Pelindungan Tanaman Dispangtan Kabupaten Purwakarta, Wawan Hermawan, mengatakan, abu vulkanik pada dasarnya dapat memberikan dampak positif maupun negatif terhadap lingkungan dan tanaman. Akan tetapi, abu vulkanik yang sampai ke Purwakarta saat ini dinilai masih dalam kondisi yang aman bagi tanaman. Adam Sumarto/Pasundan Ekspres

PURWAKARTA-Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kabupaten Purwakarta memastikan abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang terbawa hingga ke berbagai wilayah di Jawa Barat, tak terkecuali di Kabupaten Purwakarta, dipastikan tidak memberikan dampak signifikan terhadap tanaman pertanian, buah-buahan, maupun perkebunan.

Hal ini seperti yang disampaikan Kepala UPTD Pelindungan Tanaman Dispangtan Kabupaten Purwakarta, Wawan Hermawan. Ia mengatakan abu vulkanik pada dasarnya dapat memberikan dampak positif maupun negatif terhadap lingkungan dan tanaman. Akan tetapi, abu vulkanik yang sampai ke Purwakarta saat ini dinilai masih dalam kondisi yang aman bagi tanaman.

Abu Vulkanik Berpotensi Memberikan Manfaat Bagi Tanah

Bahkan, sambungnya, dalam kondisi dan intensitas tertentu, abu vulkanik justru berpotensi memberikan manfaat bagi tanah karena mengandung sejumlah unsur mineral dan hara yang dapat mendukung kesuburan tanah. "Sebetulnya abu vulkanik itu ada dampak negatif maupun positifnya.

Alhamdulillah, dampaknya di Purwakarta lebih kepada sisi positifnya. Di dalam debu vulkanik terdapat unsur-unsur hara yang dapat membantu menyuburkan tanaman," kata Wawan kepada wartawan saat ditemui di Kantor Dispangtan Kabupaten Purwakarta, Senin (7/9/2026).

Menurut Wawan, kandungan mineral dalam abu vulkanik dapat berkontribusi terhadap perbaikan sifat dan struktur tanah. Salah satunya melalui proses pertukaran kation yang berperan dalam ketersediaan unsur hara bagi tanaman.

Selain itu, kata dia, material vulkanik tersebut juga dapat membantu memperbaiki porositas tanah sehingga sirkulasi air dan udara di dalam tanah menjadi lebih baik. "Abu vulkanik itu bisa membantu memperbaiki kondisi tanah. Tanah yang sebelumnya kurang poros atau cenderung kedap air dapat menjadi lebih berpori, sehingga kondisi tanah menjadi lebih baik bagi tanaman," ujarnya.

Tidak hanya terhadap kesuburan tanah, Wawan juga menyebutkan bahwa abu vulkanik memiliki potensi dalam membantu menekan organisme pengganggu tanaman (OPT), termasuk hama dan penyakit tertentu.

Menurutnya, salah satu kandungan mineral yang terdapat dalam abu vulkanik adalah sulfur atau belerang. Kandungan tersebut dalam kondisi tertentu dapat menciptakan lingkungan yang kurang disukai oleh sejumlah organisme pengganggu tanaman. "Untuk pelindungan tanaman, abu vulkanik juga bisa membantu menekan hama dan penyakit. Misalnya, terdapat kandungan seperti belerang yang tidak disukai oleh sejumlah hama dan organisme pengganggu tanaman," ucapnya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa dampak abu vulkanik terhadap tanaman tetap dipengaruhi oleh ketebalan material dan lamanya paparan. Semakin tebal dan semakin lama tanaman terpapar abu, tentu diperlukan perhatian lebih terhadap kondisi tanaman.

Kondisi tersebut berbeda dengan abu vulkanik yang sampai ke Purwakarta. Jarak Purwakarta yang cukup jauh dari sumber erupsi membuat abu vulkanik yang terbawa ke wilayah tersebut sudah tidak berada dalam kondisi panas yang berpotensi merusak tanaman. "Karena Purwakarta jaraknya cukup jauh, abu vulkanik yang sampai ke sini sudah tidak mengandung panas yang dapat merugikan daun tanaman. Dengan batasan ketebalan dan lamanya paparan, kondisi yang terjadi saat ini justru dapat memberikan manfaat terhadap tanah," katanya.

Atas kondisi tersebut, Wawan memastikan tanaman pertanian, buah-buahan, maupun perkebunan di Kabupaten Purwakarta masih dalam kondisi aman. Ia pun mengimbau petani agar tidak terburu-buru mengubah pola tanam atau menunda kegiatan pertanian hanya karena adanya abu vulkanik. "Kami mengimbau kepada para petani agar jangan sampai terbawa isu bahwa dengan adanya abu vulkanik harus menunda tanam atau mengubah pola tanam. Tidak perlu, karena kondisi penyebaran abu vulkanik ini waktunya terbatas," ujarnya.

Wawan juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyamakan kondisi abu vulkanik yang terjadi saat ini dengan erupsi Gunung Galunggung pada 1982. Peristiwa tersebut berlangsung dalam waktu yang jauh lebih lama sehingga berdampak terhadap berbagai sektor, termasuk pertanian. "Berbeda dengan kejadian pada 1982 saat Gunung Galunggung erupsi. Karena berlangsung lama, ada komoditas unggulan di Garut yang sampai musnah, salah satunya jeruk Garut. Kondisinya berbeda dengan yang terjadi sekarang di Purwakarta," ucap Wawan.

Sementara itu, untuk komoditas unggulan Purwakarta seperti manggis, Wawan menilai tidak terdapat alasan untuk mengkhawatirkannya akibat paparan abu vulkanik saat ini. Pasalnya, tanaman tersebut juga berkembang di sejumlah daerah lain di Jawa Barat. "Kalau di Purwakarta, misalnya manggis, tidak terlalu dikhawatirkan. Karena manggis juga terdapat di kabupaten lain dan Jawa Barat pada umumnya. Jadi tidak ada komoditas unggulan yang hanya ada di Kabupaten Purwakarta," katanya.

Ia kembali menegaskan bahwa hingga saat ini tidak terdapat dampak yang mengkhawatirkan terhadap tanaman di Purwakarta. Para petani pun diminta tetap beraktivitas seperti biasa dengan tetap memantau perkembangan kondisi di lapangan. "Intinya aman. Tanaman pangan, buah-buahan dan tanaman perkebunan di Purwakarta masih bagus. Tidak ada pengaruh yang mengkhawatirkan terhadap tanaman," ujar Wawan.(add/sep)

Berita Terbaru

Bahaya Asap Karhutla bagi Kesehatan Tubuh Manusia, dari Iritasi Mata hingga Risiko Kanker Paru-paru

Bahaya Asap Karhutla bagi Kesehatan Tubuh Manusia, dari Iritasi Mata hingga Risiko Kanker Paru-paru

Lifestyle36 menit lalu
Tema dan Logo Hari Sumpah Pemuda ke 98 Tahun 2026, Ini Link Downloadnya

Tema dan Logo Hari Sumpah Pemuda ke 98 Tahun 2026, Ini Link Downloadnya

Nasional1 jam lalu
Bukan Gibran, KDM Puncaki Survei Elektabilitas Cawapres 2029 Versi PPI

Bukan Gibran, KDM Puncaki Survei Elektabilitas Cawapres 2029 Versi PPI

Headline1 jam lalu
Gunung Anak Krakatau Erupsi dan Status Siaga Level III, Puluhan Gempa Hybrid Terekam

Gunung Anak Krakatau Erupsi dan Status Siaga Level III, Puluhan Gempa Hybrid Terekam

Headline1 jam lalu
ADVERTISEMENT
MUI Desak Presiden Tobat Nasuha Agar Serius Tangani Karhutla? Simak Berita Updatenya Disini!

MUI Desak Presiden Tobat Nasuha Agar Serius Tangani Karhutla? Simak Berita Updatenya Disini!

Nasional1 jam lalu
Siap-siap! Mendikdasmen Bakal Terapkan Kebijakan Tak Naik Kelas Mulai Tahun Ajaran 2027/2028

Siap-siap! Mendikdasmen Bakal Terapkan Kebijakan Tak Naik Kelas Mulai Tahun Ajaran 2027/2028

Nasional2 jam lalu
Jadwal Persib Bandung Terbaru: Hadapi Madura United 22 Oktober, Lanjut Lawan Garudayaksa FC

Jadwal Persib Bandung Terbaru: Hadapi Madura United 22 Oktober, Lanjut Lawan Garudayaksa FC

Olahraga3 jam lalu
Cara Dapat Diskon Sari Ater Hot Springs Ciater Khusus Peserta Trail Race 2026

Cara Dapat Diskon Sari Ater Hot Springs Ciater Khusus Peserta Trail Race 2026

Subang3 jam lalu
Presiden Prabowo Sambut Sekjen PBB Antonio Guterres di Hambalang, Bahas Isu Ini

Presiden Prabowo Sambut Sekjen PBB Antonio Guterres di Hambalang, Bahas Isu Ini

Nasional4 jam lalu
Ditemukan Lahan Bekas Karhutla di Dharmasraya Ditanami Sawit, Polisi Turun Tangan

Ditemukan Lahan Bekas Karhutla di Dharmasraya Ditanami Sawit, Polisi Turun Tangan

Nasional5 jam lalu