Kapolres Purwakarta Wajibkan Pelaku Tawuran Lapor Berkala

PURWAKARTA-Kapolres Purwakarta, AKBP Febri Nurzam, menegaskan bahwa mencegah tawuran tidak cukup hanya dengan menghentikan aksi kekerasan, tetapi juga membutuhkan pembinaan, pengawasan, dan peran aktif keluarga. Komitmen tersebut disampaikan Kapolres saat menemui para pelaku tawuran beserta orang tuanya masing-masing di Mapolres Purwakarta, belum lama ini.
Didampingi Kasatreskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara, Kapolres memberikan arahan tegas agar para pelaku tidak mengulangi perbuatannya dan menjauhi segala bentuk kekerasan. "Tawuran bukan sekadar kenakalan remaja, melainkan tindakan berisiko yang dapat mengancam keselamatan, mengganggu ketertiban umum, serta berdampak pada pendidikan dan masa depan generasi muda," kata Kapolres.
Sebagai langkah pembinaan dan pengawasan, para pelaku harus melaksanakan wajib lapor ke Satreskrim Polres Purwakarta sesuai ketentuan dan jadwal yang telah ditetapkan. Kebijakan ini menjadi upaya preventif untuk mencegah terulangnya tawuran sekaligus menumbuhkan kedisiplinan dan tanggung jawab.
Melalui kewajiban tersebut, kepolisian berupaya mengedukasi agar para pelaku memahami konsekuensi hukum dan dampak sosial dari perbuatannya. Wajib lapor juga menjadi sarana pemantauan berkala terhadap perkembangan perilaku pelaku tawuran, sehingga potensi keterlibatan kembali dalam tawuran maupun aksi balasan dapat dicegah sejak dini.
Ketegasan ini diharapkan memberikan efek jera yang bersifat edukatif, bukan sekadar membuat pelaku berhenti sementara. Lebih dari itu, para remaja diharapkan mampu mengevaluasi kesalahan, memperbaiki perilaku, dan mengarahkan diri pada kegiatan yang positif serta bermanfaat bagi masa depan.
Kapolres juga mengajak para orang tua untuk tidak menyerahkan seluruh tanggung jawab pembinaan kepada kepolisian. "Pengawasan terhadap pergaulan, aktivitas, dan keberadaan anak, disertai komunikasi yang terbuka di rumah, menjadi benteng penting agar remaja tidak mudah terpengaruh lingkungan negatif," ujarnya.
Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Kasihumas Polres Purwakarta, Iptu Tini Yutini, mengingatkan bahwa pencegahan tawuran membutuhkan kepedulian bersama, mulai dari keluarga, sekolah, hingga lingkungan masyarakat. "Jangan sampai masa depan generasi muda rusak karena tawuran. Kami mengajak para orang tua untuk lebih peduli terhadap pergaulan anak-anaknya, membangun komunikasi yang baik, serta memberikan pengawasan dan arahan," ucapnya.
Pihaknya juga mengimbau para remaja agar menjauhi kekerasan, mengutamakan keselamatan, dan mengisi waktu dengan kegiatan positif. Polres Purwakarta mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan tetap aman dan kondusif. Apabila mengetahui adanya potensi tawuran atau gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, segera laporkan kepada pihak kepolisian agar dapat ditindaklanjuti," kata Tini.
Melalui pembinaan yang berkelanjutan, pengawasan yang terukur, dan sinergi bersama keluarga serta masyarakat, Polres Purwakarta berupaya memutus rantai tawuran sekaligus melindungi masa depan generasi muda.(add/sep)
