Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur Purwakarta Masih Misteri, Polisi Periksa Puluhan Saksi

PASUNDAEKSPRES.ID - Kasus kematian Sumarna, seorang petugas keamanan di kawasan Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, hingga kini masih menjadi misteri. Lebih dari sebulan setelah korban ditemukan tewas dalam kondisi tangan terborgol, polisi masih terus mengumpulkan bukti dan memeriksa saksi untuk mengungkap pelaku serta motif di balik kejadian tersebut.
Sumarna ditemukan meninggal dunia di tepian danau kawasan Tanggul Ubrug, Waduk Jatiluhur, pada Jumat, 24 Juli 2026. Saat ditemukan, korban masih mengenakan seragam dinas dan kedua tangannya dalam kondisi terborgol ke belakang.
Polisi menduga kuat korban menjadi korban tindak pidana. Namun, hingga pemberitaan terakhir pada Agustus 2026, belum ada tersangka yang ditetapkan maupun pelaku yang ditangkap.
Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur Tewas dengan Tangan Terborgol
Peristiwa tersebut bermula ketika rekan kerja Sumarna kehilangan kontak dengan korban sekitar pukul 03.00 WIB saat korban sedang menjalankan tugas piket malam.
Pencarian kemudian dilakukan oleh kepala satuan pengamanan bersama rekan kerja dan warga sekitar. Sekitar pukul 11.00 WIB, korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di pinggir danau kawasan Tanggul Ubrug.
Kondisi kedua tangan korban yang terborgol ke belakang menjadi salah satu petunjuk penting bagi penyidik dalam mengungkap kasus tersebut. Jenazah kemudian dievakuasi untuk menjalani pemeriksaan medis dan autopsi.
Polisi Periksa Puluhan Saksi
Penyelidikan kasus tersebut terus diperluas. Pada awal Agustus 2026, Polda Jawa Barat menyebut polisi telah memeriksa lebih dari 30 saksi.
Pemeriksaan dilakukan terhadap sejumlah pihak yang dinilai mengetahui aktivitas korban maupun kondisi di sekitar lokasi kejadian. Penyidik juga terus mengumpulkan dan mencocokkan berbagai alat bukti untuk menyusun rangkaian peristiwa sebelum korban ditemukan meninggal dunia.
Pada akhir Juli, polisi sebelumnya menyebut telah memeriksa sedikitnya 15 saksi. Jumlah tersebut kemudian bertambah seiring pendalaman penyelidikan.
Diduga Pelaku Lebih dari Satu Orang
Kapolres Purwakarta AKBP Febry Nurzam pada 8 Agustus 2026 menyampaikan bahwa penyidik menduga kemungkinan terdapat lebih dari satu orang yang terlibat dalam peristiwa tersebut.
Meski demikian, dugaan tersebut masih harus dibuktikan melalui alat bukti dan hasil penyelidikan lebih lanjut. Polisi masih mendalami peran masing-masing pihak serta rangkaian kejadian yang dialami korban sebelum ditemukan tewas.
Ada Dugaan Kaitan dengan Aksi Vandalisme
Salah satu informasi yang turut didalami penyidik berkaitan dengan dugaan perselisihan korban dengan sekelompok orang yang melakukan aksi vandalisme di kawasan objek vital Waduk Jatiluhur.
Sebelum ditemukan meninggal, Sumarna disebut sempat menegur kelompok pemuda yang diduga hendak melakukan aksi mencoret-coret fasilitas di kawasan tersebut.
Polisi kemudian mendalami kemungkinan apakah persoalan tersebut memiliki hubungan dengan kematian korban. Namun, sampai saat ini belum ada kesimpulan resmi yang menyatakan aksi vandalisme tersebut sebagai motif pembunuhan.
Polisi Bantah Kabar Pelaku Sudah Ditangkap
Kasus ini juga sempat diwarnai informasi keliru di media sosial yang menyebut polisi telah menangkap pelaku pembunuhan Sumarna.
Informasi tersebut dinyatakan sebagai hoaks. Jabar Saber Hoaks mencatat bahwa hingga akhir Juli 2026 polisi belum menetapkan tersangka maupun melakukan penangkapan. Polri juga mengonfirmasi bahwa klaim penangkapan tersebut tidak benar.
Karena itu, masyarakat diimbau tidak langsung mempercayai informasi mengenai perkembangan kasus yang beredar di media sosial sebelum mendapatkan konfirmasi dari kepolisian atau sumber resmi lainnya.
Kasus Masih Dalam Penyelidikan
Hingga 21 Agustus 2026, Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan menyatakan bahwa kasus tersebut masih ditangani Polres Purwakarta. Penyidik disebut masih mendalami alat bukti dan berupaya mengungkap perkara tersebut.
Dengan belum adanya tersangka yang diumumkan, identitas pelaku maupun motif pembunuhan Sumarna masih belum diketahui secara resmi. Polisi juga belum menyampaikan secara terbuka seluruh detail teknis penyelidikan yang sedang berlangsung.
Kasus kematian Sumarna kini menjadi salah satu perkara kriminal di Purwakarta yang masih menunggu titik terang. Puluhan saksi telah diperiksa dan sejumlah kemungkinan telah didalami, tetapi hingga kini polisi masih berupaya merangkai seluruh petunjuk untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi sebelum korban ditemukan tewas di kawasan Waduk Jatiluhur.
