Tabligh Akbar Yasri, Ajengan Rawing: Jangan Tinggalkan Salat Lima Waktu

PURWAKARTA-Pimpinan Pondok Pesantren Al-Aqthob Cianting KH. Endang Muhyiddin Abdul Jabbar atau lebih dikenal dengan sebutan Ajengan Rawing berpesan kepada para siswa sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan Yasri Purwakarta, yakni TKIT, SDIT, dan SMPIT Cendekia serta SMK Farmasi dan SMK Bina Budi, untuk memperbanyak istighfar.
Pesan tersebut disampaikan Ajengan Rawing saat menjadi penceramah pada kegiatan Tabligh Akbar yang digelar di Kampus Yayasan Yasri Purwakarta, Jl. Veteran, Kelurahan Nagri Kaler, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta, akhir pekan kemarin. "Salat lima waktu jangan sampai tertinggal, amalkan Sunnah Nabi, jauhi hal-hal yang bersifat haram. Khusus kepada para tenaga pendidik untuk selalu bersemangat mengajarkan ilmu Alquran dan Sunnah Nabi. Insyaallah segala kebaikan akan dibalas dengan husnul khotimah," kata Ajengan Rawing.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ajengan Rawing menegaskan bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang belajar Alquran dan mengajarkannya serta mengerjakan kebaikan dan mencegah kemungkaran.
Mengerjakan kebaikan di antaranya adalah mengajak untuk menghidupkan para pemuda supaya cinta Alquran, hadist, ilmu, dan terutama cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.
Ajengan Rawing juga mengatakan bahwa Nabi Muhammad Saw bersabda, "barangsiapa menghidupkan sunnah ku maka dia telah cinta kepada ku". Di antara contoh menghidupkan Sunnah Nabi adalah cara minum. "Janganlah kamu minum dengan tangan kiri karena sesungguhnya syetan minum dengan tangan kiri. Minum satu kali teguk yang diawali basmalah dan diakhiri hamdalah. Ulangi hingga merasa cukup," ujar Ajengan Rawing.
Selanjutnya, sunnah pada saat mau tidur. Telapak tangan disatukan dan menengadah, baca Surat Al-Ikhlas, Al-falaq dan An-Nas dan ditiupkan ke telapak tangan, kemudian diusapkan ke seluruh badan. "Sunnah lainnya adalah tata cara masuk ke WC atau ke kamar mandi. Baca doa dan saat masuk dahulukan kaki kiri. Pada saat keluar juga baca doa dan dahulukan kaki kanan. Ingat, mengikuti sunnah masuk WC jauh lebih baik daripada membangun madrasah," ucapnya.
Sunnah selanjutnya, kata Ajengan Rawing, adalah bersiwak. Niatkan untuk bersiwak. Pada saat bersiwak arahnya seperti angka delapan mendatar. Diulang-ulang hingga bersih dan segar.
Ajengan Rawing juga memberikan contoh perbuatan yang bisa menjadi dosa besar menurut para ulama. Di antaranya, menitipkan orangtua ke panti jompo dan menutup hidung saat memandikan atau membantu membersihkan badan orang tua. "Semoga ilmu yang disampaikan sedikit ini bisa menjadi ilmu yang bermanfaat bagi anak-anak khususnya, dan bagi semua jemaah pada umumnya," kata Ajengan Rawing.
Ditemui usai kegiatan, Ketua Dewan Pembina Yayasan Yasri Purwakarta, Agus Muharam, berharap melalui Tabligh Akbar ini bisa meningkatkan keimanan para siswa dan guru. Termasuk juga dalam hal menambah wawasan dan keilmuan. "Insyaallah, kegiatan semacam ini akan kami gelar empat bulan sekali dengan mendatangkan para penceramah dari luar Yasri," ujar Agus Muharam.
Yang tak kalah istimewa, ia juga mengumumkan bahwa Yayasan Yasri Purwakarta memberikan reward berupa umrah gratis kepada guru berprestasi dan berdedikasi tinggi setiap tiga tahun sekali. Adapun tahun ini reward tersebut diberikan kepada Kepala SDIT Cendekia Andri Purwanugraha.
Terpisah, Sekretaris Kecamatan Purwakarta, Agus Alamsyah Bachtiar, yang hadir mewakili Camat Purwakarta Heri Anwar menyampaikan apresiasinya kepada Yayasan Yasri Purwakarta. "Kontribusi Yayasan Yasri untuk masyarakat Purwakarta sungguh luar biasa, khususnya dalam bidang pendidikan. Yasri berhasil membentuk karakter dan akhlak anak meniadi yang terbaik sesuai dengan slogannya bina Iman, ilmu dan amal," ucap Agus Alamsyah Bachtiar.(add/sep)
