Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Kejari Purwakarta Dinilai Inkonsisten Ungkap Kasus Gratifikasi

M
MaldiansyahEditor: Asep
|09:49 WIB
Bagikan:
Kejari Purwakarta Dinilai Inkonsisten Ungkap Kasus Gratifikasi
PENUHI PANGGILAN: Mantan Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika (ARM) saat memenuhi panggilan Kejaksaan Negeri Purwakarta dalam kasus dugaan gratifikasi, beberapa waktu lalu.

PURWAKARTA - Setelah melalui fase panjang dengan pergantian dua kali kepala. Kejaksaan Negeri atau Kejari Purwakarta dianggap inkonsisten bahkan terkesan main-main dalam pengungkapan kasus. 

Diantaranya terkait kasus dugaan gratifikasi mobil jenis Inova yang melibatkan mantan Bupati Purwakarta Anne Ratna (ARM) periode 2018 - 2024.

Kejari Purwakarta hingga hari ini tidak juga memutuskan bagaimana nasi kasus Dugaan Korupsi Gratifikasi tersebut. Padahal sudah lebih dari dua tahun penyelidikan dan berbagai publikasi dan informasi yang tersebar, baik dari internal maupun hasil penelusuran di luar.

Bahkan kabarnya, dengan pemanggilan puluhan saksi dan pengumpulan data hingga ke rekening perbankan yang menyebar luas di masyarakat, Kejari Purwakarta dianggap merugikan banyak pihak.

"Pemanggilan saksi dengan jumlah puluhan orang itu sangat menyita perhatian, diantara saksi-saksi tersebut itu kan memiliki keluarga, tetangga dan bahkan kolega yang khawatir juga cemas akan nasib mereka. Dugaan akan korupsi jelas sangat membebani, apalagi harus bulak-balik menjalani pemeriksaan. Jelas mengganggu mental banyak pihak. Namun statusnya sampai hari ini tidak jelas," ujar salah satu pemerhati kebijakan publik di Purwakarta yang meminta dengan tegas namanya tidak dituliskan.

Selanjutnya, Tri Mulyanto salah satu anggota LSM yang memperhatikan jalannya pemeriksaan kasus tersebut juga berkomentar pedas.

Dirinya menilai, status yang menggantung namun opini publik sudah menyebar luas.

Dalam kasus itu, kata dia, jelas sangat merugikan terutama bagi kader loyal seperti Anne Ratna Mustika.

"Bisa saja karena kasus ini, nama baiknya tercemar dan akhirnya publik tidak lagi mempercayai tokoh tersebut," ujarnya.

Meski mengaku bukan salah satu kader partai atau pendukung ARM, sebagai warga Purwakarta dirinya mengaku juga dirugikan.

"Kan kasian juga, bulak balik diperiksa tapi statusnya gak jelas. Jika memang tidak bisa dibuktikan, pihak Kejaksaan seharusnya membuka kepada publik bahwa dalam kasus tersebut tidak ada hal pelanggaran hukum. Sehingga nama baik saksi-saksi yang sudah dipanggil khususnya ARM, nama baiknya bisa kembali baik dimata masyarakat," tegasnya.

Untuk itu, ia mendesak Kejari untuk bersikap professional dan transparan dalam mengungkap kasus dugaan gratifikasi tersebut.(mas/sep)

Berita Terbaru

Koran dan Media Online Pasundan Ekspres Raih Penghargaan SPS Awards 2026

Koran dan Media Online Pasundan Ekspres Raih Penghargaan SPS Awards 2026

Headline32 menit lalu
Persib Bandung Jadi Tim Terbaik Fase Grup, Cuma Butuh 1 Poin untuk Kunci Juara Grup E!

Persib Bandung Jadi Tim Terbaik Fase Grup, Cuma Butuh 1 Poin untuk Kunci Juara Grup E!

Olahraga1 jam lalu
Jadwal Libur November 2026: Ini Daftar Tanggal Merahnya

Jadwal Libur November 2026: Ini Daftar Tanggal Merahnya

Nasional2 jam lalu
Mengenal Teknologi Penyadapan LIMS yang Diduga Digunakan Listyo Sigit Cs untuk Sadap Presiden Prabowo

Mengenal Teknologi Penyadapan LIMS yang Diduga Digunakan Listyo Sigit Cs untuk Sadap Presiden Prabowo

Nasional3 jam lalu
Rute ke Pasir Panyileukan Ciater Subang dari Jakarta, Kawasan Wisata Baru yang Diresmikan KDM

Rute ke Pasir Panyileukan Ciater Subang dari Jakarta, Kawasan Wisata Baru yang Diresmikan KDM

Subang4 jam lalu
Kabar Baik! Pemerintah Umumkan Rekrutmen CPNS Mulai November 2026

Kabar Baik! Pemerintah Umumkan Rekrutmen CPNS Mulai November 2026

Nasional5 jam lalu
Prakiraan Cuaca Hari Ini di Subang Sabtu 7 November 2026, Cek Sekarang!

Prakiraan Cuaca Hari Ini di Subang Sabtu 7 November 2026, Cek Sekarang!

Lifestyle6 jam lalu
Wamen Ossy Laporkan Progres Dukungan Kementerian ATR/BPN dalam Percepatan Pembangunan KSPEAN di Empat Provinsi Prioritas

Wamen Ossy Laporkan Progres Dukungan Kementerian ATR/BPN dalam Percepatan Pembangunan KSPEAN di Empat Provinsi Prioritas

Nasional16 jam lalu
Optimalkan Pemanfaatan Tanah, Plh. Dirjen PPTR: Manfaat Nyata untuk Masyarakat

Optimalkan Pemanfaatan Tanah, Plh. Dirjen PPTR: Manfaat Nyata untuk Masyarakat

Nasional16 jam lalu
Kementerian ATR/BPN Tindaklanjuti 94,67% Pengaduan dalam Lapor Mas Wapres

Kementerian ATR/BPN Tindaklanjuti 94,67% Pengaduan dalam Lapor Mas Wapres

Nasional16 jam lalu