Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Kemarau Panjang, Debit Air Situ Buleud Menyusut Drastis

M
MaldiansyahEditor: Asep
|09:50 WIB
Bagikan:
Kemarau Panjang, Debit Air Situ Buleud Menyusut Drastis
MENYUSUT: Debit air Situ Buleud yang berada di pusat kota ini tercatat menyusut drastis dalam beberapa minggu terakhir. Maldiansyah/Pasundan Ekspres

Air Mancur Vakum, Puluhan Ton Ikan Terancam Mati

PURWAKARTA-Musim kemarau panjang yang melanda Kabupaten Purwakarta memberikan dampak serius bagi ikon wisata kebanggaan warga, Situ Buleud. Debit air Situ Buleud yang berada di pusat kota ini tercatat menyusut drastis dalam beberapa minggu terakhir. 

Kondisi ini memaksa pengelola untuk menghentikan sementara operasional pertunjukan air mancur atau fountain show yang biasanya menjadi daya tarik utama, terutama pada malam akhir pekan. 

Berdasarkan pantauan di lokasi, permukaan air Situ Buleud kini terlihat jauh dari bibir tanggul normal. Penyusutan yang ekstrem membuat beberapa bagian dasar situ mulai terlihat, dan pompa air untuk pertunjukan fountain show tidak lagi mampu menyedot air. Jika dipaksakan beroperasi, dikhawatirkan mesin-mesin berteknologi tinggi tersebut akan rusak karena menyedot lumpur dan kotoran dasar.

Namun, dampak yang paling mengkhawatirkan dari penyusutan air ini adalah ancaman kematian bagi puluhan ton ikan yang hidup di dalam Situ Buleud. Berkurangnya volume air secara drastis membuat kualitas air menurun, suhu meningkat, dan kadar oksigen dalam air menjadi sangat minim. 

Puluhan ton ikan berbagai jenis, termasuk ikan koi, nila, dan mas, kini terlihat berenang mendekati permukaan dan tampak stres akibat kekurangan oksigen. Jika tidak segera ditangani dengan penambahan aerator atau curah hujan, bukan tidak mungkin ikan-ikan tersebut akan mati massal dan menimbulkan bau tidak sedap serta kerugian materi yang besar.

Kondisi ini memicu reaksi keras dan rasa menyesal dari warga maupun wisatawan yang sengaja datang ke Situ Buleud. Banyak pengunjung yang merasa kecewa karena tidak dapat menikmati pertunjukan air mancur yang sudah mereka nantikan. "Sangat disayangkan, saya sengaja ajak keluarga dari luar kota untuk melihat fountain show malam ini, tapi ternyata airnya surut dan pertunjukannya ditiadakan. Kasihan juga melihat kondisi ikannya yang tampak mengambang karena kehabisan oksigen," keluh Asep Sunandar (42), salah seorang warga yang berkunjung ke kawasan Situ Buleud, Selasa (29/9) malam.

Senada dengan Asep, warga sekitar Situ Buleud juga menyuarakan kekhawatiran yang sama. Mereka berharap cuaca ekstrem ini segera berakhir dan hujan turun di wilayah Purwakarta untuk menyelamatkan ekosistem danau serta menghidupkan kembali kawasan wisata tersebut. "Kami sangat berharap hujan segera turun di Purwakarta. Kalau dibiarkan terus begini, selain ikannya mati, Situ Buleud juga jadi tidak sedap dipandang dan bau. Semoga musim kemarau segera berakhir," harap Nia (35), warga Kecamatan Purwakarta.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola dan Dinas terkait masih berupaya melakukan penyelamatan dengan menambah mesin blower/aerator di beberapa titik untuk menyuplai oksigen bagi ikan, sembari menunggu datangnya hujan untuk menormalkan kembali debit air Situ Buleud.(mas/sep)

Berita Terbaru

Kadisdik Subang Buka Suara Soal Dugaan Aksi Tak Pantas Guru SMP Negeri 2 Pagaden

Kadisdik Subang Buka Suara Soal Dugaan Aksi Tak Pantas Guru SMP Negeri 2 Pagaden

Subang19 menit lalu
Regulasi Izin Tambang di Subang: Syarat, Dasar Hukum, dan Prosedur Perizinannya

Regulasi Izin Tambang di Subang: Syarat, Dasar Hukum, dan Prosedur Perizinannya

Subang27 menit lalu
Kasus Viral Oknum Guru di Pageden Subang Dibenarkan Polisi, Korban Ternyata Anak di Bawah Umur

Kasus Viral Oknum Guru di Pageden Subang Dibenarkan Polisi, Korban Ternyata Anak di Bawah Umur

Subang39 menit lalu
20 Menit Naik Perahu Menuju Pantai Tersembunyi di Subang, Ini Jalur dan Tiketnya

20 Menit Naik Perahu Menuju Pantai Tersembunyi di Subang, Ini Jalur dan Tiketnya

Jawa Barat47 menit lalu
ADVERTISEMENT
Air, Listrik dan Kebisingan Jadi Isu, AMDAL Data Center AI CGK4 di Jatiluhur Dipertanyakan

Air, Listrik dan Kebisingan Jadi Isu, AMDAL Data Center AI CGK4 di Jatiluhur Dipertanyakan

Jawa Barat48 menit lalu
Kemarau Panjang, Debit Air Situ Buleud Menyusut Drastis

Kemarau Panjang, Debit Air Situ Buleud Menyusut Drastis

Purwakarta49 menit lalu
Rantis AWC Sat Samapta Polres Purwakarta Salurkan Air Bersih untuk Warga

Rantis AWC Sat Samapta Polres Purwakarta Salurkan Air Bersih untuk Warga

Purwakarta52 menit lalu
Kalapas Cibinong Gelagapan Dicecar Komisi XIII DPR Soal Temuan Fasilitas Mewah

Kalapas Cibinong Gelagapan Dicecar Komisi XIII DPR Soal Temuan Fasilitas Mewah

Nasional55 menit lalu
Andhika Surya Gumilar Apresiasi Pemanfaatan Pajak untuk Pendidikan, Minta Bantuan Tepat Sasaran

Andhika Surya Gumilar Apresiasi Pemanfaatan Pajak untuk Pendidikan, Minta Bantuan Tepat Sasaran

Subang57 menit lalu
Kasus ISPA di Subang Tembus 105.569 Kasus, Naik dari Tahun Lalu

Kasus ISPA di Subang Tembus 105.569 Kasus, Naik dari Tahun Lalu

Subang59 menit lalu