Kemarau Panjang, Debit Air Situ Buleud Menyusut Drastis

Air Mancur Vakum, Puluhan Ton Ikan Terancam Mati
PURWAKARTA-Musim kemarau panjang yang melanda Kabupaten Purwakarta memberikan dampak serius bagi ikon wisata kebanggaan warga, Situ Buleud. Debit air Situ Buleud yang berada di pusat kota ini tercatat menyusut drastis dalam beberapa minggu terakhir.
Kondisi ini memaksa pengelola untuk menghentikan sementara operasional pertunjukan air mancur atau fountain show yang biasanya menjadi daya tarik utama, terutama pada malam akhir pekan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, permukaan air Situ Buleud kini terlihat jauh dari bibir tanggul normal. Penyusutan yang ekstrem membuat beberapa bagian dasar situ mulai terlihat, dan pompa air untuk pertunjukan fountain show tidak lagi mampu menyedot air. Jika dipaksakan beroperasi, dikhawatirkan mesin-mesin berteknologi tinggi tersebut akan rusak karena menyedot lumpur dan kotoran dasar.
Namun, dampak yang paling mengkhawatirkan dari penyusutan air ini adalah ancaman kematian bagi puluhan ton ikan yang hidup di dalam Situ Buleud. Berkurangnya volume air secara drastis membuat kualitas air menurun, suhu meningkat, dan kadar oksigen dalam air menjadi sangat minim.
Puluhan ton ikan berbagai jenis, termasuk ikan koi, nila, dan mas, kini terlihat berenang mendekati permukaan dan tampak stres akibat kekurangan oksigen. Jika tidak segera ditangani dengan penambahan aerator atau curah hujan, bukan tidak mungkin ikan-ikan tersebut akan mati massal dan menimbulkan bau tidak sedap serta kerugian materi yang besar.
Kondisi ini memicu reaksi keras dan rasa menyesal dari warga maupun wisatawan yang sengaja datang ke Situ Buleud. Banyak pengunjung yang merasa kecewa karena tidak dapat menikmati pertunjukan air mancur yang sudah mereka nantikan. "Sangat disayangkan, saya sengaja ajak keluarga dari luar kota untuk melihat fountain show malam ini, tapi ternyata airnya surut dan pertunjukannya ditiadakan. Kasihan juga melihat kondisi ikannya yang tampak mengambang karena kehabisan oksigen," keluh Asep Sunandar (42), salah seorang warga yang berkunjung ke kawasan Situ Buleud, Selasa (29/9) malam.
Senada dengan Asep, warga sekitar Situ Buleud juga menyuarakan kekhawatiran yang sama. Mereka berharap cuaca ekstrem ini segera berakhir dan hujan turun di wilayah Purwakarta untuk menyelamatkan ekosistem danau serta menghidupkan kembali kawasan wisata tersebut. "Kami sangat berharap hujan segera turun di Purwakarta. Kalau dibiarkan terus begini, selain ikannya mati, Situ Buleud juga jadi tidak sedap dipandang dan bau. Semoga musim kemarau segera berakhir," harap Nia (35), warga Kecamatan Purwakarta.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola dan Dinas terkait masih berupaya melakukan penyelamatan dengan menambah mesin blower/aerator di beberapa titik untuk menyuplai oksigen bagi ikan, sembari menunggu datangnya hujan untuk menormalkan kembali debit air Situ Buleud.(mas/sep)
