SMKN 2 Purwakarta Dukung Program Tes Urine di Sekolah

1.700 Siswa Siap Ikut Serta
PURWAKARTA-Kepala SMKN 2 Purwakarta Ade Sehudin menyatakan bahwa sekolahnya mendukung penuh pelaksanaan tes urine bagi peserta didik sebagai bagian dari upaya deteksi dini penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) di lingkungan sekolah.
Untuk diketahui, tes urine tersebut merupakan bagian dari program yang disiapkan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dan menyasar siswa jenjang SMA/SMK, baik negeri maupun swasta.
Ade mengatakan, pihaknya telah melakukan sejumlah persiapan sesuai arahan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Salah satunya dengan meminta surat pernyataan izin dari orang tua siswa. Surat tersebut telah terkumpul dan menjadi bentuk dukungan orang tua. "Sesuai edaran Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, kami sudah meminta surat pernyataan izin dari orang tua. Alhamdulillah, seluruh surat pernyataan tersebut sudah terkumpul," kata Ade Sehudin kepada wartawan, Salasa (29/9/2026).
Ia menyebutkan, pemeriksaan urine di SMKN 2 Purwakarta rencananya akan diikuti sekitar 1.700 siswa, namun, saat ini ada 103 siswa yang tengah melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di luar sekolah. "Jumlah siswa kami sekitar 1.700 orang. Dari jumlah tersebut, ada 103 siswa yang sedang PKL, sehingga pelaksanaannya nanti akan disesuaikan dengan kondisi dan arahan teknis dari pihak terkait," ujar Ade menambahkan.
Ia menegaskan bahwa dukungan sekolah terhadap pemeriksaan urine tersebut juga sebagai langkah preventif sekaligus deteksi dini terhadap potensi penyalahgunaan NAPZA di kalangan pelajar.
Menurutnya, upaya pencegahan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari sekolah, orang tua, hingga instansi pemerintah yang memiliki kewenangan di bidang pendidikan dan kesehatan. "Kami mendukung program ini. Bagi sekolah, langkah tersebut penting sebagai bagian dari upaya pencegahan dan deteksi dini. Kami siap mengikuti ketentuan serta arahan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat," ucap Ade.
Sementara itu, di wilayah kerja Cabang Dinas Pendidikan (KCD) Wilayah IV Jawa Barat yang meliputi Kabupaten Purwakarta, Subang, dan Karawang, proses pendataan siswa sasaran pemeriksaan urine masih terus berlangsung.
Program pemeriksaan urine tersebut diharapkan dapat memperkuat langkah pencegahan penyalahgunaan NAPZA di lingkungan satuan pendidikan sekaligus mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan kondusif bagi peserta didik.(add/sep)
