Maba STIE Wikara Purwakarta Diajak Kenali Bahaya Cybercrime

PURWAKARTA-Kepala Bagian Perencanaan (Kabagren) Polres Purwakarta, Kompol Iwan Rasiwan mengatakan, ketika memasuki lingkungan perguruan tinggi, seorang mahasiswa baru (maba) tidak hanya dituntut mampu beradaptasi secara akademik, tetapi juga perlu memiliki pemahaman yang baik mengenai keamanan dan etika di ruang digital.
Demikian disampaikan Iwan saat menjadi pemateri dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Wibawa Karta Raharja (STIE Wikara), di Jalan Jenderal A. Yani No. 21, Purwakarta, Sabtu (19/9/2026).
Materi yang disampaikan Iwan membahas tentang Cybercrime, Judi Online (Judol) dan Pinjaman Online (Pinjol). Materi tersebut diberikan sebagai bekal kepada para maba agar lebih memahami berbagai risiko yang dapat muncul dari penggunaan teknologi dan internet dalam kehidupan sehari-hari.
Saat menyampaikan materinya, Iwan mengajak mahasiswa untuk mengenali berbagai bentuk kejahatan siber. Di antaranya seperti penipuan digital, pencurian data pribadi, penyalahgunaan akun hingga modus kejahatan yang memanfaatkan kelengahan pengguna media sosial.
Selain itu, Iwan juga menjelaskan tentang bahaya judi online dan pinjaman online, khususnya layanan yang tidak resmi. Mahasiswa diingatkan agar tidak mudah tergiur dengan tawaran keuntungan instan, hadiah, maupun kemudahan pinjaman yang justru dapat menimbulkan kerugian dan persoalan yang lebih besar di kemudian hari.
Perwira menengah polisi berpangkat satu melati emas ini juga mengajak mahasiswa untuk lebih bijak dalam menggunakan teknologi dan menjaga keamanan data pribadi. "Perkembangan teknologi memberikan banyak kemudahan, tetapi di sisi lain, juga menghadirkan berbagai risiko. Mahasiswa harus cerdas menggunakan media digital, tidak mudah percaya terhadap informasi atau tawaran yang belum jelas, serta menjaga data pribadi agar tidak dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab," kata Iwan.
Ia mengingatkan agar mahasiswa tidak menjadikan judi online sebagai hiburan maupun jalan pintas mendapatkan keuntungan. Begitu pula dengan pinjaman online, mahasiswa perlu memahami legalitas penyedia layanan dan mempertimbangkan kemampuan membayar sebelum mengambil keputusan keuangan. "Mahasiswa merupakan generasi yang sangat dekat dengan teknologi. Karena itu, literasi digital dan pemahaman mengenai risiko cybercrime, judi online maupun pinjaman online sangat penting. Kami berharap mahasiswa mampu menjadi pengguna teknologi yang cerdas, bertanggung jawab dan tidak mudah terjebak dalam aktivitas yang merugikan diri sendiri maupun orang lain," ujarnya.
Pihaknya juga mengajak mahasiswa untuk membangun kebiasaan digital yang aman, seperti menggunakan kata sandi yang kuat, tidak sembarangan memberikan data pribadi, berhati-hati membuka tautan atau menerima pesan dari sumber tidak dikenal, serta melakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum mempercayai suatu informasi maupun layanan digital. "Melalui kegiatan ini, Polres Purwakarta berupaya menjadi bagian dalam membangun kesadaran mahasiswa sejak awal memasuki dunia perkuliahan, bahwa kemampuan menjaga diri di ruang digital sama pentingnya dengan kemampuan akademik," ucap Iwan.(add/sep)
