Diskanak Pastikan Nihil Kasus Rabies di Purwakarta

Pencegahan Lewat Pelayanan Kesehatan Hewan Gratis
PURWAKARTA-Dinas Peternakan dan Perikanan (Diskanak) terus menjaga Kabupaten Purwakarta yang hingga saat ini statusnya masih nihil dari kasus rabies. Salah satu upayanya adalah dengan memperkuat pencegahan kasus rabies di Purwakarta melalui pelayanan kesehatan hewan gratis.
Seperti yang terlihat di Kantor Diskanak Purwakarta pada Kamis (17/9/2026) siang. Pelayanan kesehatan hewan gratis kali ini digelar dalam rangka memperingati Hari Rabies Sedunia yang dipadukan dengan Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Tampak sejumlah hewan peliharaan warga dibawa untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dan vaksinasi. Petugas pun melakukan skrining sebelum memberikan vaksin rabies kepada hewan yang dinilai memenuhi syarat.
Kegiatan tersebut menyasar hewan yang rentan terhadap rabies, seperti anjing, kucing, musang, dan monyet. Sementara pelayanan kesehatan juga diperluas denagn menyasar hewan kuda yang berada di sejumlah kawasan dan istal di Purwakarta.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Diskanak Purwakarta, Wini Karmila mengatakan, vaksinasi rabies menjadi salah satu langkah penting untuk mempertahankan Purwakarta tetap bebas dari penyakit tersebut. "Rabies di Purwakarta alhamdulillah zero penyakit rabies, tetapi kasus penggigitan sampai saat ini masih ada," kata Wini kepada wartawan di lokasi.
Berdasarkan laporan yang diterima Diskanak, kata Wini, kasus gigitan yang terjadi lebih banyak melibatkan kucing. Terdapat sekitar tiga laporan gigitan kucing dan satu laporan yang melibatkan anjing. Akan tetapi, lanjut dia, seluruh hewan yang dilaporkan menggigit tersebut telah menjalani observasi dan dinyatakan bebas dari rabies.
Wini mengimbau masyarakat yang mengalami gigitan dari hewan penular rabies agar segera melaporkannya kepada Diskanak maupun Dinas Kesehatan.
Menurutnya, penanganan dilakukan secara terpadu. Hewan yang menggigit akan menjalani observasi oleh petugas peternakan, sedangkan korban gigitan mendapatkan penanganan dan pemantauan dari Dinas Kesehatan. "Untuk masyarakat yang mendapatkan gigitan dari kucing atau hewan peliharaannya, silakan dikomunikasikan ke Dinas Peternakan dan Dinas Kesehatan. Untuk hewannya kita observasi, manusianya diobservasi oleh Dinas Kesehatan," ujarnya.
Wini menyebutkan, rabies merupakan penyakit yang sangat berbahaya karena menyerang sistem saraf pusat dan dapat berakibat fatal apabila gejalanya sudah muncul. Pada manusia, gejala rabies di antaranya kejang-kejang, gangguan pada susunan saraf pusat, hingga muncul rasa takut terhadap air dan cahaya. "Kalau untuk manusia sangat mematikan. Dia sampai kejang-kejang, mengganggu susunan saraf pusat, sampai takut air dan takut cahaya. Dan itu mematikan," ucapnya.
Tahun ini, kata dia, Diskanak Purwakarta menargetkan sebanyak 2.500 hewan mendapatkan vaksinasi rabies. Khusus pelaksanaan pelayanan dalam rangka Hari Rabies Sedunia, ditargetkan sebanyak 390 ekor hewan mendapatkan vaksinasi.
Wini mengatakan, pelayanan vaksinasi masih akan dibuka hingga Selasa (22/9/2026) apabila target pelayanan pada kegiatan utama belum seluruhnya tercapai. "Target tahun ini 2.500. Hari ini targetnya 390 ekor. Kalau hari ini tidak tercapai, kami masih melaksanakan sampai Selasa tanggal 22 September," katanya.
Selain vaksinasi rabies, Diskanak Purwakarta juga memberikan pelayanan kesehatan terhadap kuda. Pelayanan tersebut mulai dilakukan di kawasan Sukabulan serta sejumlah istal di Kecamatan Darangdan dan Bojong.(add/sep)
