Mahasiswa KKN STKIP Purwakarta Bangun Rocket Stove, Solusi Sampah Warga Desa Sakambang

PASUNDANEKSPRES.ID - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Purwakarta membangun Rocket Stove atau tempat pembakaran sampah ramah lingkungan untuk warga Desa Sakambang, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta.
Rocket Stove ini memaksimalkan sirkulasi udara untuk pembakaran, sehingga menghasilkan panas tinggi dengan sedikit asap. Dengan demikian, proses pembakaran sampah jadi lebih cepat dan ramah lingkungan karena minimnya asap.
Ketua STKIP Purwakarta, Agus Muharam menyebutkan, pembuatan Rocket Stove menjadi solusi sampah bagi warga Desa Sakambang. Pasalnya, kata dia, sampah menjadi masalah yang belum terselesaikan di desa tersebut.
"KKN STKIP Purwakarta 2026 dilaksanakan di tiga kecamatan. Ketiganya adalah Kecamatan Campaka, Plered dan Wanayasa. KKN di Wanayasa salah satunya di Desa Sakambang dan mahasiswa kami berhasil membangun Rocket Stove," kata Agus di sela peresmian beroperasinya Rocket Stove, Senin (10/8/2026).
Sebelum membangun Rocket Stove, sambungnya, mahasiswa telah melakukan observasi dan berkoordinasi dengan pemerintah Desa Sakambang terkait permasalahan apa yang paling mendesak untuk dicarikan solusinya.
"Ternyata, sampah menjadi permasalahan utama. Tidak adanya tempat pembuangan sampah membuat warga mengelola sendiri sampah rumah tangganya. Mulai dari membakar, mengubah jadi kompos dan tak sedikit yang langsung membuangnya ke sungai," ujarnya.
Dengan demikian, dibangunnya Rocket Stove ini bisa menjadi solusi sampah warga setempat. Ia pun mengapresiasi mahasiswa KKN STKIP Purwakarta Kelompok Desa Sakambang atas inisiatif yang solutif tersebut.
Senada disampaikan Kepala Desa Sakambang, Ucup Supyan, melalui Sekretaris Desa, Sutisna. Ia membenarkan bahwa pengelolaan sampah telah lama menjadi PR di desanya.
"Sebenarnya, permasalahan sampah ini sudah beberapa kali dibahas, pun halnya dengan solusinya. Hanya saja masih dalam tahap perencanaan. Dan Alhamdulillah, berkat adanya mahasiswa KKN STKIP Purwakarta ini akhirnya bisa terwujud," ucap Sutisna.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan KKN Desa Sakambang, Tanzilia Nur Fajriati mengatakan, pembuatan Rocket Stove merupakan program unggulan mahasiswa KKN STKIP Purwakarta.
"Selain pembuatan Rocket Stove, mahasiswa juga memiliki program kerja lainnya. Di antaranya, memberikan edukasi kepada para pelajar SD setempat terkait mengelola sampah. Mulai dari memilahnya, memanfaatkannya hingga membuangnya dengan ke tempat sampah," kata Zela, panggilan akrabnya.
Diharapkan, edukasi tersebut dapat dipraktikkan, baik di sekolah maupun di rumah, sehingga menjadi habituasi positif. Lebih jauh lagi, dapat membentuk karakter pelajar yang peduli terhadap lingkungannya.
Hal serupa disampaikan Ketua Kelompok KKN Desa Sakambang, M Ilham Ramdani. Ia menegaskan bahwa Rocket Stove ini bukan tempat pembangunan akhir melainkan tempat pembakaran sampah. Meski demikian, kata Ilham, keberadaan Rocket Stove yang berlokasi di Dusun II, RT 04/RW 02 ini, bisa menjadi solusi sampah warga.
"Biaya pembuatan Rocket Stove ini Rp3,5 juta - Rp4 juta. Saat ini baru ada satu, mudah-mudahan ke depan bisa dibuat yang lainnya. Ke depan, di sekitar Rocket Stove juga akan dibuat penampungan sampah, terpisah antara sampah organik dan non-organik," ujarnya. (add)
