Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Mahasiswa KKN UBP Karawang Edukasi Warga Citeko Kelola Sampah Organik lewat Pelatihan Eco Enzyme dan Komposter

A
Adam SumartoEditor: Dobi Maulana
|21:25 WIB
Bagikan:
Mahasiswa KKN UBP Karawang Edukasi Warga Citeko Kelola Sampah Organik lewat Pelatihan Eco Enzyme dan Komposter
PELATIHAN. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Buana Perjuangan Karawang Kelompok Desa Citeko melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Eco Enzyme serta Komposter sederhana dengan galon bekas di TK Desa Citeko, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta. (ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES)

PASUNDANEKSPRES.ID - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang Kelompok Desa Citeko melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Eco Enzyme serta Komposter sederhana dengan galon bekas, Sabtu (25/7/2026) lalu.

Kegiatan yang berlangsung di TK Citeko Mandiri, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta tersebut, sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah organik rumah tangga. 

Program ini diikuti oleh 20 peserta yang terdiri atas sekretaris desa, Babinsa, kader, PKK, dan perwakilan masyarakat Desa Citeko.

Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja Mahasiswa KKN UBP Karawang dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Sekretaris Desa Citeko, Muhaemin Abdul Wase, mengapresiasi mahasiswa KKN UBP Karawang atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai mampu memberikan edukasi sekaligus solusi sederhana bagi masyarakat dalam mengelola sampah organik rumah tangga.

Para peserta mendapatkan pemaparan mengenai urgensi pengelolaan sampah organik yang disampaikan Ikbal Gusam Firdaus sebagai langkah awal dalam mengurangi timbulan sampah dan menjaga kebersihan lingkungan. 

Materi sosialisasi mengenai Eco Enzyme dan komposter disampaikan oleh Dina Febriana dari Green Action Purwakarta selaku narasumber sekaligus demonstrasi atau mencontohkan pembuatan Eco Enzyme.

Dalam penyampaiannya, Dina menjelaskan bahwa Eco Enzyme merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik yang memiliki berbagai manfaat, mulai dari pembersih alami, 
pupuk cair, hingga pengurai limbah organik. 

Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan komposter sederhana yang dapat dibuat dari galon bekas sebagai media pengolahan sampah organik menjadi kompos.

"Melalui pelatihan ini, kami berharap masyarakat tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan pembuatan Eco Enzyme dan komposter secara mandiri sehingga pengelolaan sampah organik dapat menjadi kebiasaan yang bermanfaat bagi lingkungan," kata Dina.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Peserta aktif menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai proses 
fermentasi, komposisi bahan, masa penyimpanan Eco Enzyme, hingga cara memanfaatkan hasil olahan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Memasuki sesi praktik, peserta diajak membuat Eco Enzyme secara langsung menggunakan bahan-bahan organik yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. 

Selain itu, peserta juga mempraktikkan pembuatan komposter sederhana dari galon bekas sebagai alternatif pengolahan sampah organik di tingkat rumah tangga.

Melalui kegiatan ini, peserta berhasil memahami konsep dan manfaat Eco Enzyme serta komposter sebagai solusi pengelolaan sampah organik rumah tangga. 

Selain memperoleh pengetahuan mengenai bahan dan alat yang digunakan, peserta juga mampu mempraktikkan proses pembuatannya sesuai dengan komposisi dan tahapan yang benar.

"Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya pengelolaan sampah organik yang berkelanjutan sekaligus mendukung tercapainya SDGs Desa, khususnya pada aspek pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat," ucap Dina.

Sementara itu, Ketua KKN UBP Karawang Desa Citeko, Nasirul Hajin, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat terhadap pengelolaan sampah.

"Kami berharap pelatihan ini menjadi langkah awal bagi masyarakat Desa Citeko untuk mulai mengelola sampah organik secara mandiri. Dengan memanfaatkan limbah organik menjadi Eco Enzyme maupun kompos, masyarakat tidak hanya mengurangi jumlah sampah, tetapi juga memperoleh manfaat yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari," ujar Nasirul Hajin.

Sebagai bagian dari pelaksanaan KKN UBP Karawang, kegiatan ini juga menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menciptakan solusi nyata terhadap permasalahan lingkungan melalui pendekatan edukatif dan partisipatif.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen antara mahasiswa KKN, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung pengelolaan sampah yang lebih baik.(add)

Berita Terbaru

Cara Backup Chat WhatsApp dengan Mudah, Amankan Chat Penting

Cara Backup Chat WhatsApp dengan Mudah, Amankan Chat Penting

Lifestyle8 jam lalu
Cara Cek Nomor HP yang Terdaftar di Livin’ Mandiri, Begini Langkahnya

Cara Cek Nomor HP yang Terdaftar di Livin’ Mandiri, Begini Langkahnya

Lifestyle8 jam lalu
5 Curug Tersembunyi di Subang yang Jarang Diketahui, Aksesnya Mudah

5 Curug Tersembunyi di Subang yang Jarang Diketahui, Aksesnya Mudah

Lifestyle9 jam lalu
Sinopsis 100 Days of Deception, Kim You Jung jadi Mata-Mata

Sinopsis 100 Days of Deception, Kim You Jung jadi Mata-Mata

Lifestyle10 jam lalu
ADVERTISEMENT
SPN Tunda Aksi di PT VinFast, Buka Ruang Dialog dengan Manajemen dan Kemenaker

SPN Tunda Aksi di PT VinFast, Buka Ruang Dialog dengan Manajemen dan Kemenaker

Subang12 jam lalu
Kapolsek Pagaden Ingatkan Warga Waspadai Judi Online, Pinjol hingga Miras dan Knalpot Brong

Kapolsek Pagaden Ingatkan Warga Waspadai Judi Online, Pinjol hingga Miras dan Knalpot Brong

Subang12 jam lalu
Kaki Patah Akibat Kecelakaan, Ma Tayem Tetap Berjuang Mencari Nafkah, BAZNAS Subang Salurkan Bantuan

Kaki Patah Akibat Kecelakaan, Ma Tayem Tetap Berjuang Mencari Nafkah, BAZNAS Subang Salurkan Bantuan

Subang12 jam lalu
Hari Batik Nasional 2026: Sejarah, Makna, dan Alasan 2 Oktober Diperingati

Hari Batik Nasional 2026: Sejarah, Makna, dan Alasan 2 Oktober Diperingati

Nasional13 jam lalu
Profil dan Tugas Sekda Subang Setelah Dilantik, Apa yang Akan Dikerjakan?

Profil dan Tugas Sekda Subang Setelah Dilantik, Apa yang Akan Dikerjakan?

Subang13 jam lalu
UPTD BLK Himpun Minat Eks Pekerja PHK Subang, Formulir Sudah Tersedia

UPTD BLK Himpun Minat Eks Pekerja PHK Subang, Formulir Sudah Tersedia

Subang13 jam lalu