Pagar Nusa Luncurkan Naskah Kuno "Serat Nitipraja Eyang Gandasoli"

PASUNDANEKSPRES.ID - Organisasi pencak silat Pagar Nusa kembali menunjukkan wajah multidimensinya. Tidak hanya berkutat pada pendidikan seni bela diri dan bela negara, Pagar Nusa kini hadir sebagai garda terdepan dalam pelestarian kebudayaan, sejarah, dan warisan leluhur.
Hal tersebut dibuktikan oleh Pengurus Cabang (PC) Pagar Nusa Kabupaten Purwakarta resmi meluncurkan buku hasil penelitian naskah kuno
"Serat Nitipraja Eyang Gandasoli". Acara peluncuran dan sosialisasi kegiatan peningkatan peran serta masyarakat dalam pelestarian naskah kuno tersebut digelar di Aula Kantor Desa Gandasoli, Purwakarta, Rabu (30/9/2026).
Sekretaris PC Pagar Nusa Purwakarta
Inisiasi pelestarian ini tidak lepas dari peran Sekretaris PC Pagar Nusa Purwakarta, Nendi Apriki Kusuma. Sejak tahun 2018, Kang Nendi sapaan akrabnya telah aktif sebagai pegiat pelestarian manuskrip.
Ia menggandeng Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Purwakarta serta Pemerintah Desa Gandasoli untuk menyelamatkan warisan berharga tersebut.
"Kajian terhadap naskah Gandasoli ini sebenarnya bukan proses yang baru. Sebelumnya, penelusuran khazanah intelektual ini telah dilakukan bersama Prof. KH Ahmad Baso, Pengurus PBNU, sebagai upaya membaca kembali warisan pengetahuan leluhur," ujar Nendi di sela-sela acara kepada Pasundan Ekspres.
Puncak dari upaya panjang tersebut terjadi pada September 2026 ini. Melalui kerja sama strategis dengan Departemen Sejarah dan Filologi, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran (Unpad), naskah Serat Nitipraja berhasil diterjemahkan dan dialihmediakan agar dapat dibaca oleh generasi masa kini.
Proses akademis ini dikerjakan oleh tim peneliti yang dipimpin langsung oleh Dr. Mamat Ruhimat, M.Hum. dan Rahmat Sopian, M.Hum., Ph.D.
Peluncuran buku hari ini menjadi momentum penting agar nilai-nilai luhur yang terkandung dalam "Serat Nitipraja" tidak hanya tersimpan di peti kayu, namun hidup dalam kesadaran masyarakat.
Melalui sosialisasi yang dihadiri berbagai elemen masyarakat, Pagar Nusa Purwakarta berharap warisan pengetahuan ini dapat bertransformasi menjadi local wisdom (kearifan lokal) yang relevan, dipelajari, dan diaplikasikan oleh generasi muda dalam kehidupan sehari-hari.
"Langkah Pagar Nusa Purwakarta ini menjadi contoh nyata bahwa organisasi masyarakat dapat berperan vital dalam menjaga memori kolektif bangsa melalui jalur kebudayaan dan literasi sejarah," pungkas Nendi.(mas/sep)
