Satbinmas Edukasi Siswa SD Plus Al-Muhajirin Purwakarta Soal Bahaya Perundungan

PURWAKARTA-Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) Polres Purwakarta memberikan penyuluhan tentang pencegahan kenakalan anak dan perundungan (bullying) kepada 155 siswa SD Plus Al-Muhajirin, Kabupaten Purwakarta, Rabu (14/10/2026). Penyuluhan tersebut sebagai upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman dan hal ini membutuhkan kepedulian bersama, mulai dari siswa, guru, orang tua, hingga masyarakat.
Hadir sebagai pemateri, Anggota Satbinmas Polres Purwakarta, Aiptu Ajat, Aiptu Awan, dan Briptu Erwindo. Para siswa diberikan pemahaman tentang pentingnya menghormati sesama, menjaga perkataan dan perilaku, serta menghindari tindakan yang dapat menyakiti atau merendahkan teman.
Dalam penyuluhan tersebut, petugas menjelaskan bahwa perundungan tidak hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga dapat berbentuk verbal seperti ejekan, hinaan, intimidasi, maupun tindakan yang membuat orang lain merasa takut dan tidak nyaman. Tak hanya itu, siswa juga diajak memahami perbedaan antara bercanda yang menyenangkan semua pihak dan perilaku yang menyakiti orang lain.
Selain diajak mengenali berbagai bentuk perundungan, para siswa juga didorong untuk berani melapor kepada guru, orang tua, atau orang dewasa yang dipercaya apabila mengalami maupun menyaksikan tindakan perundungan.
Langkah ini penting agar perundungan dapat segera ditangani dan tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih serius.
Edukasi tersebut juga bertujuan membangun budaya sekolah yang positif, sehingga para siswa dapat mengikuti proses belajar-mengajar dengan aman, nyaman, dan bahagia. Lingkungan yang bebas dari kekerasan diharapkan dapat mendukung perkembangan karakter serta prestasi anak.
Kapolres Purwakarta AKBP Febri Nurzam, menegaskan bahwa pencegahan perundungan perlu dimulai sejak dini melalui edukasi dan pembiasaan perilaku positif, dengan melibatkan seluruh pihak di lingkungan pendidikan. "Anak-anak perlu memahami bahwa setiap orang berhak merasa aman dan dihargai. Kami mengajak para siswa untuk saling menghormati, tidak melakukan perundungan, serta berani melapor kepada guru atau orang tua jika mengalami atau melihat tindakan kekerasan," kata Kapolres.
Kegiatan ini menjadi wujud Polisi Bersama Masyarakat, dengan kehadiran Polri yang tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan perlindungan, pengayoman, pelayanan, serta edukasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Upaya tersebut sekaligus mendukung program Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Hengki, yaitu, Jabar AMAN (Antisipatif, Modern, Akuntabel, Nurani), melalui langkah pencegahan yang mengedepankan edukasi, kepedulian, dan pendekatan humanis.(add/sep)
