Satreskrim Polres Purwakarta dan Tim Jibom Gegana Polda Jabar Olah TKP di Lokasi Ledakan di Toko Bangunan Wanayasa

PURWAKARTA - Ledakan di Toko Bangunan Wanayasa. Penyebab ledakan yang menghancurkan sebuah toko bangunan di Desa Wanasari, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta masih menjadi misteri. Pihak kepolisian pun masih terus melakukan penyelidikan.
Ledakan di Toko Bangunan Wanayasa
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Purwakarta bersama Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Polda Jawa Barat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara menyeluruh untuk mengungkap penyebab pasti ledakan yang menewaskan satu orang tersebut.
Pantauan di lokasi, Tim Jibom menggunakan peralatan deteksi khusus memastikan tidak ada lagi benda berbahaya maupun material yang berpotensi memicu ledakan susulan.
Petugas juga memeriksa titik pusat ledakan serta melakukan identifikasi terhadap berbagai serpihan yang berserakan di sekitar lokasi.
Sebelum dievakuasi ke RSUD Bayu Asih Purwakarta, jenazah korban sempat diperiksa di lokasi guna kepentingan penyelidikan. Selanjutnya korban dibawa ke rumah sakit untuk menjalani visum dan autopsi.
Kasatreskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara, mengatakan proses olah TKP sempat terkendala minimnya pencahayaan karena dilakukan menjelang malam.
Petugas pun harus menambah penerangan agar proses investigasi dapat berlangsung maksimal.
"Hasil sementara kami masih melakukan penyelidikan. Kami dibantu BPBD dan Damkar serta berkoordinasi dengan Tim Gegana Polda Jabar untuk olah TKP. Penyelidikan masih berlanjut karena kami mencari penerangan," kata Made kepada wartawan di lokasi, Minggu (12/7/2026) petang.
Terkait kondisi korban, Made menegaskan pihaknya belum dapat memastikan jenis luka yang dialami karena masih menunggu hasil pemeriksaan medis dari rumah sakit.
"Korban sudah dibawa ke RSUD untuk divisum dan autopsi. Mengenai luka, belum bisa kami simpulkan apakah luka bakar atau luka lainnya. Kami menunggu hasil pemeriksaan dari dokter," ujarnya.
Dari hasil olah TKP sementara, ia mengatakan, polisi menemukan lubang bekas ledakan berdiameter sekitar 40-50 Cm dengan kedalaman kurang lebih 40 Cm. Kuatnya daya ledak juga diduga membuat korban terpental hingga sekitar dua meter dari titik ledakan.
Petugas turut mengamankan berbagai serpihan yang ditemukan di sekitar titik nol ledakan, mulai dari potongan pakaian korban, serpihan telepon genggam, hingga material lain yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Seluruh barang bukti, lanjut dia, akan dibawa ke Laboratorium Forensik untuk diperiksa lebih lanjut oleh Tim Jibom.
"Serpihan-serpihan sudah kami amankan, namun belum bisa disimpulkan apakah berkaitan langsung dengan penyebab ledakan. Semuanya akan diuji di laboratorium forensik," ucapnya.
Hingga kini, polisi belum menemukan indikasi adanya bahan peledak di lokasi kejadian. Penyebab pasti ledakan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik serta analisis Tim Jibom Polda Jawa Barat.
Selain mengumpulkan barang bukti, penyidik juga terus memeriksa saksi-saksi untuk menyusun kronologi lengkap insiden tersebut. Sejauh ini, tiga orang saksi telah dimintai keterangan.
"Kami belum bisa menyimpulkan penyebab ledakan dan masih menunggu hasil pemeriksaan Tim Jibom. Proses penyelidikan akan terus dilakukan hingga tuntas," kata Made.(add)
OLAH TKP. Petugas Satreskrim Polres Purwakarta bersama Tim Jibom Gegana Polda Jawa Barat melakukan olah TKP di lokasi ledakan toko bangunan di Desa Wanasari, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Minggu (12/7/2026) petang.
