Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

STAI Muttaqien Purwakarta Cetak 165 Lulusan, Mayoritas Raih Predikat Cumlaude

A
Adam SumartoEditor: Yusup Suparman
|13:39 WIB
Bagikan:
STAI Muttaqien Purwakarta Cetak 165 Lulusan, Mayoritas Raih Predikat Cumlaude
MANUSIA UNGGUL: Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Dr. KH. EZ Muttaqien Purwakarta kembali meneguhkan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul melalui penyelenggaraan Wisuda Sarjana ke-34 dan Magister ke-9, Sabtu (29/8/2026). Adam Sumarto/Pasundan Ekspres

PURWAKARTA-STAI Muttaqien Purwakarta kembali meneguhkan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul melalui penyelenggaraan Wisuda Sarjana ke-34 dan Magister ke-9, Sabtu (29/8/2026).

Bertempat di Hotel Prime Plaza, Kota Bukit Indah, Purwakarta, sebanyak 165 wisudawan mengikuti prosesi akademik tersebut, yang terdiri atas 15 lulusan Program Magister dan 150 lulusan Program Sarjana dari berbagai program studi.Yang istimewa, dari keseluruhan wisudawan itu, 159 orang di antaranya berhasil meraih predikat cumlaude. 

Capaian tersebut menjadi indikator positif atas budaya akademik yang dikembangkan oleh STAI Muttaqien, sekaligus menunjukkan bahwa proses pendidikan tinggi tidak hanya diarahkan pada penyelesaian studi, tetapi juga pada pencapaian akademik yang optimal.

Komposisi wisudawan Program Sarjana terdiri atas 65 orang Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), 21 orang Hukum Keluarga Islam (HKI), 13 orang Ekonomi Syariah (EKOS), dan 20 orang Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI).
Selanjutnya, 17 orang Pendidikan Bahasa Arab (PBA), serta 14 orang Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD). Sementara itu, Program Magister meluluskan sebanyak 15 wisudawan.

Ketua Panitia Wisuda, Ahmad Arifudin Hilmi, M.Pd., menyampaikan bahwa momentum wisuda bukan sekadar seremoni akademik. "Momentum wisuda juga bagian penting dari perjalanan pendidikan yang menandai kesiapan lulusan untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat," kata Ahmad Arifudin Hilmi.

Prosesi wisuda tersebut turut dihadiri Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzen (Om Zein), Sekretaris Bidang Kemahasiswaan Koordinator Perguruan Tinggi Swasta Islam (Kopertais) Wilayah II Jawa Barat Wildan Baihaqi, S.Ag., M.Ag., unsur Forkopimda Kabupaten Purwakarta.

Turut hadir, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Purwakarta, perwakilan perguruan tinggi se-Kabupaten Purwakarta, organisasi profesi, serta organisasi dan lembaga mitra STAI Dr. KH. EZ Muttaqien.
Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam membangun ekosistem pendidikan yang tidak berdiri sendiri. 

Perguruan tinggi perlu terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, dunia profesi, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan agar lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Dalam konteks tersebut, wisuda dapat dimaknai sebagai titik transisi dari proses pembelajaran akademik menuju pengabdian dan kontribusi sosial. Gelar akademik bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan modal awal untuk terus mengembangkan kompetensi, integritas, profesionalisme, dan kepedulian terhadap masyarakat.

Pada prosesi wisuda, civitas akademika juga memberikan penghargaan kepada sejumlah mahasiswa berprestasi, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik. Di bidang akademik, salah satu bentuk prestasi ditunjukkan melalui keterlibatan mahasiswa sebagai presenter pada prosiding internasional. 

Capaian tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk memahami teori di ruang kelas, tetapi juga didorong untuk berpartisipasi dalam aktivitas ilmiah dan menghasilkan kontribusi dalam pengembangan pengetahuan.

Sementara pada bidang nonakademik, penghargaan diberikan antara lain kepada mahasiswa yang berkiprah sebagai Voluntir Pendekar Anak UNICEF. Prestasi tersebut memperlihatkan dimensi pendidikan yang lebih luas, yakni kemampuan mahasiswa untuk mengaktualisasikan pengetahuan dan kepedulian sosial melalui keterlibatan langsung dalam masyarakat.

Dengan demikian, ukuran keberhasilan pendidikan tinggi tidak semata-mata ditentukan oleh capaian indeks akademik, tetapi juga oleh kemampuan lulusan dalam berpikir kritis, berkomunikasi, berkolaborasi, berkontribusi, serta memberikan manfaat bagi lingkungan sosialnya.

Di balik suasana kebahagiaan wisuda, civitas akademika STAI Dr. KH. EZ Muttaqien juga berada dalam suasana duka mendalam atas wafatnya Prof. Dr. KH. Sanusi Uwes, M.Pd., pada Jumat, 21 Agustus 2026, pukul 19.40 WIB.
Almarhum merupakan Pendiri Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Dr. KH. EZ Muttaqien, sekaligus pendiri STAI Dr. KH. EZ Muttaqien dan Universitas Islam Dr. KH. EZ Muttaqien.

Kepergian sosok yang memiliki peran penting dalam sejarah pendirian dan pengembangan lembaga pendidikan tersebut memberikan nuansa tersendiri pada pelaksanaan wisuda tahun ini. 

Momentum akademik ini sekaligus menjadi ruang untuk mengenang dedikasi dan perjuangan almarhum dalam membangun institusi pendidikan Islam di Purwakarta.

Dalam perspektif pendidikan, warisan terbesar seorang pendidik bukan hanya berupa institusi yang dibangun, tetapi juga nilai, tradisi keilmuan, karakter, dan generasi yang terus melanjutkan perjuangan melalui ilmu dan pengabdian.
Wisuda Sarjana ke-34 dan Magister ke-9 STAI Dr. KH. EZ Muttaqien bukan hanya menjadi penanda bertambahnya jumlah lulusan perguruan tinggi di Purwakarta. 

Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi refleksi bahwa pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab untuk melahirkan generasi yang berilmu, berintegritas, adaptif terhadap perubahan, dan mampu menghadirkan kemanfaatan bagi masyarakat.

Sebanyak 165 wisudawan kini memasuki fase baru perjalanan kehidupannya. Dengan capaian 159 wisudawan berpredikat cumlaude, mereka diharapkan tidak berhenti pada kebanggaan memperoleh gelar akademik, tetapi mampu menerjemahkan ilmu menjadi karya, kompetensi menjadi kontribusi, dan pendidikan menjadi pengabdian nyata bagi agama, masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan.(add/sep)

Berita Terbaru

Lapas Subang Buka Akses Pendidikan Paket A, B, dan C bagi Warga Binaan

Lapas Subang Buka Akses Pendidikan Paket A, B, dan C bagi Warga Binaan

Headline12 menit lalu
Subang Masuk 4 Besar Daerah dengan Tambang Ilegal Terbanyak di Jabar, Ini Jumlahnya

Subang Masuk 4 Besar Daerah dengan Tambang Ilegal Terbanyak di Jabar, Ini Jumlahnya

Subang2 jam lalu
Uu Soroti Penurunan Perolehan Suara PPP di Subang, Minta Kader Menangkan Lima Kursi DPRD

Uu Soroti Penurunan Perolehan Suara PPP di Subang, Minta Kader Menangkan Lima Kursi DPRD

Headline2 jam lalu
Rekomendasi Villa untuk Gathering di Subang yang Pas Buat Acara Rame-rame

Rekomendasi Villa untuk Gathering di Subang yang Pas Buat Acara Rame-rame

Lifestyle3 jam lalu
ADVERTISEMENT
Apa Itu Eskul Korp Kadet di SMA? Ini Penjelasan Lengkap dan Aturan Terbarunya

Apa Itu Eskul Korp Kadet di SMA? Ini Penjelasan Lengkap dan Aturan Terbarunya

Nasional4 jam lalu
Bagaimana Cara Melamar Di Kawasan Industri Subang Terbaru 2026, Lengkap dengan Jalur Resmi

Bagaimana Cara Melamar Di Kawasan Industri Subang Terbaru 2026, Lengkap dengan Jalur Resmi

Subang5 jam lalu
Belum Dieksekusi, Silfester Matutina Malah Sempat Jadi Komisaris BUMN, Cuma 5 Hari Menjabat

Belum Dieksekusi, Silfester Matutina Malah Sempat Jadi Komisaris BUMN, Cuma 5 Hari Menjabat

Nasional6 jam lalu
Kawasan Industri Subang Makin Ramai, Hotel dan Penginapan Bakal Ketiban Berkah

Kawasan Industri Subang Makin Ramai, Hotel dan Penginapan Bakal Ketiban Berkah

Subang7 jam lalu
Tiga Calon Sekda Subang Jalani Cek Kesehatan di RSUD Ciereng

Tiga Calon Sekda Subang Jalani Cek Kesehatan di RSUD Ciereng

Headline8 jam lalu
Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis di Batang Terungkap

Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis di Batang Terungkap

Nasional8 jam lalu