UPI Purwakarta Kenalkan Media Edukasi Keselamatan Diri Anak

PASUNDANEKSPRES.ID - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) UPI Purwakarta menyelenggarakan Pelatihan Pengembangan Media Edukasi Keselamatan Diri Anak Berbasis Teachable Machine.
Pelatihan yang digelar pada 16 Juli 2026 ini, merupakan kegiatan kolaborasi dengan dosen dari beberapa program studi dan pesertanya adalah guru-guru PAUD.
Kegiatan dilaksanakan di dua sekolah mitra, yaitu TK Kemala Bhayangkari 11 Purwakarta dan TK Plus Tunas Rimba. Bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung pembelajaran anak usia dini.
Pelatihan dilaksanakan sebagai bentuk implementasi Tridarma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada peningkatan kualitas pembelajaran di satuan PAUD.
Melalui pendekatan berbasis proyek, para peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai konsep keselamatan diri anak, tetapi juga dibimbing secara langsung dalam merancang media pembelajaran menggunakan Teachable Machine.
Adapun Teachable Machine ini adalah sebuah platform AI yang memungkinkan pengguna membuat model pengenalan gambar maupun gerakan tanpa harus memiliki kemampuan pemrograman.
Ketua Tim PkM PGPAUD UPI Purwakarta
Ketua Tim PkM PGPAUD UPI Kampus Purwakarta, Dhea Ardiyanti, menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital perlu diimbangi dengan peningkatan kompetensi guru agar mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan abad ke-21.
Salah satu isu penting yang perlu dikenalkan sejak usia dini adalah kemampuan anak dalam menjaga keselamatan dirinya, termasuk mengenali situasi berbahaya, membedakan sentuhan yang boleh dan tidak boleh, serta berani meminta pertolongan kepada orang dewasa yang dipercaya.
"Anak-anak saat ini tumbuh di era digital sehingga guru juga perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Melalui pelatihan ini kami ingin menunjukkan bahwa Artificial Intelligence bukan sesuatu yang rumit," kata Dhea saat dikonfirmasi Pasundan Ekspres, Minggu (19/7/2026).
Dengan Teachable Machine, sambungnya, guru dapat mengembangkan media pembelajaran yang menarik, interaktif, dan tetap berorientasi pada kebutuhan perkembangan anak.
"Harapannya, edukasi keselamatan diri dapat disampaikan secara lebih bermakna sehingga anak mampu memahami cara melindungi dirinya sejak dini," ujar Dhea menambahkan.
Terpisah, Ketua Program Studi PGPAUD UPI Kampus Purwakarta, Dr. Asep Kurnia Jayadinata, yang juga anggota dari kegiatan pengabdian menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen program studi dalam menjawab tantangan transformasi pendidikan di era digital, khususnya pada jenjang pendidikan anak usia dini.
"Pelatihan ini bukan sekadar mengenalkan teknologi baru, tetapi menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem pembelajaran yang inovatif di PAUD. Program studi akan terus mendorong pendampingan kepada sekolah mitra agar media yang telah dikembangkan benar-benar digunakan dalam pembelajaran dan memberikan manfaat bagi guru maupun anak usia dini," ucapnya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti rangkaian acara yang terdiri atas penyampaian materi, demonstrasi penggunaan Teachable Machine, praktik pembuatan media pembelajaran, serta sesi diskusi dan tanya jawab.
Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka dalam berdiskusi, mencoba fitur-fitur Teachable Machine, dan berbagi pengalaman mengenai penerapan teknologi di satuan PAUD masing-masing.
Salah satu peserta, Siti Khodijah, mengaku bahwa dirinya memperoleh pengalaman baru melalui kegiatan tersebut. Ia juga mengakui jika selama ini dirinya menganggap Artificial Intelligence hanya digunakan oleh orang yang memahami teknologi.
"Setelah mengikuti pelatihan ini, ternyata kami bisa membuat media pembelajaran sendiri dengan langkah-langkah yang sederhana. Media yang kami hasilkan lebih menarik dan dapat membantu anak memahami materi keselamatan diri melalui aktivitas yang menyenangkan," katanya.
Melalui kolaborasi lintas program studi, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan dalam menghasilkan inovasi pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Ke depan, media edukasi yang dikembangkan selama pelatihan diharapkan dapat diimplementasikan secara berkelanjutan di berbagai lembaga PAUD sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus menanamkan kesadaran tentang pentingnya keselamatan diri sejak usia dini.(add/sep)
