Dua Inovasi Disnakeswan Subang Masuk TOP 5 SIF, SIGAP PMK Raih Juara Pertama

SUBANG-Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Subang menorehkan prestasi melalui inovasi pelayanan publik. Dua inovasi yang digagas Disnakeswan Subang berhasil masuk TOP 5 Subang Innovation Festival (SIF) tingkat Kabupaten Subang.
Dari dua inovasi tersebut, SIGAP PMK berhasil meraih Juara I, sementara inovasi SI PAKET HEMAT atau Strategi Pengendalian Penyakit Hewan Berbasis Masyarakat di Kabupaten Subang meraih Juara Harapan I.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disnakeswan Kabupaten Subang, Erlinawati Pasaribu menyampaikan, capaian tersebut menjadi bukti bahwa inovasi di bidang peternakan dan kesehatan hewan dapat dikembangkan melalui kolaborasi serta pelibatan masyarakat.
Menurut Erlinawati, SIGAP PMK merupakan inovasi strategis yang dirancang Disnakeswan Kabupaten Subang untuk memperkuat penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), khususnya di tengah keterbatasan anggaran operasional pemerintah daerah.
“Program SIGAP PMK merupakan inovasi strategis yang kami gagas untuk menanggulangi PMK dengan melibatkan berbagai pihak, khususnya perusahaan peternakan yang ada di Kabupaten Subang,” terangnya.
Dia menjelaskan, konsep utama SIGAP PMK dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor. Pemerintah daerah menggandeng perusahaan peternakan sapi potong maupun sapi perah berskala besar untuk bersama-sama mengambil peran dalam pengendalian PMK.
"Salah satu bentuk kolaborasi tersebut diwujudkan melalui vaksinasi PMK berbasis buffer zone. Perusahaan peternakan mitra didorong melaksanakan vaksinasi terhadap ternak di lingkungan sekitar wilayah peternakan dengan cakupan radius sekitar 3 hingga 5 kilometer," jelasnya.
Skema tersebut, kata Elrina, diharapkan mampu memperluas cakupan vaksinasi sekaligus membangun perlindungan di sekitar sentra peternakan sehingga risiko penyebaran PMK dapat ditekan.
“Dengan melibatkan stakeholder, pemerintah dapat mengatasi keterbatasan dana operasional. Penanggulangan penyakit tetap bisa dilakukan secara masif, cepat, dan efisien,” katanya.
Sementara itu, inovasi kedua yang turut masuk dalam TOP 5 SIF adalah SI PAKET HEMAT, yakni strategi pengendalian penyakit hewan yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat peternak.
Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan peternak agar lebih mandiri dalam menjaga kesehatan ternaknya. Peternak diberikan pengetahuan dan keterampilan dasar untuk melakukan pencegahan penyakit, memberikan pertolongan pertama serta melaporkan kejadian penyakit secara cepat kepada petugas.
Melalui pendekatan tersebut, peternak tidak hanya menjadi penerima layanan kesehatan hewan, tetapi juga diposisikan sebagai bagian dari sistem pengawasan dan pencegahan penyakit di tingkat lapangan.
Erlinawati menilai keberhasilan dua inovasi tersebut tidak terlepas dari kerja sama antara pemerintah, peternak, perusahaan peternakan serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Harapannya, inovasi ini tidak berhenti pada perlombaan. Yang paling penting adalah bagaimana program tersebut memberikan manfaat nyata bagi peternak dan kesehatan hewan di Kabupaten Subang,” tutupnya. (cdp/ysp)
