Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Tekan Risiko Kematian Ibu dan Bayi, Puskesmas Cikaum Subang Luncurkan Inovasi GEBET BESTI

Z
Zaenal AbidinEditor: Dobi Maulana
|13:38 WIB
Bagikan:
Tekan Risiko Kematian Ibu dan Bayi, Puskesmas Cikaum Subang Luncurkan Inovasi GEBET BESTI
PELAYANAN: UPTD Puskesmas Cikaum terus memperkuat upaya pelayanan kesehatan bagi ibu hamil melalui inovasi GEBET BESTI (Gerakan Tanggap Ibu Hamil Risiko Tinggi). (ZAENAL ABIDIN/PASUNDAN EKSPRES)

PASUNDANESKPRES.ID - UPTD Puskesmas Cikaum, Kabupaten Subang, terus memperkuat upaya pelayanan kesehatan bagi ibu hamil melalui inovasi GEBET BESTI (Gerakan Tanggap Ibu Hamil Risiko Tinggi). 

Program tersebut diluncurkan sebagai langkah untuk meminimalkan risiko komplikasi selama kehamilan sekaligus mendukung upaya menekan angka kematian ibu dan bayi.

Inovasi GEBET BESTI digagas oleh Bidan Yayah Rokayah, S.ST dengan mengedepankan deteksi dini, pemantauan secara berkala, serta penanganan cepat terhadap ibu hamil yang memiliki faktor risiko tinggi di wilayah Kecamatan Cikaum.

“GEBET BESTI merupakan gerakan tanggap terhadap ibu hamil yang memiliki risiko tinggi. Tujuannya adalah agar faktor risiko dapat diketahui sejak dini, dipantau secara berkala dan segera mendapatkan penanganan apabila membutuhkan tindakan lebih lanjut,” ujarnya.

Program tersebut tidak hanya mengandalkan pelayanan tenaga kesehatan di Puskesmas, tetapi juga melibatkan keluarga dan kader masyarakat di tingkat desa. Kolaborasi tersebut dinilai penting karena pemantauan kondisi ibu hamil perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Melalui GEBET BESTI, pelayanan terhadap ibu hamil risiko tinggi dilakukan melalui empat tahapan utama. Tahap pertama adalah deteksi dini, yakni melakukan skrining terhadap faktor risiko ketika ibu hamil melakukan pemeriksaan Antenatal Care (ANC), baik di Puskesmas maupun Posyandu.

“Deteksi dini menjadi bagian penting dalam program ini. Dengan mengetahui faktor risiko sejak awal, tenaga kesehatan dapat menentukan langkah penanganan yang sesuai dengan kondisi ibu hamil,” ungkap Bidan Yayah Rokayah dalam penjelasan mengenai inovasi tersebut.

Tahap selanjutnya adalah penilaian dan klasifikasi risiko. Tenaga kesehatan akan menganalisis kondisi ibu berdasarkan hasil pemeriksaan dan rekam medis, kemudian mengelompokkan tingkat risiko kehamilan untuk menentukan tindak lanjut yang diperlukan.

Pada tahap tindak lanjut cepat, ibu hamil yang membutuhkan perhatian khusus akan mendapatkan konseling, persiapan rujukan medis apabila diperlukan, serta penyusunan rencana persalinan dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.

Sementara itu, tahap pemantauan berkala dilakukan secara berkelanjutan oleh petugas kesehatan bersama kader. Monitoring tersebut bertujuan memastikan kondisi ibu dan janin tetap terpantau serta memungkinkan penanganan lebih cepat apabila ditemukan perubahan atau tanda bahaya.

Puskesmas Cikaum juga mengingatkan masyarakat untuk mengenali sejumlah kondisi yang dapat meningkatkan risiko kehamilan. Di antaranya usia ibu hamil di bawah 20 tahun atau di atas 35 tahun, jarak kehamilan kurang dari dua tahun atau lebih dari 10 tahun, serta memiliki riwayat penyakit kronis seperti hipertensi, penyakit jantung dan diabetes.

Selain itu, riwayat kehamilan buruk seperti keguguran berulang dan preeklampsia, anemia berat, serta pertumbuhan janin terhambat juga perlu menjadi perhatian.

“Keluarga harus ikut berperan dalam menjaga ibu hamil, terutama apabila terdapat faktor risiko. Jika muncul tanda bahaya, jangan menunggu kondisi semakin parah, tetapi segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat,” tegasnya.

Adapun sejumlah gejala bahaya kehamilan yang harus diwaspadai antara lain sakit kepala hebat disertai pandangan kabur, pembengkakan pada wajah, tangan atau kaki, nyeri perut hebat, perdarahan, muntah berlebihan, demam tinggi hingga berkurangnya gerakan janin.

Keberhasilan GEBET BESTI membutuhkan dukungan lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat. Ibu hamil diharapkan melakukan pemeriksaan kehamilan minimal enam kali selama masa kehamilan. Keluarga juga memiliki peran dalam memastikan kebutuhan gizi dan kondisi psikologis ibu tetap terjaga.

“Keberhasilan program ini membutuhkan gotong royong. Tenaga kesehatan memberikan pelayanan, keluarga memberikan dukungan, sementara kader membantu melakukan pemantauan dan menemukan ibu hamil yang membutuhkan pemeriksaan,” jelasnya.

Dengan pelaksanaan GEBET BESTI, UPTD Puskesmas Cikaum berharap pelayanan terhadap ibu hamil risiko tinggi dapat semakin cepat, tepat dan terintegrasi. Inovasi tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya ibu sehat, kehamilan aman, persalinan selamat serta bayi lahir sehat.(znl/ysp)

Berita Terbaru

Ini Daftar Kuliner di Bangkok Food Festival Subang yang Bikin Kalap Jajan!

Ini Daftar Kuliner di Bangkok Food Festival Subang yang Bikin Kalap Jajan!

Lifestyle5 menit lalu
Peringati Hari Santri Nasional, SDIT Cahaya Qolbu Gelar Lomba Mewarnai Se-Pantura

Peringati Hari Santri Nasional, SDIT Cahaya Qolbu Gelar Lomba Mewarnai Se-Pantura

Subang35 menit lalu
Dinilai Efektif, Bali Perpanjang Sistem Ganjil Genap di SPBU hingga 23 Oktober 2026

Dinilai Efektif, Bali Perpanjang Sistem Ganjil Genap di SPBU hingga 23 Oktober 2026

Nasional54 menit lalu
BGN Uji Coba CCTV Dapur MBG Terhubung AI, Ini yang Akan Dipantau

BGN Uji Coba CCTV Dapur MBG Terhubung AI, Ini yang Akan Dipantau

Nasional1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Greenpeace Kritik Pemerintah di Bundaran HI, Soroti Krisis Iklim dan Biaya Hidup

Greenpeace Kritik Pemerintah di Bundaran HI, Soroti Krisis Iklim dan Biaya Hidup

Nasional1 jam lalu
Cek Tagihan PBB Online Subang Lewat MORIS, Warga Bisa Lihat Tagihan Pakai NOP

Cek Tagihan PBB Online Subang Lewat MORIS, Warga Bisa Lihat Tagihan Pakai NOP

Subang1 jam lalu
2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kasus Korupsi Meningkat, Transparansi Kian Menurun

2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kasus Korupsi Meningkat, Transparansi Kian Menurun

Nasional1 jam lalu
Cegah Peredaran Narkoba Malam Tadi Polres Subang Kembali Lakukan Razia, Tempat Hiburan Malam Jadi Sasaran

Cegah Peredaran Narkoba Malam Tadi Polres Subang Kembali Lakukan Razia, Tempat Hiburan Malam Jadi Sasaran

Subang1 jam lalu
OJK Lapor Kondisi Pasar Modal ke Presiden Prabowo, Perkuat Penegakan Hukum

OJK Lapor Kondisi Pasar Modal ke Presiden Prabowo, Perkuat Penegakan Hukum

Nasional2 jam lalu
Rundown Nyanyian Fest Subang 2026: Dewa 19 feat Virzha Jadi Penutup

Rundown Nyanyian Fest Subang 2026: Dewa 19 feat Virzha Jadi Penutup

Subang2 jam lalu