UPTD Puskesmas Patokbeusi Luncurkan Inovasi SICANTIK REMATIK untuk Perkuat Pencegahan Demam Berdarah Dengue

UPTD Puskesmas Patokbeusi, Kabupaten Subang, terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui inovasi SICANTIK REMATIK (Sigap Cari Jentik Serentak Hingga Nyamuk Tak Berkutik).
Inovasi ini dikembangkan sebagai strategi promotif dan preventif dalam pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui pemberdayaan masyarakat, kolaborasi lintas sektor, serta pemanfaatan data surveilans sebagai dasar pengambilan keputusan.
Demam Berdarah Dengue (DBD) hingga kini masih menjadi salah satu penyakit yang memerlukan perhatian serius karena berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) apabila tidak dikendalikan secara cepat dan tepat.
Sejumlah faktor, seperti masih ditemukannya rumah yang positif jentik nyamuk, rendahnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus secara rutin, serta belum optimalnya koordinasi lintas sektor, menjadi tantangan dalam pengendalian DBD di wilayah kerja UPTD Puskesmas Patokbeusi.
Melalui inovasi SICANTIK REMATIK, seluruh kegiatan pengendalian DBD diintegrasikan dalam satu siklus pelayanan yang meliputi analisis situasi, pemeriksaan jentik secara serentak dari rumah ke rumah, edukasi PSN 3M Plus, pelaporan digital, monitoring Angka Bebas Jentik (ABJ), hingga tindak lanjut cepat terhadap rumah yang masih ditemukan kasus DBD maupun jentik nyamuk.
Inovasi ini juga mengintegrasikan pemanfaatan data dari Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) dengan Sistem Informasi Surveilans dan Intervensi Vektor dan Binatang Pembawa Penyakit. Melalui integrasi tersebut, proses identifikasi wilayah berisiko, pelaksanaan intervensi, hingga monitoring hasil kegiatan dapat dilakukan secara lebih cepat, tepat sasaran, dan berbasis data.
Pelaksanaan SICANTIK REMATIK melibatkan berbagai unsur, mulai dari Pemerintah Kecamatan Patokbeusi, pemerintah desa, kader Jumantik, kader Posyandu, Tim Penggerak PKK, RT/RW, Karang Taruna, tokoh masyarakat, hingga seluruh warga sebagai mitra utama dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan bebas dari tempat perkembangbiakan nyamuk.
Kepala UPTD Puskesmas Patokbeusi, dr. Hendra Harsono, menegaskan keberhasilan pengendalian DBD tidak dapat dilakukan hanya oleh sektor kesehatan, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
"SICANTIK REMATIK merupakan inovasi yang mengintegrasikan surveilans, pemberdayaan masyarakat, dan teknologi informasi dalam satu sistem pelayanan. Kami ingin membangun budaya masyarakat yang peduli terhadap kebersihan lingkungan dan secara mandiri melakukan pemeriksaan jentik setiap minggu. Dengan kolaborasi seluruh pihak, kami optimistis upaya pencegahan DBD akan semakin efektif dan berkelanjutan," ujar dr. Hendra Harsono.
Melalui inovasi tersebut, UPTD Puskesmas Patokbeusi berharap partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan PSN 3M Plus semakin meningkat. Selain itu, Angka Bebas Jentik (ABJ) diharapkan mampu mencapai target nasional minimal 95 persen, sehingga angka kejadian Demam Berdarah Dengue di wilayah kerja Puskesmas Patokbeusi dapat terus ditekan.
UPTD Puskesmas Patokbeusi juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, melakukan pemeriksaan jentik secara rutin, serta menerapkan PSN 3M Plus sebagai langkah sederhana namun terbukti efektif dalam mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue.
"Melalui semangat "Sigap Cari Jentik Serentak Hingga Nyamuk Tak Berkutik", SICANTIK REMATIK diharapkan menjadi inovasi yang mampu memperkuat sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang sehat, aman, serta bebas dari ancaman Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Subang," pungkasnya.(znl)
