464 Mahasiswa Universitas Mandiri Subang Siap Mengabdi di 24 Desa, Usung Tema “Universitas Mandiri untuk Desa Mandiri”

SUBANG - Universitas Mandiri Subang resmi membuka rangkaian Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kampus Berdampak Tahun Akademik 2026/2027. Kegiatan tersebut menjadi awal persiapan bagi ratusan mahasiswa sebelum diterjunkan untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di sejumlah desa di Kabupaten Subang.
Sebanyak 464 mahasiswa semester 4 dan 6 akan mengikuti program KKN yang tersebar di 24 desa pada tiga kecamatan, yakni Kecamatan Kalijati, Kecamatan Cikaum, dan Kecamatan Cibogo.
Program tersebut diharapkan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Dari total peserta tersebut, sebanyak 207 mahasiswa akan ditempatkan di 10 desa di Kecamatan Kalijati. Sementara itu, sebanyak 142 mahasiswa diterjunkan ke tujuh desa di Kecamatan Cikaum dan 109 mahasiswa lainnya akan melaksanakan pengabdian di tujuh desa yang berada di Kecamatan Cibogo.
KKN Tematik tahun ini mengusung tema “Universitas Mandiri untuk Desa Mandiri.” Tema tersebut menjadi komitmen Universitas Mandiri untuk mendorong mahasiswa agar mampu berkolaborasi dengan masyarakat dan pemerintah desa dalam menggali, mengembangkan, serta mengoptimalkan berbagai potensi yang dimiliki masing-masing wilayah.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Mandiri menegaskan bahwa KKN bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi merupakan bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, ilmu yang diperoleh mahasiswa di bangku kuliah harus mampu diwujudkan dalam bentuk manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk menjalankan KKN dengan sikap rendah hati dan menjadikan masyarakat sebagai mitra dalam proses pengabdian. Mahasiswa diminta terlebih dahulu memahami karakter, potensi, serta kebutuhan setiap desa sebelum menyusun dan menjalankan program kerja agar kegiatan yang dilakukan benar-benar menjawab persoalan masyarakat.
Selain itu, mahasiswa juga diminta menjaga nama baik almamater serta membangun komunikasi dan hubungan yang baik dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat di lokasi KKN.
"Program yang dirancang juga diharapkan tidak berhenti setelah masa KKN selesai, tetapi dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat secara berkelanjutan," ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para camat dan kepala desa di Kecamatan Kalijati, Cikaum, dan Cibogo yang telah memberikan kepercayaan serta membuka wilayahnya sebagai lokasi pengabdian mahasiswa. "Kami ucapkan terima kasih juga disampaikan kepada LPPM Universitas Mandiri dan para Dosen Pembimbing Lapangan yang akan mendampingi mahasiswa selama pelaksanaan KKN," ucapnya.
Melalui program KKN Tematik Kampus Berdampak ini, Universitas Mandiri berharap kehadiran mahasiswa dapat menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat desa. "Maka kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi yang mendukung terwujudnya desa yang lebih mandiri dan berkembang," pungkasnya.(znl)
