Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

7 Desa Wisata Baru di Subang: Dari Sawah, Budaya Sunda hingga Ekonomi Kreatif

F
Fahrizal Abdul MEditor: Dobi Maulana
|17:30 WIB
Bagikan:
7 Desa Wisata Baru di Subang: Dari Sawah, Budaya Sunda hingga Ekonomi Kreatif
Tujuh desa wisata baru di Kabupaten Subang dikembangkan dengan mengandalkan potensi alam, budaya, pertanian, dan ekonomi kreatif masyarakat setempat.

PASDUNDANEKSPRES.ID - Kabupaten Subang, Jawa Barat, tidak hanya memiliki bentang alam pegunungan, perkebunan, persawahan, dan kawasan Pantura.

Potensi wisata juga berkembang dari kehidupan masyarakat desa, tradisi budaya, hasil pertanian, hingga produk ekonomi kreatif. 

Potensi tersebut kini diperkuat melalui pengembangan tujuh desa wisata baru, yakni Desa Sukasari, Desa Situ Sari, Desa Cisampih, Desa Margasari, Desa Rawalele, Desa Jambelaer, dan Desa Curug Agung. 

Ketujuh desa tersebut diperkenalkan secara resmi pada Desember 2025. Pengembangannya tidak hanya diarahkan untuk menambah destinasi baru, tetapi juga menghubungkan pariwisata dengan pemberdayaan masyarakat, pelestarian budaya, perlindungan lingkungan, serta aktivitas ekonomi lokal. 

Artinya, wisatawan tidak hanya datang untuk melihat pemandangan. Mereka berpotensi mendapatkan pengalaman langsung dari aktivitas pertanian, perkebunan, kesenian, kuliner, kerajinan, hingga kehidupan masyarakat pedesaan. 

DAFTAR 7 Desa Wisata Baru di Subang dari Budaya Sunda hingga Budaya Kreatif

1. Desa Sukasari: Menikmati Kehidupan Desa dan Aktivitas Pertanian 

Desa Sukasari menawarkan konsep wisata yang dekat dengan kehidupan masyarakat pedesaan Sunda. 

Hamparan sawah dan aktivitas pertanian menjadi salah satu daya tarik utamanya. Wisatawan dapat menikmati suasana perkampungan sekaligus mengikuti aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan pertanian dan panen. 

Potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi agrowisata berbasis pengalaman, bukan sekadar wisata melihat sawah. Pengunjung dapat diajak mengenal proses pertanian, menikmati kuliner tradisional, hingga bersepeda menyusuri lingkungan desa. 

Sukasari juga memiliki potensi homestay berbasis rumah warga. Model seperti ini membuat aktivitas wisata dapat terhubung langsung dengan ekonomi masyarakat setempat. 

Kesenian dan tradisi lokal juga menjadi bagian dari pengalaman wisata yang ditawarkan. 

2. Desa Situ Sari: Danau dan Jejak Megalitikum 

Berbeda dengan Sukasari yang kuat dengan lanskap agraris, Desa Situ Sari menawarkan perpaduan antara alam dan sejarah. 

Salah satu daya tariknya adalah Danau Cikadongdong. Kawasan tersebut dapat menjadi ruang wisata untuk menikmati pemandangan, memancing, maupun aktivitas rekreasi ringan. 

Situ Sari juga memiliki Situs Megalitikum Gurudug serta kampung dengan rumah-rumah bambu. 

Kombinasi tersebut memberikan peluang untuk membangun paket wisata yang menggabungkan wisata alam, sejarah, dan budaya lokal. 

Wisatawan tidak hanya menikmati panorama danau, tetapi juga dapat mengenal jejak kehidupan masyarakat dan sejarah kawasan tersebut. 

3. Desa Cisampih: Wisatawan Diajak Ikut Bertani 

Desa Cisampih menawarkan konsep yang berbeda melalui pendekatan experience tourism. 

Dalam konsep tersebut, wisatawan tidak hanya menjadi penonton. Mereka dapat dilibatkan dalam aktivitas yang berhubungan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungan sekitar. 

Cisampih memiliki integrasi antara kebun, situ, infrastruktur air seperti PLTA, serta jalur sepeda Cinangling. 

Potensinya dapat dikembangkan melalui kegiatan seperti susur kebun, fun farming, camping, hingga bike park. 

Aktivitas tersebut juga dapat dikemas sebagai wisata edukasi dengan tema pangan, air, energi, dan lingkungan. 

Dengan demikian, pertanian tidak hanya menjadi aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata yang memiliki nilai edukasi. 

4. Desa Margasari: Ketika Wisata Bertemu Sejarah dan Pertanian 

Desa Margasari membawa unsur sejarah, budaya, pertanian, dan perikanan dalam satu kawasan. 

Di desa ini terdapat Situs Budaya Patenggeng dan Taman Agro Cisampih. Ada pula tradisi Ruatan Bumi serta lokasi yang berkaitan dengan sejarah dan ruang spiritual masyarakat. 

Selain itu, wisatawan dapat dikenalkan dengan kegiatan budidaya ikan nila dan lele. 

Potensi tersebut membuka peluang bagi paket wisata yang menghubungkan sejarah desa dengan kegiatan ekonomi masyarakat. 

Wisatawan misalnya dapat mengenal tradisi lokal, melihat aktivitas budidaya, kemudian menikmati produk pangan yang dihasilkan masyarakat. 

Konsep semacam ini membuat rantai ekonomi wisata tidak berhenti pada tiket masuk atau kunjungan destinasi, tetapi dapat bergerak ke sektor kuliner, produk pertanian, perikanan, dan jasa wisata. 

5. Desa Rawalele: Menyusuri Kebun Karet hingga Produk Kreatif 

Desa Rawalele memiliki karakter kuat pada sektor perkebunan, khususnya kebun karet. 

Hamparan perkebunan tersebut dapat menjadi daya tarik agrowisata. Wisatawan dapat mengenal proses penyadapan karet sekaligus melihat bagaimana komoditas tersebut diolah menjadi produk bernilai tambah. 

Potensi ekonomi kreatif juga menjadi bagian dari pengembangan desa. 

Selain perkebunan, Rawalele memiliki kegiatan seni dan budaya masyarakat serta sejumlah lokasi pendukung seperti Bumi Perkemahan Cijuhung dan Pemancingan Saung Nyumput Citugu. 

Model seperti ini menunjukkan bahwa desa wisata tidak harus bergantung pada satu objek wisata. 

Perkebunan, budaya, rekreasi, dan produk kreatif dapat menjadi satu ekosistem wisata. 

6. Desa Jambelaer: Dari Manggis, Nanas dan Pisang Menjadi Produk Wisata 

Desa Jambelaer memiliki potensi yang kuat pada sektor perkebunan dan hortikultura. 

Komoditas seperti manggis, nanas, dan pisang dapat ditemui di kawasan desa. 

Namun, potensi tersebut tidak berhenti pada penjualan hasil panen. 

Produk pertanian dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah seperti keripik, selai, minuman, dan jajanan desa. 

Di sinilah sektor pertanian bertemu dengan ekonomi kreatif. 

Wisatawan dapat melihat proses produksi sekaligus membeli produk olahan sebagai oleh-oleh. Dengan begitu, aktivitas wisata dapat membuka pasar tambahan bagi produk masyarakat. 

Jambelaer juga memiliki potensi wisata aktivitas melalui river tubing di aliran sungai yang jernih. 

7. Desa Curug Agung: Air Panas, Durian dan Wisata Alam 

Desa Curug Agung memiliki karakter yang kuat pada wisata alam dan rekreasi. 

Salah satu daya tariknya adalah pemandian air panas alami. Selain itu, terdapat kebun durian, curug, serta kawasan hutan kecil yang dapat dikembangkan sebagai ruang wisata alam. 

Aktivitas seperti trekking ringan dan camping dapat melengkapi pengalaman wisata. 

Dengan kombinasi tersebut, Curug Agung memiliki peluang untuk mengembangkan konsep wisata yang menggabungkan wellness, petualangan alam, pertanian, dan rekreasi. 

Kebun durian juga dapat menjadi bagian dari pengalaman agrowisata ketika dikemas melalui kegiatan musiman seperti kunjungan kebun dan pengenalan komoditas lokal. 

Bukan Sekadar Menambah Destinasi 

Hadirnya tujuh desa wisata baru di Subang memiliki arti yang lebih luas daripada sekadar bertambahnya daftar tempat wisata. 

Konsep desa wisata memungkinkan aktivitas ekonomi masyarakat menjadi bagian dari produk wisata. 

  • Sawah dapat menjadi ruang edukasi pertanian. 
  • Kebun dapat menjadi lokasi agrowisata. 
  • Produk pangan dapat dikembangkan menjadi oleh-oleh. 
  • Tradisi dapat dikemas menjadi atraksi budaya. 
  • Kerajinan dapat menjadi produk ekonomi kreatif. 
  • Rumah warga dapat menjadi homestay. 

Dengan pendekatan tersebut, wisatawan yang datang berpotensi membelanjakan uangnya tidak hanya untuk tiket atau akomodasi, tetapi juga untuk makanan, transportasi lokal, produk UMKM, jasa pemandu, aktivitas wisata, dan oleh-oleh. 

Pemerintah Kabupaten Subang sendiri dalam dokumen perencanaannya menempatkan pengembangan pariwisata berbasis alam, budaya, dan desa wisata bersama pengembangan UMKM serta ekonomi kreatif.

Penguatan industri kerajinan dan kuliner lokal, pemasaran, digitalisasi usaha mikro, serta pengembangan agrowisata juga masuk dalam arah pengembangan ekonomi daerah. 

Tantangannya Bukan Sekadar Mendatangkan Wisatawan 

Pengembangan desa wisata juga memiliki tantangan. 

Dokumen Pemkab Subang mencatat bahwa sebagian desa wisata yang sudah ada masih berada pada tahap rintisan atau berkembang.

Tantangannya mencakup infrastruktur pendukung, kapasitas sumber daya manusia, aksesibilitas, promosi, serta integrasi desa wisata dengan ekonomi kreatif, koperasi, UMKM, dan sektor pertanian. 

Artinya, keberhasilan tujuh desa wisata baru tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak orang datang. 

Yang tidak kalah penting adalah berapa besar manfaat ekonomi yang kembali kepada masyarakat desa dan seberapa baik potensi lokal tetap terjaga. 

Peraturan Bupati Subang mengenai desa wisata juga menempatkan pemberdayaan masyarakat, pemeliharaan alam dan lingkungan hidup, serta penggalian potensi ekonomi dan budaya lokal sebagai prinsip penyelenggaraan desa wisata. 

Subang Punya Modal Alam dan Kehidupan Desa 

Platform pariwisata resmi Kabupaten Subang mencatat bahwa wilayah tersebut memiliki beragam potensi mulai dari wisata alam, kuliner, ekonomi kreatif hingga kearifan lokal. Destinasi alam juga banyak berada di wilayah selatan Subang, dengan karakter pegunungan, perkebunan, dan air terjun. 

Tujuh desa wisata baru kemudian menambah warna pada peta tersebut. 

  • Sukasari membawa pengalaman kehidupan agraris. 
  • Situ Sari menawarkan danau dan warisan sejarah. 
  • Cisampih menggabungkan pertanian dengan wisata pengalaman. 
  • Margasari mempertemukan sejarah, budaya dan aktivitas ekonomi. 
  • Rawalele mengangkat perkebunan karet dan kreativitas warga. 
  • Jambelaer mengolah hasil perkebunan menjadi produk bernilai tambah. 
  • Sementara Curug Agung menawarkan kombinasi air panas, perkebunan dan wisata alam. 

Jika dikembangkan secara konsisten, tujuh desa tersebut dapat menjadi contoh bagaimana pariwisata pedesaan tidak hanya menjual pemandangan, tetapi menjual pengalaman sekaligus menciptakan ruang ekonomi bagi masyarakat lokal. 

Pada akhirnya, kekuatan desa wisata bukan hanya terletak pada apa yang bisa dilihat wisatawan. 

Kekuatan utamanya justru ada pada apa yang bisa mereka alami, pelajari, konsumsi, dan bawa pulang dari kehidupan masyarakat Subang. 

Berita Terbaru

7 Desa Wisata Baru di Subang: Dari Sawah, Budaya Sunda hingga Ekonomi Kreatif

7 Desa Wisata Baru di Subang: Dari Sawah, Budaya Sunda hingga Ekonomi Kreatif

Subang38 menit lalu
Modus Ganjal Kartu ATM Pakai Tusuk Gigi, Polisi Tangkap Tiga Pelaku di Subang

Modus Ganjal Kartu ATM Pakai Tusuk Gigi, Polisi Tangkap Tiga Pelaku di Subang

Subang1 jam lalu
Jadwal Final Cabor Panjat Tebing Nomor Men's Speed 4 di Asian Games 2026

Jadwal Final Cabor Panjat Tebing Nomor Men's Speed 4 di Asian Games 2026

Olahraga2 jam lalu
Skenario Lolos Final Indonesia vs Bangladesh, Ini Skema Garuda untuk Tembus Final FIFA ASEAN Cup 2026

Skenario Lolos Final Indonesia vs Bangladesh, Ini Skema Garuda untuk Tembus Final FIFA ASEAN Cup 2026

Olahraga2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Resmi, Ini Daftar Hasil Reshuffle Kabinet Merah Putih Prabowo 1 Oktober 2026

Resmi, Ini Daftar Hasil Reshuffle Kabinet Merah Putih Prabowo 1 Oktober 2026

Nasional2 jam lalu
MasNya ATR/BPN Diluncurkan, Masyarakat Bisa Tanya Soal Layanan Pertanahan Lewat Live TikTok

MasNya ATR/BPN Diluncurkan, Masyarakat Bisa Tanya Soal Layanan Pertanahan Lewat Live TikTok

Nasional3 jam lalu
Pengukuran Terjadwal, Warga Kota Bengkulu Rasakan Presisi Waktu Jadwal Ukur Tanah

Pengukuran Terjadwal, Warga Kota Bengkulu Rasakan Presisi Waktu Jadwal Ukur Tanah

Nasional3 jam lalu
4 Tahun Tragedi Kanjuruhan: 135 Nyawa dan Pertanyaan tentang Pertanggungjawaban Hukum

4 Tahun Tragedi Kanjuruhan: 135 Nyawa dan Pertanyaan tentang Pertanggungjawaban Hukum

Nasional3 jam lalu
Manfaatkan Layanan Pengukuran Terjadwal, Warga Kota Gorontalo: Sudah Pasti Lebih Memudahkan

Manfaatkan Layanan Pengukuran Terjadwal, Warga Kota Gorontalo: Sudah Pasti Lebih Memudahkan

Nasional3 jam lalu
Reshuffle Kabinet dan Pelantikan Kapolri Hari Ini, Suyudi Ario Seto Segera Dilantik Prabowo

Reshuffle Kabinet dan Pelantikan Kapolri Hari Ini, Suyudi Ario Seto Segera Dilantik Prabowo

Nasional3 jam lalu