Ada 3 Situs Bersejarah, Ini Sejarah Legonkulon Kabupaten Subang yang Jarang Diketahui

PASUNDAN EKSPRES.ID – Kecamatan Legonkulon merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Subang, Jawa Barat, yang berada di kawasan Pantura dengan sejarah legonkulon kabupaten subang yang menyimpan misteri.
Wilayah ini memiliki karakter geografis dataran rendah sekaligus menyimpan sejumlah jejak sejarah dan peninggalan yang tercatat dalam dokumen Pemerintah Kabupaten Subang.
Bagi kamu yang ingin mengetahui sejarah Legonkulon Kabupaten Subang, pembahasannya tidak hanya berkaitan dengan terbentuknya kecamatan.
Sejarah kawasan ini juga dapat dilihat melalui keberadaan desa-desa, situs yang tercatat sebagai peninggalan sejarah, serta perkembangan kehidupan masyarakat pesisir Subang.
Data Pemerintah Kabupaten Subang mencatat Kecamatan Legonkulon memiliki luas sekitar 73 kilometer persegi dan terdiri atas tujuh desa.
Ketujuh desa tersebut adalah Mayangan, Legonwetan, Pangarengan, Tegalurung, Legonkulon, Bobos dan Karangmulya. Data tersebut tercantum dalam dokumen pemerintah daerah yang merujuk pada Peraturan Daerah Kabupaten Subang Nomor 3 Tahun 2007.
Sejarah Legonkulon Kabupaten Subang
Legonkulon berada di kawasan Pantura Subang
Secara geografis, Legonkulon termasuk wilayah Pantura Kabupaten Subang.
Pemerintah Kabupaten Subang memasukkan Legonkulon bersama sejumlah kecamatan lain seperti Pamanukan, Pusakanagara, Pusakajaya, Blanakan dan Ciasem ke dalam wilayah Pantura.
Dari sisi ketinggian, Legonkulon berada pada kawasan dengan ketinggian sekitar 0 sampai 25 meter di atas permukaan laut.
Karakter dataran rendah ini menjadi salah satu ciri penting wilayah Legonkulon dan kawasan pesisir Subang secara umum.
Letak tersebut juga membuat sejarah kehidupan masyarakat Legonkulon tidak dapat dilepaskan dari karakter wilayah pesisir, pertanian, perairan dan aktivitas ekonomi masyarakat di bagian utara Kabupaten Subang.
Jejak sejarah Kabupaten Subang lebih luas
Untuk memahami sejarah Legonkulon Kabupaten Subang, perlu melihat sejarah wilayah Subang secara lebih luas.
Pemerintah Kabupaten Subang mencatat adanya bukti kehidupan masyarakat prasejarah di beberapa wilayah Subang.
Temuan kapak batu ditemukan antara lain di Bojongkeding, Pagaden, Kalijati dan Dayeuhkolot Sagalaherang.
Pada masa perkembangan kebudayaan Hindu, wilayah Kabupaten Subang juga disebut menjadi bagian dari kawasan yang dipengaruhi tiga kerajaan, yaitu Tarumanagara, Galuh dan Pajajaran.
Pemerintah daerah juga mencatat adanya temuan pecahan keramik asal Cina di Patenggeng, Kalijati, yang menunjukkan adanya hubungan perdagangan dengan wilayah luar pada masa lampau.
Catatan tersebut tidak berarti seluruh peninggalan tersebut berada di Legonkulon.
Namun, data itu penting untuk melihat bahwa wilayah Kabupaten Subang telah mengalami perkembangan masyarakat dalam rentang sejarah yang panjang.
Dua situs sejarah Legonkulon yang tercatat Pemkab Subang
Dalam dokumen Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang, terdapat dua situs sejarah yang tercatat untuk Kecamatan Legonkulon, yaitu KH. Moh. Husen dan Ki Buyut Lagri.
Keduanya menjadi bagian dari daftar situs yang perlu diperhatikan ketika membahas sejarah dan peninggalan budaya di wilayah Legonkulon.
1. Makam KH. Moh. Husen
Situs KH. Moh. Husen tercatat berada di Dusun Anjun RT 08/RW 05, Jalan Pondok Bali, Desa Legonkulon, Kecamatan Legonkulon, Kabupaten Subang.
Dalam data lokasi yang tersedia, makam ini juga dikenal sebagai Makam Mbah KH. Husen.
Lokasinya berada di Desa Legonkulon dan menjadi salah satu titik yang dapat dikaitkan dengan sejarah lokal masyarakat setempat.
Data lokasi publik mencatat alamat di Legonkulon, Kecamatan Legonkulon, Kabupaten Subang, Jawa Barat 41254.
2. Ki Buyut Lagri
Situs kedua adalah Ki Buyut Lagri yang tercatat berada di Dusun Tegalsari, Desa Legonwetan, Kecamatan Legonkulon, Kabupaten Subang.
Nama Ki Buyut Lagri masuk dalam daftar situs sejarah Kabupaten Subang yang dihimpun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Keberadaan situs tersebut memperlihatkan bahwa jejak sejarah Legonkulon tidak hanya terdapat di pusat kecamatan, tetapi juga tersebar di wilayah desa.
Tanggul Batu Pangarengan
Selain dua situs yang tercatat dalam dokumen pemerintah, terdapat pula lokasi bernama Tanggul Batu Desa Pangarengan yang tercatat sebagai bangunan bersejarah dalam data lokasi publik.
Lokasinya berada di Desa Pangarengan, Kecamatan Legonkulon, Kabupaten Subang, Jawa Barat 41254.
Data lokasi menunjukkan titik QR89+25 dan mencatat lokasi tersebut sebagai bangunan bersejarah.
Keberadaan Tanggul Batu menarik untuk diperhatikan karena kawasan Pangarengan merupakan salah satu desa di Kecamatan Legonkulon.
Namun, informasi mengenai tahun pembangunan, fungsi awal dan latar belakang sejarah tanggul tersebut masih perlu dikonfirmasi melalui sumber sejarah atau instansi kebudayaan yang berwenang.
Perkembangan Legonkulon Hingga Sekarang
Perjalanan Legonkulon tidak berhenti pada keberadaan situs sejarah.
Pemerintah Kecamatan Legonkulon saat ini memiliki tugas dalam penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat desa, pembangunan dan pembinaan kehidupan kemasyarakatan.
Dalam laporan kinerja Kecamatan Legonkulon, tugas tersebut merujuk pada Peraturan Bupati Subang Nomor 75 Tahun 2016.
Kecamatan juga memiliki fungsi mengoordinasikan urusan pemerintahan umum, pemberdayaan masyarakat, ketenteraman dan ketertiban umum, pelayanan publik serta pembangunan di wilayah kecamatan.
Wilayah Legonkulon juga memiliki fasilitas pelayanan kesehatan berupa Puskesmas Legonkulon.
Dinas Kesehatan Kabupaten Subang mencatat Puskesmas Legonkulon sebagai fasilitas kesehatan rawat inap yang beralamat di Jalan Pangarengan No. 76, Kecamatan Legonkulon.
Data tersebut diperbarui pada 7 Agustus 2026.
Pada perkembangan terbaru, Kecamatan Legonkulon juga tetap menjadi bagian dari berbagai kegiatan Kabupaten Subang.
Dalam Karnaval Kabupaten Subang pada peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-79, misalnya, kontingen Kecamatan Legonkulon menampilkan teatrikal perlawanan terhadap penjajahan dan replika roket.
Pemerintah Kabupaten Subang menyebut Legonkulon sebagai salah satu kecamatan terujung di Kabupaten Subang.
Dari catatan tersebut terlihat bahwa sejarah Legonkulon Kabupaten Subang tidak hanya berkaitan dengan pembentukan wilayah administratif.
Jejak sejarah lokal juga dapat ditelusuri melalui situs yang berada di desa-desa serta perkembangan masyarakat di kawasan Pantura.
Bagi kamu yang ingin mendatangi situs-situs tersebut, informasi mengenai kondisi lokasi, akses masuk dan aktivitas di sekitar situs sebaiknya dikonfirmasi terlebih dahulu kepada pemerintah desa atau pihak terkait.
Hal ini penting terutama untuk menjaga keberadaan situs sekaligus menghormati aktivitas masyarakat setempat.
Keberadaan situs KH. Moh. Husen di Desa Legonkulon dan Ki Buyut Lagri di Desa Legonwetan menjadi bagian dari catatan sejarah lokal yang masih dapat ditelusuri.
Sementara itu, Tanggul Batu di Pangarengan menjadi salah satu lokasi yang menarik untuk dikaji lebih lanjut agar informasi sejarahnya dapat terdokumentasi secara lebih lengkap.
