Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Akibat Kemarau Panjang, 7.267 Hektare Lahan Persawahan Subang Terancam Kekeringan

D
Dobi MaulanaEditor: Dobi Maulana
|19:00 WIB
Bagikan:
Akibat Kemarau Panjang, 7.267 Hektare Lahan Persawahan Subang Terancam Kekeringan
Dampak musim kemarau panjang yang terjadi pada 2026 dan sebelumnya telah diprediksi oleh BMKG, kini mulai dirasakan di wilayah Kabupaten Subang.

PASUNDANEKSPRES.ID - Dampak musim kemarau panjang yang terjadi pada 2026 dan sebelumnya telah diprediksi oleh BMKG, kini mulai dirasakan di wilayah Kabupaten Subang. Berdasarkan data BPBD Kabupaten Subang, sekitar 7.267 hektare lahan persawahan Subang yang tersebar di 144 desa pada 27 kecamatan menghadapi ancaman kekeringan.

"Luas lahan sawah yang terancam kekeringan mencapai 7.267 hektare, di 144 desa, 27 kecamatan," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Subang Enda, Kamis 3 September 2026.

Menurut Enda, lahan persawahan Subang yang paling sulit mendapatkan penanganan merupakan area yang tidak memiliki sumber air di sekitar lokasi. Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala bagi pemerintah daerah dalam menyalurkan bantuan air untuk mengatasi kekeringan.

"Yang terancam kekeringan itu, karena tidak terdapat sumber air terdekat. Sehingga pemerintah daerah mengaku kesulitan, untuk menangani kekeringan yang melanda lahan sawah tersebut," ujarnya.

Sementara itu, persawahan yang berada tidak jauh dari sumber air dinilai lebih mudah untuk dilakukan upaya pencegahan. BPBD bersama instansi terkait dapat memberikan bantuan pompa air guna mengambil air dari sungai maupun saluran irigasi untuk memenuhi kebutuhan lahan.

"Berbeda dengan lahan sawah yang dekatnya ada sumber air, akan sangat mudah mengantisipasi kekeringan tersebut. Kami salurkan bantuan pompa air, untuk menyedot air dari aliran sungai," kata Enda.

BPBD Kabupaten Subang juga meminta para petani segera menyampaikan laporan apabila kondisi lahan persawahan Subang mulai mengalami kekurangan pasokan air. Pelaporan dan koordinasi sejak dini diharapkan mampu menekan risiko gagal panen yang dapat terjadi akibat kemarau panjang tahun ini.

"Jika ada tanda-tanda kekeringan segera lapor ke desa atau BPBD. Penanganan cepat akan sangat membantu petani," pungkas Enda.

Berita Terbaru

Cara Tambah Akun WhatsApp dalam 1 Ponsel yang Sama, Coba Sekarang!

Cara Tambah Akun WhatsApp dalam 1 Ponsel yang Sama, Coba Sekarang!

Lifestyle1 jam lalu
Satpol PP Subang Gempur Rokok Ilegal, Masyarakat Diminta Aktif Melapor

Satpol PP Subang Gempur Rokok Ilegal, Masyarakat Diminta Aktif Melapor

Subang1 jam lalu
Penyebab Mudah Mengantuk Sepanjang Hari yang Jarang Diketahui

Penyebab Mudah Mengantuk Sepanjang Hari yang Jarang Diketahui

Lifestyle2 jam lalu
Link Download Logo Hari Santri 2026 Resmi Kemenag, Ini Filosofinya

Link Download Logo Hari Santri 2026 Resmi Kemenag, Ini Filosofinya

Nasional3 jam lalu
ADVERTISEMENT
Kapolres Cup 2026 Jadi Wadah Pembinaan dan Pencarian Bakat Sepak Bola Pelajar di Subang

Kapolres Cup 2026 Jadi Wadah Pembinaan dan Pencarian Bakat Sepak Bola Pelajar di Subang

Subang3 jam lalu
Hasil Drawing French Open 2026: Enam Wakil Indonesia Langsung Saling Jegal

Hasil Drawing French Open 2026: Enam Wakil Indonesia Langsung Saling Jegal

Olahraga3 jam lalu
Kebakaran Hutan di Gunung Sumbing, 152 Pendaki Dievakuasi dan Jalur Pendakian Ditutup

Kebakaran Hutan di Gunung Sumbing, 152 Pendaki Dievakuasi dan Jalur Pendakian Ditutup

Nasional4 jam lalu
Junior Jadi Tersangka, Kasus Pembunuhan Sesama Anggota Polisi Diminta Diusut Tuntas

Junior Jadi Tersangka, Kasus Pembunuhan Sesama Anggota Polisi Diminta Diusut Tuntas

Nasional4 jam lalu
Beli LPG 3 Kg di Kopdes Wajib Bawa KK dan KTP? Ini Aturan Resminya

Beli LPG 3 Kg di Kopdes Wajib Bawa KK dan KTP? Ini Aturan Resminya

Nasional4 jam lalu
Demo Mahasiswa 20 Oktober 2026: Siapkan Aksi dengan Lima Tuntutan

Demo Mahasiswa 20 Oktober 2026: Siapkan Aksi dengan Lima Tuntutan

Nasional5 jam lalu