Apel Pagi, DP2KBP3A Subang Perkuat Pencegahan Stunting dan Target Akseptor KB

SUBANG – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Subang memperkuat upaya peningkatan capaian program pencegahan stunting sekaligus pencapaian target akseptor keluarga berencana (KB).
Penguatan tersebut menjadi salah satu perhatian dalam apel pagi yang digelar di halaman Kantor DP2KBP3A Kabupaten Subang, Senin (5/10/2026). Apel diikuti seluruh pegawai DP2KBP3A serta UPTD Dalduk dan PKK Kecamatan Compreng-Pusakajaya dan Jalancagak-Ciater, termasuk Kecamatan Cisalak.
Apel dipimpin oleh Sekretaris DP2KBP3A dr. Syamsu Riza selaku inspektur apel.
Apel pagi merupakan sarana untuk menyampaikan informasi program secara menyeluruh. Menariknya, apel pagi yang melibatkan UPTD baru kali ini dilaksanakan setelah diinisiasi Aep Saepulloh, S.Sos, MM selaku Plt Kasubag Umpeg yang juga merupakan Kepala UPTD Dalduk PKK Cibogo & Cipunagara.
DP2KBP3A Perkuat Koordinasi Tim
Kegiatan apel tersebut menjadi bagian dari penguatan koordinasi jajaran DP2KBP3A dan UPTD di lapangan dalam mendukung program kependudukan, keluarga berencana, serta percepatan pencegahan stunting.
Dalam apel ini Sekretaris DP2KBP3A dr. Syamsu Riza menekankan upaya penurunan stunting. Program ini menjadi salah satu fokus DP2KBP3A Subang melalui pendampingan keluarga berisiko, penguatan peran kader Pos KB, edukasi kelompok sasaran, serta kolaborasi lintas sektor.
Selain pencegahan stunting, jajaran DP2KBP3A juga diarahkan untuk memperkuat pencapaian target akseptor dalam rangka World Contraception Day (WCD).
Penguatan peran petugas dan UPTD di tingkat kecamatan menjadi penting karena pelaksanaan program kependudukan dan KB bersentuhan langsung dengan masyarakat. Koordinasi di lapangan diperlukan agar sasaran program dapat dijangkau secara lebih optimal.
Melalui kegiatan tersebut, DP2KBP3A Kabupaten Subang mendorong seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kinerja dalam menjalankan program, khususnya yang berkaitan dengan pengendalian penduduk, pelayanan KB, pembangunan keluarga, dan pencegahan stunting.
Program-program tersebut membutuhkan keterlibatan petugas lapangan dan dukungan masyarakat agar pelaksanaannya dapat berjalan secara berkelanjutan dan mencapai sasaran yang telah ditetapkan.(ysp)
