Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Banyak Pabrik di Subang tapi Warga Keluhkan Sulit Kerja, Kenapa? Simak Alasannya!

D
Dobi MaulanaEditor: Dobi Maulana
|19:00 WIB
Bagikan:
Banyak Pabrik di Subang tapi Warga Keluhkan Sulit Kerja, Kenapa? Simak Alasannya!
Kabupaten Subang, Jawa Barat, tengah mengalami perkembangan industri yang cukup pesat. Sejumlah kawasan industri baru bermunculan dan pabrik-pabrik besar mulai beroperasi.

PASUNDANEKSPRES.ID - Kabupaten Subang, Jawa Barat, tengah mengalami perkembangan industri yang cukup pesat. Sejumlah kawasan industri baru bermunculan dan pabrik-pabrik besar mulai beroperasi. Namun, di tengah kondisi tersebut, masih ada warga yang mengeluhkan sulitnya mendapatkan pekerjaan di pabrik.

Fenomena banyak pabrik di Subang tetapi warga lokal masih kesulitan memperoleh pekerjaan menjadi perhatian dalam beberapa waktu terakhir.

Kehadiran industri memang membuka peluang ekonomi baru, tetapi proses rekrutmen dan kebutuhan kompetensi tenaga kerja menjadi persoalan tersendiri.

Lantas, mengapa banyak pabrik di Subang belum otomatis membuat seluruh warga setempat mudah mendapatkan pekerjaan?

Banyak Pabrik di Subang, Peluang Kerja Terus Bertambah

Pertumbuhan industri di Subang tidak bisa dipungkiri. Kawasan industri di sejumlah wilayah Kabupaten Subang terus berkembang seiring masuknya investasi baru, termasuk industri manufaktur dan otomotif.

Bahkan, berdasarkan dokumen Rencana Pengembangan Infrastruktur Wilayah (RPIW) Provinsi Jawa Barat 2025-2034, kawasan pengembangan industri di wilayah Bogor-Bekasi-Karawang-Purwakarta-Subang-Patimban diproyeksikan mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah sangat besar.

Untuk kawasan industri prioritas di Subang, dokumen tersebut memproyeksikan kebutuhan tenaga kerja yang terus meningkat hingga 2034.

Artinya, secara jangka panjang, keberadaan banyak pabrik di Subang memang berpotensi menciptakan lapangan pekerjaan dalam jumlah besar.

Namun, peluang tersebut tidak serta-merta berarti semua pencari kerja lokal bisa langsung diterima.

Warga Mengaku Sulit Masuk Kerja ke Pabrik

Keluhan mengenai sulitnya mendapatkan pekerjaan di kawasan industri Subang kembali mencuat pada awal September 2026.

Dilansir dari laman Bapenda Jawa Barat, sejumlah pencari kerja menyampaikan keluhan ketika bertemu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di kawasan industri Subang.

Para pelamar mengaku kesulitan menembus proses rekrutmen di sejumlah pabrik baru. Salah satu persoalan yang disoroti adalah sistem pencarian kerja melalui aplikasi yang dinilai belum berjalan maksimal dan belum semua perusahaan terintegrasi di dalamnya.

Akibatnya, sebagian pencari kerja memilih menyerahkan berkas secara langsung ke pabrik.

Kondisi tersebut kemudian dinilai membuka celah terjadinya praktik percaloan tenaga kerja.

Dilansir dari laman Bapenda Jawa Barat pada 4 September 2026, seorang pelamar bahkan mengaku diminta membayar sekitar Rp3 juta untuk mendapatkan pekerjaan sebagai tenaga kontrak selama enam bulan.

Kenapa Warga Sulit Mendapatkan Pekerjaan?

Ada beberapa faktor yang bisa menjelaskan mengapa kondisi banyak pabrik di Subang belum sepenuhnya dirasakan oleh pencari kerja lokal.

1. Jumlah Pelamar Lebih Besar daripada Formasi

Satu lowongan pekerjaan di pabrik bisa menarik pelamar dalam jumlah besar. Ketika kebutuhan perusahaan hanya puluhan atau ratusan orang, jumlah pencari kerja yang mendaftar dapat jauh lebih banyak.

Dengan demikian, meskipun sebuah perusahaan membuka lowongan, persaingan untuk mendapatkan posisi tersebut tetap tinggi.

Data lowongan yang tersedia di platform pencarian kerja juga menunjukkan adanya banyak peluang kerja di sektor manufaktur Subang. Namun, keberadaan lowongan tidak berarti seluruh pelamar akan diterima.

Sebagai gambaran, laman Jobstreet pada September 2026 menampilkan ratusan lowongan terkait pekerjaan pabrik di wilayah Subang.

2. Kebutuhan Pabrik Tidak Selalu Sesuai dengan Kompetensi Pelamar

Persoalan berikutnya adalah kesesuaian antara kebutuhan perusahaan dan kemampuan pencari kerja.

Industri modern membutuhkan tenaga kerja dengan keterampilan tertentu, mulai dari operator produksi, teknisi, quality control, logistik, hingga posisi administrasi dan manajemen.

Pemkab Subang sendiri menilai berkembangnya kawasan industri akan meningkatkan kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang berkualitas.

Pemkab Subang mendorong industri manufaktur, termasuk pabrik BYD di Subang Smartpolitan, untuk memberikan prioritas kepada tenaga kerja lokal.

Persoalannya, jika keterampilan yang dimiliki pencari kerja belum sesuai dengan kebutuhan industri, peluang untuk lolos seleksi tentu menjadi lebih kecil.

3. Rekrutmen yang Tidak Terintegrasi

Keluhan warga juga berkaitan dengan mekanisme rekrutmen.

Dalam kasus yang disampaikan kepada Gubernur Jawa Barat, sebagian pelamar mengaku mengalami kendala ketika menggunakan aplikasi pencarian kerja. Karena sistem belum sepenuhnya terintegrasi dengan perusahaan, pelamar akhirnya memilih menyerahkan lamaran secara langsung.

Sejumlah pencari kerja dari Ciasem, Pusakajaya hingga Pagaden mengeluhkan sulitnya mengikuti proses rekrutmen dan kendala pada aplikasi Nyari Gawe.

Kondisi seperti ini penting diperbaiki karena semakin sederhana dan transparan proses rekrutmen, semakin kecil pula ruang bagi pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan pencari kerja.

4. Dugaan Percaloan Menjadi Persoalan Serius

Hal lain yang menjadi sorotan adalah dugaan praktik percaloan.

Keluhan pelamar mengenai permintaan uang untuk mendapatkan pekerjaan menjadi perhatian pemerintah. Dalam laporan Bapenda Jawa Barat, terdapat pelamar yang mengaku diminta uang sekitar Rp3 juta untuk pekerjaan kontrak selama enam bulan.

Jika praktik tersebut benar terjadi, persoalannya bukan lagi sekadar sulitnya mendapatkan pekerjaan. Pencari kerja juga menghadapi risiko harus mengeluarkan biaya besar sebelum mendapatkan kepastian pekerjaan.

Karena itu, transparansi rekrutmen menjadi sangat penting di tengah berkembangnya banyak pabrik di Subang.

Industri Tumbuh, Tenaga Kerja Lokal Harus Mendapat Kesempatan

Pertumbuhan industri seharusnya memberikan dampak langsung kepada masyarakat sekitar.

Masuknya investasi bukan hanya soal berdirinya gedung pabrik atau bertambahnya aktivitas ekonomi. Industri juga diharapkan mampu membuka kesempatan kerja bagi masyarakat lokal.

Pemkab Subang telah mendorong agar industri manufaktur memberikan perhatian terhadap penyerapan tenaga kerja lokal.

Di sisi lain, pemerintah juga perlu memastikan masyarakat memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan melalui pelatihan dan peningkatan kompetensi.

Dengan begitu, masyarakat Subang tidak hanya menjadi penonton ketika kawasan industri berkembang, tetapi benar-benar menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi tersebut.

Banyak Pabrik di Subang Bukan Berarti Semua Warga Langsung Mendapat Kerja

Pada akhirnya, keberadaan banyak pabrik di Subang memang merupakan peluang besar bagi perekonomian daerah. Namun, jumlah pabrik dan jumlah lowongan kerja bukan satu-satunya faktor yang menentukan apakah warga bisa mendapatkan pekerjaan.

Ada persoalan kompetensi, persaingan antarpelamar, mekanisme rekrutmen, hingga transparansi proses penerimaan karyawan.

Pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat perlu berjalan bersama.

Perusahaan perlu memastikan proses penerimaan karyawan dilakukan secara terbuka dan profesional. Pemerintah perlu memperkuat sistem informasi serta pengawasan tenaga kerja. Sementara itu, pencari kerja juga perlu meningkatkan keterampilan agar sesuai dengan kebutuhan industri.

Jika persoalan tersebut dapat dibenahi, perkembangan banyak pabrik di Subang bukan hanya menjadi kabar tentang masuknya investasi, tetapi juga benar-benar menjadi jalan bagi masyarakat lokal untuk memperoleh pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan.

Berita Terbaru

Hakim Agung Mahkamah Agung RI Tinjau Kawasan Yudikatif di Nusantara

Hakim Agung Mahkamah Agung RI Tinjau Kawasan Yudikatif di Nusantara

Nasional8 jam lalu
Perubahan APBD 2026 Kabupaten Subang Disepakati

Perubahan APBD 2026 Kabupaten Subang Disepakati

Subang8 jam lalu
Beredar Surat Disebut-sebut Sebagai Undangan Pelantikan Sekda Subang untuk Rona Mairansyah Besok

Beredar Surat Disebut-sebut Sebagai Undangan Pelantikan Sekda Subang untuk Rona Mairansyah Besok

Subang8 jam lalu
Revitalisasi Pasar Ciroyom Ditargetkan Rampung 2 Tahun

Revitalisasi Pasar Ciroyom Ditargetkan Rampung 2 Tahun

Bandung Barat9 jam lalu
ADVERTISEMENT
Terima 100 Becak Listrik, Om Zein: Bentuk Kasih Sayang Pak Prabowo

Terima 100 Becak Listrik, Om Zein: Bentuk Kasih Sayang Pak Prabowo

Purwakarta9 jam lalu
Pagar Nusa Luncurkan Naskah Kuno "Serat Nitipraja Eyang Gandasoli"

Pagar Nusa Luncurkan Naskah Kuno "Serat Nitipraja Eyang Gandasoli"

Purwakarta9 jam lalu
Kawasan Industri Baru Subang Jadi Sasaran Rekrutmen Serikat Buruh

Kawasan Industri Baru Subang Jadi Sasaran Rekrutmen Serikat Buruh

Subang10 jam lalu
Jadwal Konser dan Fanmeeting Kpop di Bulan Oktober 2026, Ada NCT 127 hingga Gong Yoo

Jadwal Konser dan Fanmeeting Kpop di Bulan Oktober 2026, Ada NCT 127 hingga Gong Yoo

Lifestyle12 jam lalu
Wajah Anak Bukan Konten, Privasi Anak di Sosial Media Jangan Disepelekan

Wajah Anak Bukan Konten, Privasi Anak di Sosial Media Jangan Disepelekan

Lifestyle13 jam lalu
Nama Sekda Kabupaten Subang Sudah Ada, Bupati: Besok Pelantikan, Tunggu Saja

Nama Sekda Kabupaten Subang Sudah Ada, Bupati: Besok Pelantikan, Tunggu Saja

Headline13 jam lalu