BAZNAS Subang dan K3S Kembali Gerakkan Infaq Goes to School, Ratusan SD Didorong Bangun Budaya Berbagi

SUBANG- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Subang bersama Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) kembali memperkuat gerakan Infaq Goes to School. Program tersebut didorong bukan sekadar untuk menghimpun infak, tetapi menjadi bagian dari upaya menanamkan pendidikan karakter dan budaya berbagi sejak dini kepada peserta didik.
Sosialisasi program dilaksanakan Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 09.00 WIB di SDN Angkasa 2 Kalijati. Kegiatan tersebut melibatkan ratusan sekolah dasar dari tiga kecamatan, yakni Kecamatan Kalijati, Cipeundeuy dan Purwadadi.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua BAZNAS Kabupaten Subang Dr. H. A. Sukandar, M.Ag., Wakil Ketua I, Kabag dan Kepala Staf BAZNAS, Pengawas SD Dinas Pendidikan, Ketua K3S, para kepala sekolah serta Ketua Unit Pengumpul Zakat (UPZ) SD.
Dalam sosialisasi tersebut, BAZNAS Kabupaten Subang memberikan pemahaman mengenai tugas pokok dan fungsi BAZNAS, termasuk regulasi pengelolaan zakat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, regulasi daerah terkait BAZNAS Kabupaten Subang, serta Peraturan Bupati Subang Nomor 25 Tahun 2021.
Ketua BAZNAS Kabupaten Subang, Dr. H. A. Sukandar, M.Ag., menegaskan bahwa gerakan Infaq Goes to School memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar penghimpunan dana.
Program tersebut diarahkan sebagai sarana pendidikan karakter agar peserta didik terbiasa memiliki jiwa sosial, peduli terhadap lingkungan dan sesama, serta tumbuh menjadi generasi yang memiliki kebiasaan berbagi.
“Melalui Infaq Goes to School, kita ingin memberikan pelajaran dan membangun kebiasaan kepada anak-anak untuk memiliki jiwa sosial dan jiwa dermawan. Jangan sampai anak-anak kita hanya sibuk dengan HP, tetapi kurang bersosialisasi dan kurang peduli terhadap lingkungan sekitarnya,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Menurut BAZNAS, perkembangan teknologi yang semakin dekat dengan kehidupan anak perlu diimbangi dengan pendidikan sosial. Anak-anak tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga perlu dibentuk menjadi pribadi yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
Karena itu, gerakan infak di sekolah diharapkan menjadi ruang pembelajaran sederhana bagi peserta didik untuk mengenal nilai berbagi dan gotong royong sejak bangku sekolah dasar.
Konsep Infaq Goes to School yang dikembangkan BAZNAS Subang juga diarahkan untuk membangun kekuatan bersama antar sekolah.
Infak yang terkumpul tidak hanya diorientasikan untuk kepentingan sekolah masing-masing, tetapi diharapkan dapat menjadi bagian dari gerakan bersama untuk membantu satuan pendidikan lain yang membutuhkan.
Hasil infak tersebut nantinya diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kebutuhan pendidikan. Mulai dari membantu perbaikan bangunan sekolah yang mengalami kerusakan, perbaikan fasilitas MCK, penyediaan sarana dan prasarana pembelajaran, hingga pengadaan maupun penggantian meja dan kursi atau mebeler.
Dengan konsep tersebut, semangat yang dibangun bukan sekadar membuat sekolah menjadi tempat penghimpunan infak. Lebih dari itu, sekolah diharapkan menjadi bagian dari gerakan kepedulian untuk mendorong pemerataan dan kemajuan pendidikan di Kabupaten Subang.
Gerakan tersebut juga dinilai sejalan dengan semangat Subang Ngabret – Ngabangun Bareng Rakyat, yakni membangun daerah melalui kolaborasi dan gotong royong masyarakat.
BAZNAS Kabupaten Subang berharap program Infaq Goes to School dapat dilaksanakan secara berkelanjutan melalui kolaborasi bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang, K3S, kepala sekolah, UPZ sekolah, guru, orang tua hingga peserta didik.
Kolaborasi tersebut dinilai penting agar gerakan infak di lingkungan sekolah tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi kebiasaan yang tumbuh dan melekat dalam kehidupan peserta didik.
BAZNAS Kabupaten Subang menegaskan komitmennya untuk terus mendorong gerakan tersebut sebagai bagian dari upaya melayani umat dan menyejahterakan mustahik, sekaligus membangun budaya kepedulian sejak lingkungan sekolah.(hdi)
