Berapa Nilai Investasi Pabrik BYD Subang? Siap Beroperasi Tahun Ini

PASUNDANEKSPRES.ID - BYD terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat industri kendaraan listrik di Indonesia melalui pembangunan pabrik mereka di kawasan Subang Smartpolitan, Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Kehadiran fasilitas produksi tersebut menjadi salah satu investasi terbesar di sektor otomotif Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Nilai investasi pabrik BYD bahkan menjadi perhatian karena mencerminkan keseriusan produsen kendaraan listrik asal Tiongkok tersebut dalam menjadikan Indonesia sebagai basis produksi sekaligus pusat distribusi kendaraan listrik di kawasan Asia Tenggara.
Pembangunan pabrik BYD di Subang tidak hanya memperkuat posisi BYD di pasar Indonesia, tetapi juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan industri pendukung kendaraan listrik.
Berdasarkan berbagai laporan media, nilai investasi pabrik BYD mencapai Rp 11, 7 triliun. Investasi tersebut mencakup pembangunan fasilitas produksi, pengembangan kawasan industri, hingga kesiapan infrastruktur untuk menunjang operasional pabrik.
Nilai investasi tersebut menjadikan proyek BYD sebagai salah satu investasi asing terbesar di sektor manufaktur kendaraan listrik di Indonesia.
Pabrik yang berlokasi di kawasan Subang Smartpolitan, Kabupaten Subang, Jawa Barat itu diketahui dibangun di atas lahan seluas lebih dari 108 hektare.
Pada tahap awal, fasilitas ini dirancang memiliki kapasitas produksi sekitar 150.000 unit kendaraan listrik per tahun.
Dalam perkembangannya, BYD juga membuka peluang untuk meningkatkan kapasitas produksi apabila permintaan pasar domestik maupun ekspor terus mengalami pertumbuhan.
Selain itu, kehadiran pabrik BYD di Subang akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan, terutama dalam menciptakan 18.000 lapangan kerja yang baru.
Sejak akhir tahun 2025, BYD terus melakukan pembukaan lowongan kerja besar-besaran untuk sejumlah posisi dan kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan.
Dengan berbagai potensi tersebut, pabrik BYD Subang diperkirakan akan menjadi salah satu tonggak penting dalam perkembangan industri kendaraan listrik Indonesia.
Kehadiran fasilitas produksi berskala besar ini tidak hanya memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi otomotif, tetapi juga membuka peluang bagi Indonesia untuk menjadi salah satu pusat produksi kendaraan listrik terbesar di kawasan Asia Tenggara.
Sementara itu, pembangunan pabrik BYD di Subang hingga kini masih berjalan dan siap memasuki tahap akhir atau finalisasi kesiapan produksi dengan memastikan kualitas kendaraan yang diproduksi sesuai dengan standar BYD global.
(inm)
