Borong 8 Medali, Cinta Violend Harumkan Subang di Kejuaraan Renang Jakarta

SUBANG-Prestasi membanggakan ditorehkan Cinta Violend, siswi SDN Soklat Subang, dalam Kejuaraan Renang Sport School Competition Student Open Series 2 di Kolam Bulungan, Jakarta. Atlet muda asal Kabupaten Subang itu berhasil memborong delapan medali, terdiri dari enam emas dan dua perak, sekaligus dinobatkan sebagai Perenang Terbaik kategori SD putri usia 5–6 tahun 2026.
Enam medali emas diraih Cinta dari nomor 50 meter, 100 meter, dan 200 meter gaya bebas, 50 meter dan 100 meter gaya punggung, serta 200 meter gaya ganti perorangan. Sementara dua medali perak diperolehnya dari nomor 50 meter gaya dada dan 50 meter gaya kupu-kupu.
Capaian tersebut menjadi bukti potensi besar Cinta di cabang olahraga renang. Namun, di balik deretan medali yang diraih, tersimpan harapan besar dari sang ibu sekaligus pelatihnya, Sandra Huawe, agar prestasi atlet muda di Kabupaten Subang mendapat perhatian lebih nyata dari pemerintah.
Sandra mengungkapkan, selama ini belum ada dukungan pemerintah yang diterima putrinya untuk menunjang perjalanan prestasinya. Padahal, menurutnya, pembinaan atlet sejak usia dini membutuhkan perhatian dan dukungan berkelanjutan agar mereka bisa berkembang ke tingkat yang lebih tinggi.
“Dukungan pemerintah untuk prestasi Cinta selama ini belum ada sama sekali. Padahal, sebagai orang tua, kami tidak minta yang muluk-muluk, hanya minta ada perhatian sedikit saja, setidaknya ada pengakuan untuk anak-anak atlet yang berjuang dari kecil, membanggakan Subang,” ungkap Sandra kepada wartawan di Subang, Minggu (25/10/2026).
Di tengah harapan tersebut, Sandra mengapresiasi dukungan sekolah tempat Cinta menimba ilmu. SDN Soklat Subang dinilai memberikan ruang bagi putrinya untuk mengembangkan bakat sekaligus menjalani pendidikan.
Kepala SDN Soklat Subang, Euis Siti Nurhidayanti, S.Pd.SD, mengaku bangga atas prestasi yang diraih Cinta. Pihak sekolah, kata dia, berkomitmen mendukung perkembangan potensi siswinya agar mampu meraih pencapaian yang lebih tinggi.
“Kami sangat bangga dengan prestasi Cinta, yang bisa mengembangkan potensi dan bakatnya secara optimal. Cinta adalah mutiara sekolah kami. Kami memberikan dukungan sepenuhnya agar terus naik ke level yang lebih tinggi,” ujar Euis.
Sandra menambahkan, dukungan sekolah menjadi salah satu alasan Cinta bangga menjadi bagian dari SDN Soklat. Meski demikian, ia berharap perhatian terhadap atlet muda tidak berhenti pada apresiasi ketika berhasil meraih medali.
Menurutnya, pembinaan dan pembibitan atlet perlu dirancang secara berkelanjutan, mulai dari pengenalan bakat, pendampingan latihan, hingga kesempatan mengikuti kompetisi yang sesuai dengan perkembangan kemampuan atlet.
“Seperti ada pembinaan dan pembibitan untuk atlet-atlet muda. Mereka butuh dipersiapkan untuk menghadapi perkembangan olahraga yang semakin berlari, sedangkan kita seperti berjalan di tempat,” tegasnya.
Di tengah harapan akan dukungan pembinaan yang lebih luas, Lembaga Adat Karatwan Galuh Pakuan melalui DonTing Athlete Management turut memberikan dukungan terhadap perjalanan olahraga Cinta.
Melalui program tersebut, Cinta difasilitasi untuk berlatih di klub renang JAQ Jakarta di bawah asuhan Coach Wisnu Wardhana. Dukungan yang diberikan mencakup fasilitas latihan, beasiswa, serta rencana mengikuti tiga kompetisi di luar negeri pada tahun ini sebagai persiapan menghadapi ajang besar IOSC.
Galunggang Utama Lembaga Adat Karatwan Galuh Pakuan, Dewi Kandiati Paramesti Tine Yowargana, menyatakan dukungan tersebut diberikan karena melihat potensi Cinta yang dinilai menjanjikan.
“Saya melihat bakat anak itu luar biasa. Galuh Pakuan fasilitasi penuh, karena yakin pada saatnya nanti, Cinta Violend akan menorehkan prestasi dan memberikan kehormatan serta kebanggaan untuk Jawa Barat,” pungkasnya.(hdi/ysp)
