Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Bukan Sekadar Tabuhan Bedug, Genjring Bonyok WBTb dari Subang Punya Cerita Panjang

P
Putri MelaniaEditor: Putri Melania
|16:00 WIB
Bagikan:
Bukan Sekadar Tabuhan Bedug, Genjring Bonyok WBTb dari Subang Punya Cerita Panjang
Foto: Kesenian Genjring Bonyok dari Subang. (Sumber: Web resmi Pemerintah Kabupaten Subang)

PASUNDANEKSPRES.ID - Suara bedug yang bertemu tabuhan genjring menjadi salah satu ciri khas kesenian tradisional Sunda dari Kabupaten Subang. Perpaduan bunyi tersebut bukan sekadar pengiring keramaian, melainkan bagian dari perjalanan budaya masyarakat yang tumbuh sejak masa sebelum Indonesia merdeka. Kesenian itu dikenal dengan nama Genjring Bonyok.

Genjring Bonyok WBTb dari Subang memiliki akar sejarah yang kuat di Kampung Bonyok, Desa Pangsor. Kesenian ini berkembang dari kreativitas masyarakat setempat yang membutuhkan hiburan, sekaligus terinspirasi dari Genjring Rudat. 

Seiring waktu, bentuk pertunjukannya mengalami perubahan, baik dari susunan alat musik maupun cara penyajiannya.

Penetapan Genjring Bonyok sebagai salah satu Warisan Budaya Takbenda (WBTb) menjadi pengingat bahwa kesenian daerah memiliki perjalanan panjang yang layak dijaga. 

Di balik pertunjukannya, tersimpan cerita tentang kreativitas para seniman dalam merawat tradisi dan menyesuaikannya dengan perkembangan selera masyarakat.

Asal-usul Genjring Bonyok WBTb dari Subang

Menurut catatan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang, Genjring Bonyok mulai lahir dan berkembang sebelum kemerdekaan Indonesia, tepatnya pada masa perkebunan P & L Lands. 

Kala itu, Kampung Bonyok atau wilayah Desa Pangsor dikenal sebagai daerah kontrak. Selain Genjring Bonyok, masyarakat setempat juga mengenal berbagai kesenian lain, seperti Kendang Penca, Ketuk Tilu, dan Wayang Golek.

Beragam pertunjukan tersebut tumbuh karena masyarakat membutuhkan hiburan dalam kehidupan sehari-hari maupun ketika mengadakan kegiatan tertentu.

Pada masa awal kemunculannya, Genjring Bonyok memiliki susunan waditra yang masih sederhana. Perangkat musiknya terdiri dari satu bedug dan tiga genjring. Meski jumlah alat musiknya terbatas, perpaduan tabuhan tersebut menjadi dasar terbentuknya karakter kesenian ini.

Perjalanan Genjring Bonyok WBTb dari Subang tidak lepas dari peran dua seniman, yakni Talan dan Sutarja. Keduanya ikut merintis serta mengembangkan kesenian tersebut melalui berbagai kreasi dalam pertunjukan. 

Upaya itu membuat Genjring Bonyok semakin dikenal dan memiliki bentuk penyajian yang lebih beragam.

Perkembangan Kesenian Genjring Bonyok

Perubahan Genjring Bonyok berlangsung secara bertahap. Sejumlah alat musik baru mulai dimasukkan untuk memperkaya irama dan memberikan warna berbeda dalam setiap pementasan.

Berikut beberapa tahap perkembangan Genjring Bonyok berdasarkan catatan sejarahnya:

  • 1967: Kelompok Genjring Bonyok memiliki lima personel atau nayaga, terdiri dari satu penabuh bedug dan empat penabuh genjring.
  • 1969: Alat musik terompet mulai digunakan sehingga jumlah nayaga bertambah menjadi enam orang.
  • 1982: Perangkat musik semakin lengkap melalui penambahan gendang, kulanter, gong besar, gong kecil, dua kenong, dan kecrek.
  • 1987: Pertunjukan mulai melibatkan sinden atau juru kawih. Lagu yang dilantunkan di antaranya berasal dari repertoar Ketuk Tilu.

Perkembangan tersebut membuat Genjring Bonyok tidak lagi hanya mengandalkan bunyi bedug dan genjring. 

Perpaduan berbagai waditra menghadirkan susunan irama yang lebih kaya, sekaligus membuka ruang bagi variasi pertunjukan.

Eksistensinya juga terlihat dari sejumlah pementasan di luar lingkungan asalnya. 

Pada 1971, Genjring Bonyok tampil di Gedung Rumentang Siang, Bandung. Enam tahun kemudian, kesenian ini mengikuti Festival Genjring Bonyok se-Jawa Barat yang diikuti 24 grup.

Pementasan berlanjut pada 1978 di GOR Saparua Bandung. Pada 1979, Genjring Bonyok tampil di Gedung Gubernur bersama dua grup lain dari dua kabupaten. Setahun setelahnya, kesenian tersebut turut memeriahkan peringatan Hari Jadi Kabupaten Subang.

Dalam praktiknya, Genjring Bonyok memiliki fungsi yang beragam. Kesenian ini dapat ditampilkan dalam acara hajatan melalui helaran, termasuk bersama kesenian Sisingaan. Selain itu, pertunjukannya juga hadir dalam kegiatan kedinasan maupun acara yang dianggap penting oleh masyarakat.

Perjalanan dari hiburan lingkungan perkebunan hingga tampil di panggung pertunjukan memperlihatkan kemampuan Genjring Bonyok untuk terus berkembang. 

Kesenian Genjring Bonyok bukan hanya menyimpan sejarah tentang alat musik tradisional, tetapi juga merekam kreativitas seniman dan kehidupan masyarakat Sunda yang ikut membesarkannya.

(pm)

Berita Terbaru

Bukan Sekadar Tabuhan Bedug, Genjring Bonyok WBTb dari Subang Punya Cerita Panjang

Bukan Sekadar Tabuhan Bedug, Genjring Bonyok WBTb dari Subang Punya Cerita Panjang

Subang45 menit lalu
Tujuan Perda Pemajuan Kebudayaan, Bukan Sekadar Menjaga Warisan Leluhur

Tujuan Perda Pemajuan Kebudayaan, Bukan Sekadar Menjaga Warisan Leluhur

Jawa Barat1 jam lalu
Jadwal Persib Bulan November : Tujuh Laga Menanti, Ada Melbourne Victory dan FC Seoul

Jadwal Persib Bulan November : Tujuh Laga Menanti, Ada Melbourne Victory dan FC Seoul

Olahraga4 jam lalu
Pesan Menteri ATR/BPN kepada 152 Pejabat dalam Pelantikan: Layani Masyarakat dengan Baik

Pesan Menteri ATR/BPN kepada 152 Pejabat dalam Pelantikan: Layani Masyarakat dengan Baik

Nasional5 jam lalu
ADVERTISEMENT
Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Kementerian ATR/BPN Makin Mendekat Layanan ke Masyarakat Lewat ATR/BPN Dekat

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Kementerian ATR/BPN Makin Mendekat Layanan ke Masyarakat Lewat ATR/BPN Dekat

Nasional5 jam lalu
Cara Melamar Kerja di BYD Subang 2026, Ini Link Pendaftaran Resmi dan Tips agar Lolos Seleksi

Cara Melamar Kerja di BYD Subang 2026, Ini Link Pendaftaran Resmi dan Tips agar Lolos Seleksi

Jawa Barat5 jam lalu
BAZNAS Subang Terima Penghargaan di Puncak Hari Santri 2026

BAZNAS Subang Terima Penghargaan di Puncak Hari Santri 2026

Headline5 jam lalu
Pabrik BYD di Subang Diprotes Warga Soal Tenaga Kerja Lokal

Pabrik BYD di Subang Diprotes Warga Soal Tenaga Kerja Lokal

Subang7 jam lalu
Permenaker BSU 2026 Terbit, Ini Syarat Penerima dan Besaran Dananya

Permenaker BSU 2026 Terbit, Ini Syarat Penerima dan Besaran Dananya

Nasional8 jam lalu
Prediksi Cuaca Kabupaten Subang Sabtu 31 Oktober 2026, Sejumlah Wilayah Berpotensi Berawan

Prediksi Cuaca Kabupaten Subang Sabtu 31 Oktober 2026, Sejumlah Wilayah Berpotensi Berawan

Lifestyle9 jam lalu