Bukan Tahap Akhir, Ini PHO dalam Proses Rehabilitasi Sekolah di Subang

PASUNDANEKSPRES.ID - Perbaikan sekolah bukan hanya soal mengganti bagian bangunan yang rusak. Setelah pekerjaan fisik selesai, masih ada tahapan pemeriksaan sebelum proyek benar-benar dinyatakan tuntas. Di sinilah istilah Provisional Hand Over atau PHO digunakan.
PHO dalam proses rehabilitasi sekolah di Subang menjadi tahapan yang telah dicapai sebagian sekolah pada 2026. Tahun ini, program perbaikan mencakup 116 sekolah tingkat SD dan SMP, yang saat ini berada pada tahapan pengerjaan berbeda, mulai dari proses rehabilitasi hingga serah terima sementara.
Pada jenjang SD, rehabilitasi ruang kelas mencakup 88 sekolah. Sebanyak 42 sekolah sudah mencapai PHO, sedangkan 46 sekolah lainnya masih dalam proses pengerjaan.
Program serupa juga berlangsung di tingkat SMP. Dari 28 sekolah yang masuk program rehabilitasi, 12 sekolah telah mencapai PHO dan 16 sekolah masih menyelesaikan pekerjaan.
Jika seluruhnya dihitung, ada 54 sekolah yang sudah mencapai PHO dari total 116 sekolah yang masuk program rehabilitasi pada 2026.
Lantas, apa sebenarnya arti PHO dan kenapa tahap ini ada dalam sebuah proyek perbaikan sekolah?
Memahami PHO dalam Proses Rehabilitasi Sekolah di Subang
Secara sederhana, PHO adalah serah terima sementara hasil pekerjaan. Mengutip Bina Marga, Provisional Hand Over dilakukan setelah pekerjaan selesai dan hasilnya diperiksa berdasarkan ketentuan dalam kontrak.
Tahap ini dapat dipahami sebagai proses pengecekan sebelum sebuah pekerjaan benar-benar masuk ke tahap akhir. Jadi, ketika sebuah sekolah sudah mencapai PHO, artinya pekerjaan rehabilitasinya telah sampai pada tahap serah terima sementara, bukan baru akan diperbaiki.
Pada tahap tersebut, hasil pekerjaan diperiksa untuk melihat kesesuaiannya dengan dokumen kontrak dan spesifikasi yang telah ditetapkan. Kondisi fisik hasil rehabilitasi juga menjadi bagian dari pemeriksaan sebelum serah terima dilakukan.
Apabila masih ada bagian pekerjaan yang belum sesuai, penyedia dapat melakukan perbaikan berdasarkan ketentuan kontrak.
Setelah pekerjaan selesai dan hasilnya diperiksa, proyek dapat masuk tahap PHO. Namun, tahap ini belum menjadi serah terima akhir karena masih ada masa pemeliharaan sebelum pekerjaan dinyatakan selesai sepenuhnya.
Setelah PHO, Apa yang Terjadi?
Rangkaian pekerjaan masih berlanjut melalui masa pemeliharaan sesuai ketentuan kontrak. Tahapan ini kemudian berkaitan dengan Final Hand Over atau FHO, yakni serah terima akhir.
Secara sederhana, rehabilitasi sekolah dikerjakan terlebih dahulu hingga selesai. Hasil pekerjaan kemudian diperiksa sebelum masuk ke tahap PHO. Setelah itu, masih ada masa pemeliharaan untuk memastikan hasil pekerjaan tetap sesuai ketentuan sebelum dilakukan serah terima akhir.
Alur tersebut membuat angka 54 sekolah yang sudah mencapai PHO memiliki arti yang lebih jelas. Sekolah-sekolah tersebut sudah melewati tahap pengerjaan fisik dan masuk dalam proses serah terima sementara. Sementara 62 sekolah lainnya masih mengerjakan rehabilitasi.
Berkaitan dengan Pembangunan Ekonomi Subang
Proyek rehabilitasi sekolah juga menjadi bagian dari aktivitas pembangunan daerah. Pekerjaan fisik membutuhkan pengadaan material, jasa konstruksi, tenaga kerja, serta berbagai kebutuhan lain selama proyek berlangsung.
Pembiayaan rehabilitasi tidak hanya berasal dari APBD Kabupaten Subang. Ada pula dukungan pemerintah pusat melalui program revitalisasi. Sekolah juga didorong mengoptimalkan BOSP sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk untuk pemeliharaan dan perbaikan sarana pembelajaran.
Bagi Subang, belanja pembangunan seperti rehabilitasi sekolah berjalan bersamaan dengan aktivitas ekonomi lain yang berkembang di daerah. Kawasan industri yang bertumbuh, misalnya, ikut menciptakan kebutuhan terhadap tenaga kerja dan jasa pendukung.
Penanganan infrastruktur pendidikan sendiri dilakukan secara bertahap. Sekretaris Disdikbud Kabupaten, Subang Apud Setiawan, menyampaikan bahwa peningkatan sarana pendidikan diarahkan untuk menyediakan ruang belajar yang aman, nyaman, dan layak.
Target penanganan ruang kelas rusak juga tidak berhenti pada program 2026. Disdikbud menargetkan seluruh ruang kelas yang mengalami kerusakan dapat ditangani secara bertahap hingga 2029.
Artinya, PHO dalam rehabilitasi sekolah di Subang merupakan satu bagian dari rangkaian panjang pembangunan fasilitas pendidikan. Sebanyak 54 sekolah sudah sampai pada tahap serah terima sementara, sementara puluhan sekolah lainnya masih melanjutkan pekerjaan menuju tahap tersebut.
(pm)
